Ini adalah kitab Mafatih al-'Ulum, karya Aby Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Yusuf al-Khawarizmiy. Dikenal dengan nama al-Khawarizmiy. Lahir 780 M dan wafat pada 850 M di Baghdad Irak. Manuskrip naskah ini pertama kali ditahqiq oleh Gerlof van Vloten, orientalis Belanda, pada tahun 1895.

Selain Mafatih al-'Ulum, G. Van Vloten berhasil mentahqiq 4 kitab karya al-Jahidz; yaitu kitab al-Mahasin wa al-Adzdaad (selesai ditahqiq pada 1894), Risalah al-Jahidz fi al-Nabatah (1898), kitab al-Bukhala (1900, Belanda), dan Tsalatsu Rasail (1902, Belanda). Ia juga menerjemah kitab al-Adab al-Kabir karya Ibnu al-Muqaffa' ke bahasa Belanda pada tahun 1902.

Ada dua arus besar pembahasan yang ada di dalam kitab Mafatih al-'Ulum. Pertama, ilmu-ilmu syariah dan ilmu-ilmu yang berkembang di Arab yang mengiringi ilmu syariah. Yaitu fikih, kalam/teologi, nahwu (gramatika Arab), ilmu tulisan dan khat, ilmu al-'arudl (ilmu kaidah pembuatan syair), dan sejarah.

Kedua, ilmu-ilmu yang datang dari non-Arab, seperti Yunan dan yang lainnya. Yaitu filsafat, mantik (logika dasar), kedokteran, Aritmatika, matematika, ilmu ukur wilayah dan bangunan, ilmu astronomi, astrologi, musik, ilmu irigasi dan perairan, geografi, dan kimia.

Kitab Mafatih al-'Ulum, menurut para pakar, sebanding dengan kitab Ihsha al-'Ulum karya al-Farabi. Hanya saja, ada teori aljabar, algoritma, dan huruf India merupakan sederet penemuan rumus kontribusi al-Khawarizmiy yang diakui dunia.
Zaman sekarang, orang baru bisa nulis sains dalam kolom saja sudah kegenitan jadi ateis. Ateisme baru. Sainsnya tidak ada, filsafatnya pun bukan ilmu yang tertib dan matang digelutinya, termasuklah mereka orang-orang yang merugi. Sedangkan Al-Khawarizmi dan ratusan ilmuan Muslim lain menulis satu buku dengan serius dan menemukan teori, tapi tetap beriman dan Muslim. Demikian pula Ibnu Rusydi penulis al-Kulliyat fi al-Thib, ilmu tentang kedokteran, yang tetap tak lupa untuk tawashul dan tahlilan mendoakan kaum muslimin yang telah wafat mendahuluinya.