Pertanyaan: Suatu barang, jika dibeli secara cash seharga 1.000.000. Tapi jika dibeli secara kredit, harganya menjadi  1.500.000, dicicil selama 6 bulan dengan pembayaran 250.000 setiap bulan. Bolehkah jual beli demikian?

Jawaban: Hukum jual beli kredit: boleh dan halal. Ia tidak terkait dengan hadis tentang larangan 2 akad dalam satu jual beli. Yaitu hadis berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ

“Dari Abu Hurairah ra, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. melarang dua akad dalam satu jual beli.” (HR. Tirmizi)

Imam Tirmizi menjelaskan bahwa maksud hadis ini adalah seorang penjual menawarkan dua varian harga dalam satu barang; secara kontan dan secara utang ataukredit, kemudian pembeli mengiyakan tanpa memilih salah satu cara pembayaran. Inilah bai’atani fi bai’ah (dua transaksi dalam satu jual beli).

Adapun jika sudah memilih salah satu cara; kontan atau kredit, maka akad ini tidak termasuk dalam larangan hadis di atas.

Imam asy-Syafi’i juga berkomentar, bahwa salah satu makna hadis di atas adalah jual beli bersyarat. Contoh: kamu bisa membeli rumahku ini, jika kamu mau menjual motormu kepadaku.

Kesimpulan:

Praktik jual beli kredit hukumnya boleh. Ia bukan termasuk riba, sebagaimana dipahami sebagian kalangan.

Adapun tambahan akad lain seperti uang muka, denda telat bayar, dan lain sebagainya, insya Allah akan kami bahas di kesempatan lain.

Hadis tentang larangan dua akad dalam satu jual beli, maksudnya adalah deal akad atas dua tawaran harga, tanpa memilih salah satunya. Atau juga bisa dimaknai dengan jual beli bersyarat.

(Disarikan dari Sunan at-Tirmizi, dengan beberapa tambahan)