Imam Sufyan ats-Tsauri (97-161 H/716-778 M) adalah seorang mujtahid mutlak yang hidup semasa dengan senior beliau, Imam Abu Hanifah, salah satu pendiri Mazhab empat yang masih eksis hingga saat ini.

Beliau merasakan bagaimana "diburu" oleh penguasa Bani Abbasiyah karena menolak diangkat menjadi qadhi (hakim). Beliau berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain demi menghindari pencarian penguasa.  Dalam pelarian tersebut, beliau pernah menjadi tukang kebun, bahkan beliau pernah dituduh sebagai pencuri saat bersembunyi di Yaman.

Jika beliau tertangkap, kemungkinan beliau juga akan mengalami hal yang sama dengan senior beliau, Imam Abu Hanifah, yang dipenjara dan disiksa karena tidak mau menerima jabatan sebagai qadhi.

Dalam satu kesempatan beliau berkata:

من سر بالدنيا نزع خوف الآخرة من قلبه

"Barang siapa bahagia karena [mendapatkan] dunia, maka rasa takut akhirat dicabut dari hatinya."

Beliau juga berkata:

المال داء هذه الأمة، والعالم طبيب هذه الأمة، فإذا جر العالم الداء إلى نفسه، فمتى يبرئ الناس؟

"Harta adalah penyakit umat ini dan ulama adalah dokternya. Jika ulama menarik penyakit kepada dirinya sendiri, maka kapan dia bisa mengobati orang-orang?"

Tapi di lain kesempatan, beliau juga berkata:

كان المال في ما مضى يكره، فأما اليوم فهو ترس المؤمن، لولا هذه الدنانير لتمندل بنا هؤلاء الملوك

"Dahulu harta tidak disukai. Adapun saat ini, harta adalah perisai seorang mukmin. Jika bukan karena harta yang kita miliki (untuk menjaga harga diri kita), niscaya para penguasa menjadikan kita sebagai tisu pembersih kotoran mereka (menghinakan dan melecehkan kita)."

Dalam riwayat lain, beliau menggunakan redaksi:

المال في هذا الزمان سلاح المؤمن

"Harta pada zaman ini adalah senjata seorang mukmin."

Jadi, harta itu penting untuk menjaga harga diri dan kehormatan, serta untuk tujuan-tujuan positif lainnya, bukan untuk berbangga-bangga atau menyombongkan diri.