Home News AS Puji Al-Azhar Dalam Perangi Terorisme

AS Puji Al-Azhar Dalam Perangi Terorisme

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam laporan tahunannya tentang upaya melawan terorisme pada tahun 2019, memuji peran Grand Syeikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed ath-Thayib dalam memerangi ekstremisme dan terorisme di kancah dalam dan luar negeri.

Laporan itu, seperti dikutip masrawy.com pada Kamis (24/6), menyatakan bahwa keseriusan Al-Azhar dalam menghadapi terorisme, terlihat lewat sikap-sikap tegas yang disampaikannya dalam setiap pernyataan resmi, dan lewat kebaruan metodologi pendidikan yang dielaborasikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, Al-Azhar juga menerbitkan buku-buku akademik yang berkonsentrasi pada penguatan dialog dan toleransi antar sesama umat beragama.

Al-Azhar di bawah kepemimpinan Syekh Ahmad ath-Thayeb mendirikan Bait Al-‘Aillah Al-Mashry (Rumah Keluarga Mesir), bekerja sama dengan Gereja Ortodoks di Mesir pada 2011 untuk menangani konflik-konflik agama melalui cabang-cabangnya yang tersebar di seluruh negeri seribu menara itu.

Al-Azhar juga mendapatkan apresiasi atas kiprahnya dalam melakukan perlawanan terhadap kelompok-kelompok terorisme dan ekstremisme. Al-Azhar membentuk Al-Azhar Observatory for Combating Extremism (Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme).

Lembaga Al-Azhar Observatory ini dibentuk pada tahun 2015 untuk memantau pemikiran-pemikiran ekstrem dalam jaringan informasi internasional di dunia untuk kemudian dikaji dan dibantah. Tahun 2015 menandai kemunculan kelompok-kelompok ekstrem di dunia maya (sosial media). Lembaga ini sudah bekerja dalam 12 bahasa asing termasuk Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol dan China.

Laporan Departemen Luar Neger AS itu juga menekankan peranan signifikan dari Akademi Internasional Al-Azhar dalam memberikan pelatihan kepada para imam dan dai di 20 negara. Di Indonesia, pelatihan pertama untuk para imam dan dai dengan tema “Melawan Pemikiran Ekstremisme” telah diselenggarakan lewat video conference pada 14 Mei lalu dan diikuti oleh 40 peserta.

Syekh Al-Azhar Ahmad Ath-Thayeb juga diapresiasi atas kehadirannya dalam peresmian Cathedral of Nativity di Kairo. “Agama Islam mewajibkan setiap kaum muslimin untuk melindungi tempat-tempat ibadah Islam, Kristen dan Yahudi,” ujar beliau.

Di tingkat internasional, laporan itu memuji upaya Syekh Al-Azhar dalam membuat Piagam Persaudaraan Kemanusiaan yang ditandatangani oleh beliau dan Paus Fransiskus dari Vatikan di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.

Piagam itu mengutuk segala praktik kekerasan yang menargetkan nyawa manusia dan berjanji untuk bekerja sama dalam melawan ekstremisme dan mengkampanyekan perdamaian.

Observatorium Al-Azhar menegaskan bahwa laporan tersebut, meskipun tidak mencakup seluruh upaya Al-Azhar dalam memerangi ekstremisme selama beberapa tahun terakhir, tetapi sudah menggambarkan visi nyata dan mendalam tentang peran dan strategi Al-Azhar dalam memerangi pemikiran ekstrem dan terorisme.

Abdul Majid
Guru ngaji, menerjemah kitab-kitab Arab Islam. Penyuka musik klasik dan tinggal di Majalengka.

Must Read

Sejumlah Masjid di Belanda Didanai Kelompok Fundamentalis

Komite Parlemen Belanda memperingatkan adanya beberapa masjid yang didanai asing. Pendanaan ini dicurigai untuk mempromosikan Islam garis keras, menurut laporan India Blooms...

Dosakah Orang Mampu Tidak Berkurban?

Harian elbalad.news pada Senin (6/7) membagikan beberapa fatwa dan hukum keagamaan yang bersumber dari lembaga keagamaan resmi Mesir. Salah satu persoalan yang...

Biografi Ibnu Daqiq al-Ied

Beliau dijuluki Ibnu Daqīq al-Īed sama seperti ayahnya. Julukannya bermula ketika kakeknya yang mana pada saat hari raya mengenakan jubah putih.

9 Pesan Al-Azhar untuk Atasi Pelecehan Seksual

Al-Azhar Fatwa Global Center menegaskan bahwa sexual harrasement atau pelecehan seksual adalah tindakan agresif yang bertentangan dengan semua nilai agama dan kemanusiaan,...

Syekh Ali Jum’ah: Apa yang Harus Suami Lakukan, Jika Istrinya Belum Bisa Shalat?

Seorang suami yang tengah bingung dengan apa yang terjadi pada pasangannya, menanyakan sesuatu pada Maulana Syekh Ali Jum'ah hafizhahullah dalam sebuah majelis....