Artikel

Jaringan Yaman-Indonesia (3): Khidmah Ulama Nusantara untuk Kitab Safinatun Najah

10 Sep 2021 02:56 WIB
259
.
Jaringan Yaman-Indonesia (3): Khidmah Ulama Nusantara untuk Kitab Safinatun Najah

Safinatun Najah adalah kitab karangan ulama kebangsaan Hadramaut Yaman yang wafat dan dikebumikan di Jakarta. Beliau adalah Syaikh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair al-Hadrami.

Kitab Safinatun Naja sangat populer di kalangan santri pemula Indonesia. Tak heran jika mendapatkan perhatian khusus dari ulama Indonesia. Terbukti banyak dari mereka yang khidmah terhadap kitab mungil ini. Mulai dari menadhomkan, mengalih-bahasakan, hingga mensyarahinya.

Ulama Nusantara yang Menadhomkan Safinatun Najah

Banyak ulama Nusantara yang menadhomkan Safinatun Najah. Tujuannya antara lain agar lebih mudah dihafalkan para santri. Dalam ingatan saya, ada beberapa kiai yang menadhomkannya. Mereka adalah:

A. Syaikh Ahmad Qusyairi bin Shiddiq Pasuruan, mertua waliyyullah Simbah KH. Abdul Hamid Pasuruan.

Syaikh Ahmad Qusyairi menadhomkan kitab Safinatun Najah dalam kitab "Tanwir al-Hija fi Nadhmi Safinatun Najah".

Nadhoman ini banyak kita temukan di kitab-kitab ukuran saku kumpulan mutun. Naskah yang beredar mencantumkan penulisnya adalah Ahmad bin Shiddiq Al-Lasemi Al-Pasuruani.

Awalnya saya mengira beliau adalah KH. Ahmad bin Shiddiq Jember mantan Rais Am PBNU, ternyata bukan. Yang benar adalah KH. Ahmad Qusyairi bin Shiddiq, kakak mantan Rais Am PBNU.

Kitab Tanwirul Hija mendapat perhatian khusus dari ulama malikiyah di Makkah, Syaikh Muhammad Ali Al-Maliki. Beliau menuliskan untuk kitab ini sebuah kitab syarah yang bernama "Inarat ad-Duja fi Syarhi Tanwir al-Hija".

B. Kiai Muhammad Ma'shum bin Siroj Gedongan Cirebon

Beliau menulis nadhom Safinatun Najah dan memberinya nama "Nail ar-Raja Mandhumah Safinatun Najah".

Nadhoman ini kemudian disyarahi oleh mantan Rais Am PBNU dan Ketum MUI, KH. Ahmad Muhammad Sahal Mahfudh Kajen Pati dalam kitab "Faidl al-Hija ala Nail ar-Raja".

Hubungan antara kedua muallif Nusantara ini tak hanya sebatas nadhim dan syarih saja, melainkan juga hubungan kekerabatan.

Keduanya sama-sama keturunan KHR. Sholeh bin KHR. Asnawi Sepuh Kudus.

Nasab Mbah Ma'shum adalah KH. Muhammad Ma'shum bin Nyai Fatmah Zahro binti Nyai Fadhilah binti KHR. Sholeh bin KHR. Asnawi Sepuh Kudus.

Sedangkan Mbah Sahal, nasabnya adalah KH. M. A. Sahal bin Nyai Badi'ah binti Nyai Hafshoh binti KHR. Ma'shum bin KHR. Sholeh bin KHR. Asnawi Sepuh. Jika diruntut, maka Mbah Ma'shum adalah paman dari Mbah Sahal.

C. Habib Abdullah bin Ali bin Hasan Al-Haddad Bangil (w. 1331 H)

Keterangan dari kitab Ats-Tsabat Al-Indunisi, beliau mempunyai banyak karya tulis. Salah satunya adalah "Nadham Safinatun Najah".

Ulama Nusantara yang Mensyarahi Safinatun Naja

Kitab Safinah memuat intisari pembahasan fikih ibadah dalam mazhab Imam asy-Syafi'i. Karena ringkas dan padat, maka perlu penjabaran dan penjelasan agar lebih mudah difahami. Banyak dari ulama kita yang menuliskan syarah untuk kitab Safinah ini. Di antaranya adalah:

A. Syaikh Nawawi Banten dengan kitab "Kasyifat as-Saja Syarh Safinatun Najah".

Kitab ini terbilang syarah Safinah paling populer di Indonesia daripada syarah-syarah lain. Kitab Kasyifat as-Saja naik cetak berulang kali. Baik cetakan lokal maupun luar negeri.

Salah satu cetakan luar negeri yang bagus dan enak dibaca adalah kitab cetakan kerjasama antara Dar Ibni Hazm dan Al-Jaffan & Al-Jabi Beirut Lebanon dengan tahqiqan Syaikh Bassam Abdul Wahhab al-Jabi. Cetakan pertama pada tahun 2011 M/1432 H dengan no ISBN 978-614-516-124-1.

B. Syaikh Utsman bin Said Tungkal Jambi (w. 1405 H). Beliau menyarahinya dengan kitab "Sullam ar-Raja li al-Wushul Ila Alfadh Safinatun Najah".

C. Tuan Guru Zainuddin bin Abdul Majid NTB dalam kitab "Sullam al-Hija ila Syarh Safinatun Najah".

Adapun ulama Nusantara yang telah mengalih-bahasakan kitab Safinatun Najah ke dalam bahasa daerah, salah satunya adalah Al-Arif Billah KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi Surabaya. Kitab beliau bernama "Kasyf al-Hija fi Tarjamati Safinatun Najah". Terjemahannya dalam bahasa Madura.

23 Juli 2021

 

Perjalanan Inat - Tarim, Hadramaut

 

 

Nanal Ainal Fauz
Nanal Ainal Fauz / 4 Artikel

Penulis Kitab Tsabat al Indunisi (Katalog 1000 judul Kitab Karya Ulama Indonesia Beserta Sanad Yang Terhubung Kepada Mualifnya), Ketua Yayasan Turats Ulama Nusantara, Pengasuh Pesantren Imam Mahfudz at Tarmasi Bremi Gembong Pati.


Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: