Perbedaan kebiasaan antara lain menjadi faktor perubahan hukum dari satu zaman ke zaman yang lain. Termasuk dengan urusan mengucapkan selamat natal. Bila zaman dahulu para ulama tidak membolehkan, apakah dasar yang mereka gunakan?

Begitu juga dengan keberadaan para ulama dan lembaga Islam semisal Al-Azhar Mesir yang pada zaman sekarang memperbolehkan mengucapkan selamat natal. Apakah dasar yang mereka gunakan juga?

Ucapan selamat natal yang disampaikan kepada orang-orang Kristen, apakah akan berdampak pada hilangnya akidah keimanan dan keislaman seorang muslim?

Betulkah jika ada yang menolak mengucapkan selamat natal lantas dikatakan sebagai orang radikal atau berpaham ekstrem?

Supaya bisa memahami tentang proporsi mengucapkan selamat natal, temukan jawabannya dengan tuntas menyimak pemaparan dari Habib Ali Al-Jufri dalam video yang sudah diterjemahkan oleh Tim Youtube Sanad Media.

Profil Singkat Habib Ali Al-Jufri

Habib Ali al-Jufri adalah seorang habib yang berasal dari Uni Emirat Arab, beliau berdakwah keliling dunia untuk menyebarkan risalah-risalah Islam yang ramah dan menyejukan.

Habib Ali lahir di kota Jeddah di Kerajaan Arab Saudi sebelum fajar pada hari Jumat 20 Safar 1391 H (16 April 1971), dari orangtua yang sama-sama keturunan dari putra Imam Hussein Ali.

Di masa kecilnya, Habib Ali mulai menimba ilmu kepada bibi dari sang ibu, seseorang yang alimah dan arifah billah, Hababah Shafiyyah binti Alwi bin Hasan al-Jufri.

Wanita yang shalihah ini sangat berpengaruh besar dalam mengarahkannya ke jalan ilmu dan perjalanan menuju Allah SWT.

Lalu beliau menimba ilmu kepada para tokoh-tokoh yang besar. Seperti Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Segaf adalah salah satu guru utama beliau.

Kepadanyalah ia membaca dan mendengarkan suatu pembacaan kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, Tajrid Al Bukhari, Ihya Ulumuddin, dan kitab-kitab lainnya yang sangat penting.

Habib Ali Al-Jufri mempelopori berdirinya sebuah organisasi Islam yaitu dai sedunia yang fungsinya untuk meluruskan shaf seluruh ulama dalam satu pemikiran yang bulat dan tidak terpecah belah.