Youtube

Kerancuan Pembagian Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma wa Sifat

23 Oct 2020 07:06 WIB
4090
.
Kerancuan Pembagian Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma wa Sifat

Tidak jarang kita mendengar ada istilah Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah dan Tauhid Asma wa Sifat? Ketiganya dikatakan sebagai pembagian tauhid. Bahkan kita menemukan ketiga istilah tauhid itu dalam buku kurikulum sekolah di Indonesia.

Konsep pembagian tauhid ini mulai muncul pada abad 7 hijriyah dan dicetuskan oleh Ibnu Taimiyah. Sebelum eranya, ketiga macam tauhid ini sudah jamak diketahui tetapi bukan sebagai klasifikasi baku dari sebuah konsep ketauhidan.

Sebelum muncul istilah pembagian tiga tauhid, konsep tauhid dipahami kaum muslimin dengan sangat baik dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah dan Maturidiyah).

Ada yang berbahaya dari konsekuensi pembagian tiga jenis tauhid tadi. Salah satunya, rentan mendatangkan vonis kafir kepada sesama kaum muslimin dan vonis mukmin kepada orang-orang yang justru menyekutukan Allah.

Dengan pembagian semacam itu, dalam tingkatan tertentu orang-orang musyrik pun bisa dikategorikan bertauhid. Aneh sekali kedengarannya.

Bila ditelusuri, sejak dakwah Wahabi berkembang luas di negara kita Indonesia, banyak kita buku-buku akidah Islam yang membahas dan menyajikan tentang tauhid bertingkat ini. Padahal bila dikaji secara mendalam, ada perbedaan mendasar dan konsekuensi besar antara tauhid yang selama ini dipahami oleh kalangan Ahlus Sunnah dan tauhid yang dikenalkan oleh Ibnu Taimiyah.

Bagaimana sikap Ahlus Sunnah tentang pembagian tiga tauhid ini?

Simak selengkapnya penjelasan lengkap tentang pembagian tauhid menjadi tiga oleh Syekh Jamal Faruq dalam video yang telah diterjemahkan oleh Tim Youtube Sanad Media.

Selayang Panjang Profil

Nama lengkap beliau adalah Syekh Jamal Faruq Ad-Daqqaq Al-Hasani. Beliau merupakan salah seorang ulama sunni Mesir dan termasuk anggota dari Ikatan Alumni Al-Azhar Dunia.

Beliau juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir.

Salah satu buah karya Syekh Jamal Faruq adalah tahqiq dan komentar atas kitab Al-Qawa’id Al-Kalamiyah karangan Syekh Abdul Qadir bin Abdullah al-Mujawi (w. 1332 H). Diterbitkan pada tahun 2019. Halama resmi Facebook beliau dapat Anda ikuti di sini.

Redaksi
Redaksi / 439 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Agus
24 October 2020
Lebih baik, dipaparkan pendapat Beliau secara detail, biar tidak pembaca tidak repot buka² link lagi.
Hayyun Ulfah
02 August 2022
bagus sekali penejalesan beliau. terima kasih sanad media. saya sdh membaca bbrp artikel juga di google, yg paling singkat, ringan dan jelas adalah ini. ada juga di chanel Nu. bbrp tulisan tidak membantah trinitas tauhid, bahkan memberikan dalil lsg dr alquran, yah, ygmn saya sebagai awam langsung percaya dong, klo trinitas tauhid itu benar sprt apa yg saya pelajari dulu. tapi, setelah ke sini saya jadi paham bahwa itu salah. terima kasih sanad media. kesimpulan yg saya ambil adalah, biasanya bentuk dakwah salafi terselubung itu coraknya; banyakin aja ayat, banyakin hadis, banyakin refernsi, dikasi doktrin hitam putih. ya, kebanyakan masyarakat sprt saya klo dikasi ayat tapi tidak tahu asbab nuzulnya, dikasi hadis tapi ga tahu konteksnya, di kasi referesi tapi ga tau bahwa ada ulama yang benar ada yg tidak, trus ga boleh dipertanyakan dengan logika,,,,ya otomatiss manut ajalah. stlh manut, merasa plg benar benar, dan mengkafirkan, pokoknya terima kasih sdh berdakwah dg ramah, sederhana, logis dan tidak marah2.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: