Disebutkan dalam al-Quran, Allah swt. menciptakan Nabi Adam as. dari tanah. Makhluk yang seluruh malaikat diperintahkan untuk bersujud kepadanya itu akan diangkat sebagai khalifah di bumi.

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan tentang proses penciptaan Adam dari tanah.

Sahabat Ibnu Abbas (w. 687 M) mengatakan bahwa Allah swt. menciptakan raga Nabi Adam as. dari beberapa bagian tanah yang ada di muka bumi. Kepala Adam diambil dari tanah Ka’bah, dadanya dari tanah pulau-pulau penjuru bumi, punggung dan perutnya dari tanah India, kedua tangannya dari tanah bagian timur bumi dan kedua kakinya dari tanah bagian baratnya.

Dalam riwayat yang lain, Ibnu Abbas lebih detail menggambarkan penciptaan Adam. Dia mengatakan bahwa Allah swt. menciptakan kepala Adam dari tanah Baitul Maqdis, wajahnya dari tanah surge, kedua telinganya dari dari tanah Bukit Tursina, dahinya dari tanah Irak, giginya dari tanah telaga Kautsar, tangan kanan dan jari-jemarinya dari tanah Ka’bah, tangan kiri dari tanah Persia, kedua kaki dan betisnya dari tanah India, tulangnya dari tanah gunung, kemaluannya dari tanah Babel, punggungnya dari tanah Irak, perutnya dari tanah Khurasan, hatinya dari tanah surga firdaus, lidahnya dari tanah Thaif, dan keduanya matanya dari tanah telaga Rasulullah saw.

Berbeda dari Ibnu Abbas, pemuka tabi’in Wahb bin Munabbih (w. 738 M) mengatakan bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah yang diambil dari tujuh lapisan bumi. Kepalanya dari lapisan bumi pertama, lehernya dari lapisan bumi kedua, dadanya dari lapisan bumi ketiga, kedua tangannya dari lapisan bumi keempat, punggung dan perutnya dari lapisan bumi kelima, paha dan duburnya dari lapisan bumi keenam, dan kedua betisnya dari lapisan bumi ketujuh.

Riwayat-riwayat di atas, saya baca dari kitab Daqaiq al-Akhbar (Kabar-kabar Gaib, Kehidupan Sebelum dan Sesudah Kematian) karya Syeikh Abdur Rahim bin Ahmad al-Qadhi. Sebuah kitab yang disebut-sebut sebagai salah satu buku referensi klasik mistisisme Islam. Selain kitab ini, ada pula kitab Ad-Durar al-Hisan fi al-Ba’ts wa Na’im al-Jinan karya Imam as-Suyuthi.

Berdasarkan tiga riwayat tadi, Syeikh Abdur Rahim al-Qadhi menilai bahwa ada sejumah hikmah di balik proses penciptaan raga Adam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

-      Karena diciptakan dari tanah Baitul Maqdis, kepala menjadi tempat akal dan kecerdasan.

-      Karena diciptakan dari tanah Bukit Tursina, telinga menjadi saluran penerima nasehat.

-      Karena diciptakan dari tanah Irak, dahi menjadi anggota utama dalam bersujud kepada Allah swt.

-      Karena diciptakan dari tanah surga, wajah menjadi gambaran kecantikan dan ketampanan.

-      Karena diciptakan dari tanah telaga Kautsar, gigi menjadi alat mengecap rasa manis.

-      Karena diciptakan dari tanah Ka’bah, tangan kanan menjadi anggota tubuh yang biasa digunakan untuk menerima berkah, menolong sesame dan berbagi.

-      Karena diciptakan dari tanah Persia, tangan kiri menjadi alat bersuci.

-      Karena diciptakan dari tanah Khurasan, perut menjadi tempat rasa lapar.

-      Karena diciptakan dari tanah Babel, kemaluan menjadi sumber berahi dan keculasan.

-      Karena diciptakan dari tanah gunung, tulang menjadi bagian penobang kekuatan tubuh.

-      Karena diciptakan dari tanah surga firdaus, hati menjadi tempat bersemayam iman.

-      Karena diciptakan dari tanah tanah Thaif, lidah menjadi alat mengucapkan kalimat syahadat dan berdoa kepada Allah.

Singkat cerita, setelah raga Adam diciptakan, Allah swt. memerintahkan ruh untuk masuk ke dalam tubuh Adam. Ada yang mengatakan bahwa pertama-tama ruh masuk ke otak, lalu mata, telinga, hidung, mulut, lidah, dada. Saat kemudian sampai di perut, Adam merasa lapar dan meminta makanan. Demikianlah proses perjalanan ruh masuk ke dalam raga Adam. Wallahu a’lam.