Ketika ditanya tentang keistimewaan Al-Azhar, pertama-tama Habib Ali Al-Jufri mengatakan bahwa ketika menyebut nama Al-Azhar, yang beliau maksudkan tidak sekadar universitas atau kampus seperti yang ada sekarang.

"Al-Azhar sebagai universitas belum sampai berusia seratus tahun." kata beliau.

Yang dimaksudkan Habib Ali Al-Jufri dari Al-Azhar adalah rujukan terbesar kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah seluruh dunia selama ribuan tahun.

Sebelum memiliki universitas, Al-Azhar pada mulanya adalah masjid. Dalam sejarah, Jauhar ash-Shaqili panglima perang Dinasti Fathimiyah membangun masjid al-Azhar pada 4 April 970 M.

Masjid al-Azhar merupakan salah satu masjid tertua dan terpenting di Mesir dan dunia Arab.

Berikut Rangkuman Informasi Penting Masjid Al-Azhar

– Peletakan batu pertama masjid al-Azhar berlangsung pada 14 Ramadhan 359 H (4 April 970 M).

– Masjid al-Azhar tuntas dibangun pada bulan Ramadhan 361 H/ 972 M.

– Pembangunan masjid al-Azhar diperintahkan Panglima Jauhar ash-Shaqili atas titah Khalifah al-Muiz lidinillah dari Dinasti Fathimiyah.

– Jauhar ash-Shaqili merupakan panglima perang paling top dan tersohor dalam sejarah Dinasti Fathimiyah. Namanya diabadikan sejarah sebagai pendiri kota Kairo.

– Butuh waktu dua tahun untuk membangun masjid al-Azhar.

– Masjid ini diberi nama al-Azhar, karena mengacu pada Sayidah Fathimah az-Zahra di mana para khalifah atau imamnya memiliki garis keturunan sampai kepada putri Rasulullah SAW itu.

– Pada tahun 378 H/ 988 M, Khalifah al-Aziz billah memfungsikan al-Azhar sebagai lembaga pendidikan (universitas) yang mengajarkan paham Syiah Ismailiyah kepada para pelajar dari Afrika dan Asia.

– Al-Azhar ditutup pada masa kekuasaan Dinasti Ayubiyah, tepatnya sesudah Shalahuddin al-Ayubi mengalahkan Dinasti Fathimiyah pada 1171 M.

– Panglima Shalahuddin menolak keras paham Syiah yang diajarkan di masjid al-Azhar sepanjang eras kekuasaan Dinasti Fathimiyah.

– Dilarang mendirikan shalat di al-Azhar selama hampir satu abad. Shalahahuddin juga melarang khutbah di masjid al-Azhar, yang saat itu menjadi simbol paham Syiah Ismailiyah.

– Pada 17 Desember 1267 M, shalat Jumat dilaksanakan untuk pertama kalinya di masjid al-Azhar, pada masa pemerintahan Sultan az-Zahir Baibars dari Dinasti Mamluk.

Bagaimana kemudian Al-Azhar berubah menjadi kiblat ilmu Islam dan rujukan kalangan sunni?

Simak selengkapnya paparan Habib Ali Al-Jufri dalam video yang telah diterjemahkan oleh Tim Youtube Sanad Media:

https://www.youtube.com/embed/h1CkI9D5JHc