Ketegangan antara Israel dan Palestina kembali memanas. Bermula dari aksi para penduduk wilayah tepi barat Israel yang secara paksa mengusir rakyat Palestina di daerah Sheikh Jarrah dari rumah mereka.

Puncak dari bentrokan ini terjadi di komplek Masjidil Aqsa Jum’at malam usai pelaksanaan shalat tarawih (07/05) ketika pasukan Israel menembakkan granat kejut dan peluru karet ke arah warga Palestina yang hanya bersenjatakan batu.

Mereka kemudian mengklaim kepemilikan tanah tersebut.

Dikutip dari reuters, kejadian tersebut setidaknya mengakibatkan 205 warga Palestina dan 17 tentara Israel mengalami luka-luka.

Insiden pengusiran warga Israel terhadap rakyat Palestina memang bukan kali pertama. Apalagi ancaman pengusiran kali ini mereka lakukan tepat di bulan Ramadhan.

Hal ini membuat rakyat Palestina kembali membuka luka lama atas kematian Razan An-Najjar, petugas medis wanita asal Palestina yang ditembak mati pasukan Israel (Israeli Defense Force) saat berlari menuju pagar perbatasan untuk menolong korban yang terluka di Gaza dua tahun silam.

Kematian Razan yang sontak membuat dunia turut berduka itu juga terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Respon dan Seruan Grand Syaikh Al-Azhar

Sebagaimana dikutip dari almasryalyoum, Al-Azhar mengutuk keras serangan pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah Sheikh Jarrah, Yerussalem.

Pada Kamis lalu, Al-Azhar secara resmi mengatakan bahwa aksi teror zionis Israel terhadap rakyat dan bumi Palestina merupakan pelanggaran kemanusiaan yang benar-benar kejam, khususnya yang terjadi di wilayah Sheikh Jarrah baru-baru ini.

Al-Azhar mengecam tindakan pengusiran paksa penduduk Sheikh Jarrah oleh warga Israel diikuti dengan klaim kepemilikan tanah yang mereka lakukan tanpa membawa bukti apapun.

Selain itu, Al-Azhar juga mengatakan pembubaran yang diikuti beberapa tindakan brutal seperti ditembakkannya peluru karet dan pelemparan granat kejut ke arah para demonstran Palestina yang tak membawa senjata apapun selain spanduk, bendera negara mereka dan batu pada Jum’at siang usai pelaksanaan shalat Jum’at merupakan aksi kejam yang terjadi di bulan suci Ramadhan.

Lebih lanjut lagi, Al-Azhar menegaskan bahwa ia akan selalu berjalan bersama rakyat Palestina dalam segala kondisi, solidaritas Al-Azhar terhadap Palestina dalam melawan aksi-aksi brutal tirani zionis Israel tidak akan pernah berhenti.

Untuk itu, Al-Azhar menyeru kepada seluruh dunia untuk bersama-sama mengutuk tindakan barbar ini dan selalu siap berdiri di sisi rakyat Palestina, sang pemilik hak tanah Al-Quds yang sejati.

Al-Azhar menambahkan akan selalu mendukung upaya dan langkah-langkah dalam menyelesaikan konflik antar dua bangsa tersebut yang hingga kini terus bergulir.

Dalam kesempatan itu, Al-Azhar berpesan kepada para penduduk Palestina yang terhormat untuk terus mempertahankan tujuan mulia mereka dalam melawan kebrutalan Israel. Al-Azhar menekankan bahwa  teror-teror yang terus dilakukan oleh zionis Israel tak akan pernah menyurutkan semangat dan kehormatan rakyat Palestina. Sebaliknya, kebrutalan Israel justru membuat mereka semakin kuat dan tabah.

Al-Azhar juga mengatakan bahwa bumi Palestina akan selalu menjadi bagian dari Arab, dan akan tetap begitu hingga zaman telah berakhir.

Sementara itu, Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyib menulis di laman resmi Facebook, penyerbuan yang terjadi di komplek Masjidil Aqsa oleh tentara Israel merupakan tindakan pelanggaran kesucian terhadap Allah SWT.

Para tantara Israel telah menyerang para jama’ah yang saat itu tengah melakukan ibadah shalat tarawih berjamaah.

Grand Syaikh Ahmad Thayyib juga mengutuk penyerangan terhadap rakyat Palestina dalam aksi demonstrasi damai penduduk Palestina melawan pengusiran penduduk Sheikh Jarrah pada Jum’at siang.

“Terorisme brutal zionis Israel di tengah keheningan memalukan yang dilakukan dunia,” tulis Grand Syaikh dalam akun sosial media resminya.

Grand Syaikh menyeru kepada dunia untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat palestina nan tertindas di atas tanah mereka sendiri. Grand Syaikh juga berdoa agar rakyat Palestina dikaruniai kemenangan gemilang atas kezaliman Israel, sebab merekalah pemilik sejati tanah Palestina yang mulia.