Sudah di pertengahan Sya’ban, sedangkan Ramadhan tinggal menghitung hari. Apa saja yang sudah kita lakukan? Apa saja yang bisa kita persiapkan?

Syeikh Ali Jum’ah, mantan mufti Republik Mesir dan anggota Majelis Kibaru Al-Ulama, menyampaikan beberapa amalan yang harus umat muslim amalkan dengan bersungguh-sungguh.

Seperti dilansir dari Masrawy, Syekh memulai wasiatnya dengan sebuah pertanyaan, apakah kita sudah siap untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan? Syeikh mewanti-wanti untuk tidak melupakan bahwa bulan Sya’ban juga bulan yang penuh berkah.

Dalam bulan Sya’ban, seluruh amal kita diangkat ke hadirat Allah SWT. Ada cerita menarik. Saking seringnya Rasulullah SAW berpuasa pada bulan ini, sampai-sampai sayyiduna Usamah bin Zaid ra. pernah bertanya,

“Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain sebanyak engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.”

Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Ada suatu bulan yang sering dilupakan banyak orang. Bulan tersebut terletak di antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan di mana semua amalan diangkat kepada Rabbul ‘Alamin. Dan sungguh saya senang sekali apabila amalan saya diangkat saya dalam keadaan berpuasa.” (HR.Ahmad)

Dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan, Syekh Ali Jum’ah menekankan bahwa amalan paling mulia di bulan Sya’ban’ adalah memperbanyak puasa.

Selain karena anjuran Rasulullah SAW di atas, memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban juga akan memudahkan kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban memiliki iklim dan durasi yang sama dengan bulan Ramadhan, sehingga membiasakan berpuasa di bulan ini akan menjadi latihan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan selanjutnya.

Syeikh juga menyarankan untuk memperbanyak belajar, bertilawah dan mencoba untuk mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Sya’ban. Membaca al-Qur’an adalah ibadah yang membawa cahaya bagi yang mengamalkannya, membantu kita dalam ibadah lainnya baik saat bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya.

Syekh Ali Jum’ah juga turut mengajak kita semua untuk senantiasa berdzikir, niscaya dzikir tersebut akan membantu kita dalam amalan lainnya.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-'Ankabut: 45)

Demikian dengan wasiat Nabi ketika seseorang bertanya kepadanya,

“Wahai Rasulullah! Sesungguhnya perintah-perintah dalam Islam terlalu banyak bagiku. Berikanlah saya sesuatu yang senantiasa bisa saya lakukan!”

Rasulullah SAW. bersabda,

لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Hendaknya kau senantiasa berdzikir kepada Allah SWT.” [HR.Tirmidzi]

Anggota Dewan Ulama Senior di Mesir ini juga mengingatkan pentingnya bagi kita semua untuk bersiap-siap menyambut bulan Ramadhan. Beliau menegaskan, meninggalkan persiapan sama halnya dengan kemunafikan.

“Karena barang siapa yang ingin sampai kepada suatu tujuan, hendaknya ia mempersiapkannya. Begitu pula jika kita ingin memperoleh hasil di bulan Ramadhan ini dengan lebih baik, hendaknya kita persiapkan dan melatih diri sedari Sya’ban,” tuturnya.