Home Artikel Mereka yang Terakhir Wafat dari Kalangan Sahabat dan Tabi'in

Mereka yang Terakhir Wafat dari Kalangan Sahabat dan Tabi’in

Sahabat yang wafat terakhir dari sepuluh sahabat yang mendapatkan kabar gembira berupa surga (Al-Asyaroh Al-Mubasyarina Bil Jannah) adalah Sa’ad bin Abi Waqqash. Beliau wafat di Madinah tahun 55 H.

Sahabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti perang Badar adalah Abul Yasar Ka’ab bin Amr Al-Anshari. Beliau wafat di Madinah tahun 55 H.

Istri Rasulullah yang wafat terakhir adalah Ummu Salamah Al-Makhzumiyyah. Beliau wafat di Madinah tahun 62 H.

Sahabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti Bai’at Aqabah adalah Jabir bin Abdillah Al-Anshori. Beliau wafat pada tahun 78 H.

Sahabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti Bai’at Ridlwan adalah Amr bin Huraist. Beliau wafat di Makkah pada tahun 86 H.

Sahabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti shalat di dua kiblat, Makkah dan Baitul Maqdis adalah Abdullah bin Busr Al-Mazini. Beliau wafat di Syam pada tahun 88 H.

Baca juga: Momen-momen Spesial Baginda Rasulullah Mendidik Sahabat

Sahabat yang wafat terakhir dan mempunyai riwayat yang banyak dari Nabi adalah Sahl bin Sa’ad Al-Sa’idi. Beliau wafat pada tahun 88 H.

Sahabat yang wafat terakhir dari kalangan sahabat yang memiliki hadist banyak adalah Anas bin Malik, khadim atau pelayan Rasulullah. Beliau wafat di Bashrah pada tahun 93 H.

Sahabat yang wafat terakhir di Madinah dan sewaktu kecilnya melihat Nabi Muhammad adalah Mahmud bin Ar-Rabi’ Al-Khazraji. Beliau wafat pada tahun 99 H.

Sahabat terakhir yang wafat menurut kesepakatan ahli sejarah adalah Abul Thufail ‘Amir bin Watsilah Al-Laitsi. Belum wafat di Makkah pada tahun 110 H.

Dari keterangan ini bisa kita ketahui bahwa kurun sahabat adalah 99 tahun, dimulai dari wafatnya Rasulullah pada tahun ke 11 H dan berakhir dengan wafatnya Abul Thufail pada tahun 110 H.

Tabi’in yang wafat terakhir serta banyak meriwayatkan hadist dan pernah berguru kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah Abu Ishaq Al-Sabi’i Al-Hamadani. Beliau wafat di Kufah tahun 129 H pada masa-masa akhir pemerintahan Bani Umayyah.

Tabi’in yang wafat terakhir dan menjadi murid Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah Abdul Malik bin Umair Al-Kufi. Beliau wafat pada tahun 136 H pada masa pemerintahan Bani Abbas.

Tabi’in yang wafat terakhir dan termasuk salah satu tabi’in yang mempunyai riwayat hadits yang banyak adalah Sulaiman bin Mihran Al-A’masy. Beliau wafat pada tahun 148 H.

Baca juga: Kisah Seorang sahabat Masuk Islam di Tangan Tabiā€™in

Sedangkan tabi’in yang wafat terakhir adalah Khalaf bin Khalifah Al-Kufi. Umur beliau lebih dari seratus tahun. Beliau mengatakan bahwa saat berumur tujuh tahun melihat Amr bin Huraist, salah seorang sahabat Nabi. Beliau wafat pada tahun 181 H.

Sampai sini dapat kita ketahui bahwa antara wafatnya sahabat terakhir (110 H) dengan wafatnya tabi’in terakhir (181 H) memiliki selisih 71 tahun.

Bila kita hitung mulai tahun kelahiran Nabi, maka tahun terakhir hidupnya sahabat adalah 163.

Disarikan dari beberapa kitab Tarikh.

Avatar
Ibnu Zen@
Pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang di bawah asuhan KH. Maemun Zubair, Allahu Yarhamuh. Sekarang mengajar di di Pondok Pesantren An-Nasihun Kedungwuni Pekalongan.

Must Read

Zain Al-Wadud Syarah Nazham Al-Maqshud Karya Santri Sarang yang Kuliah di Al-Azhar

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang digunakan oleh jutaan umat manusia. Bahkan dijadikan sebagai bahasa resmi di beberapa negara, terutama negara...

Hukum Melewati Orang Shalat dan Pandangan Ulama Tentang Sutrah

Tidak jarang ketika seseorang menunaikan shalat baik sendiri atau berjamaah, tiba-tiba ada orang melintas di depannya. Bisa jadi orang yang berjalan tadi...

Kisah Nabi Adam Saat Pertama Kali Turun ke Bumi

Menurut Imam Ibnu Abbas, Nabi Adam dan Hawa berada di surga selama setengah hari saja, menurut hitungan akhirat. Kalau menurut hitungan dunia...

Mengenal Istilah Amrad dalam Fikih dan Hukum Melihatnya

Para ulama fikih memiliki kaidah-kaidah universal yang menjadi patokan mereka dalam menetapkan sebuah hukum. Salah satunya: Adh-Dhararu Yuzalu, "marabahaya harus dihilangkan".

Kisah Cinta Abdullah bin Salam dan Akhlak Mulia Cucu Rasulullah, Husain bin Ali

Yazid bin Muawiyah mendengar kabar kecantikan Zainab binti Ishaq, istri Abdullah bin Salam al-Qurasyi. Zainab merupakan sosok perempuan paling cantik, paling berakhlak,...