Artikel

Kalian Sukses Berkat Orang-orang Lemah

22 Mar 2021 09:05 WIB
877
.
Kalian Sukses Berkat Orang-orang Lemah

Dalam peperangan, harta rampasan dibagi untuk setiap orang yang yang ikut serta tanpa memandang apakah orang itu kuat ataupun lemah.

Sa’ad bin Abi Waqash ra. merupakan seorang yang hebat dan perkasa dalam peperangan. Dia menuntut untuk mendapatkan pembagian yang lebih besar dibanding yang lemah.

Tapi Sayyiduna Rasulullah saw. menyampaikan bahwa kaum yang lemah itu bukanlah kaum yang layak diremehkan. Mereka punya jiwa yang penuh harapan pada Allah swt. karena tidak punya keistimewaan apapun sehingga: "Kalian menang berkat kaum yang lemah di antara kalian".

Berbeda halnya dengan kaum yang kuat, kadang lebih bertumpu pada kekuatan dan kehebatan diri. makanya do'a kaum lemah mungkin lebih dikabulkan.

Jadi jangan ada orang kuat yang mengira bahwa kesuksesannya itu karena murni kehebatan dirinya.

Kamu itu diberi kekuatan oleh Allah karena mereka yang lemah.

Demi Allah, aku menyaksikan begitu banyak orang yang kuat mengurus keluarganya yang lemah; banyak laki-laki yang menggendong saudaranya, saudarinya, ayahnya dan ibunya untuk cuci darah 2 kali dalam sepekan. Pulang pergi melakukan itu, disamping sibuk bekerja dan membiayai saudaranya.

Begitu kuat.

Dan ketika yang sakit meninggal, orang yang selama ini kuat melakukan berbagai kegiatan itu pun sakit juga. seakan Allah SWT memberi kekuatan itu untuk menjaga yang sakit.

Jadi kamu tidak mengetahui: Kamu itu diberi rezeki demi siapa? Kamu tidak mengetahui kamu itu diberi kekuatan demi siapa?

Jadi jangan sampai kamu menyia-nyiakan orang lemah yang kamu urus atau orang sakit yang kamu rawat. Boleh jadi kamu dijaga dari berbagai penyakit demi mengurus mereka. Boleh jadi kamu diluaskan rezekimu karena kamu menafkahi mereka.

Sayyiduna Nabi Muhammad saw. bersabda, "Kalian tidak dimenangkan dan diberi rezeki kecuali karena orang-orang lemah di antara kalian."

Berbeda dengan di Barat yang mengajak pada maut Rahim atau anesthesia, maksudnya orang lemah yang sakit dan tidak punya biaya, disuntik mati agar kamu tidak sibuk mengurusnya.

Mereka itu para penjahat, menimbang segalanya dengan materi tanpa mengetahui bahwa Allah swt. yang mengatur semuanya.

Sementara kita, bagaimana pun melihat seseorang sakit parah, kita akan terus berdoa semoga disembuhkan Ya Rabb. Tidak ada yang mendoakan siapapun untuk mati.

Di Barat, tidak cuma mendoakan, mereka memang membunuh.

Semoga Allah menyelamatkan kita.

Mereka menamainya "maut rahim" arti katanya kematian dengan sayang.  Padahal kenyataannya tidak begitu. Karena ini zaman Dajjal Pendusta yang memutarbalikkan kata. Kematian mereka sifati dengan saying, padahal itu pembunuhan.

Memangnya manusia itu kambing?!

Kalau kambing kita sembelih karena Allah swt. menciptakannya memang untuk dimakan. Tapi manusia makhluk yang dimuliakan.

Suatu yang menyedihkan; sebagian medis muslim kita terbawa pemikiran ini, dengan alasan: itu memberatkan negara, masyarakat dan lain-lain karena mereka kaum yang tidak bisa berkarya dan bekerja. Mereka hanya mulut-mulut yang makan tapi tangan tidak bekerja, jadi menjadi beban kita. maka layak sirna. Dan mereka terpengaruh.

Tapi Sayyiduna Nabi Muhammad saw. mengingatkan kita. Beliau bersabda, "Seandainya bukan karena orang-orang tua yang rukuk (bermunajat). Anak-anak kecil yang masih menyusu, binatang-binatang ternak yang memamah rumput, maka Allah tentu membalikkan bumi."

Jadi kalian harus perhatikan hal ini, karena umat Sayyiduna Nabi Muhammad saw. mempunyai metode dan pandangan hidup yang berbeda dari umat-umat yang lainnya.

Faedah ngaji 17 Maret 2021M bersama Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah.


Hilma Rosyida Ahmad
Hilma Rosyida Ahmad / 40 Artikel

Bernama lengkap Ustadzah Dr. Hilma Rasyida Ahmad. Menimba ilmu di Universitas Al-Azhar. Beliau juga salah satu murid Syekh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani asy-Syadzili.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: