Kisah

Ketika syair pujian Rasulullah membawa kesembuhan

25 Sep 2023 03:31 WIB
1513
.
Ketika syair pujian Rasulullah membawa kesembuhan Syair kasidah Syekh Abu Said Sya’ban Ibn Muhammad al-Qurasyi al-Atsari.

Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitabnya Sa'adat al-Darain mengisahkan sebuah kisah seorang ulama yang mendapatkan kemuliaan berkat syair ciptaannya yang memuji Nabi Muhammad Saw.

Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani menyebut sosok Syekh Abu Said Sya’ban Ibn Muhammad al-Qurasyi seorang pengarang kitab Syifa’ al-Asqam. Suatu ketika ia pernah mengalami suatu kejadian yang membuat ia semakin yakin akan keajaiban shalawat nabi.

Kala itu sebelum hijrah ke Yaman untuk melakukan riset dan kajian akan sirah nabawiyah, Syekh Abu Said al-Qurasyi sempat mengalami sakit yang begitu parah di Kota Mekkah. Karena sakitnya itu, ia tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. Bahkan ia pada saat itu mencapai fase kritis yang sudah tidak bisa diharapkan lagi kehidupannya.

Dalam fase kritis itu tiba-tiba ia terbersit suatu keinginan untuk mencoba menyusun sebuah qasidah yang berisi pujian terhadap Nabi. Hal ini sebagai upaya dan ikhtiarnya agar Allah memberi kesembuhan padanya. Selain itu ia juga berharap mendapat syafaat nabi dalam sakitnya itu sebagaimana diperoleh oleh pendahulunya yang mengalami hal serupa. Seperti Imam Bushiri dll yang juga pernah mengalami sakit parah.

Akhirnya ia menyusun sebuah syair yang ia beri judul ”Badi’ul Badi’ fi Madhi al-Syafi’”. Berikut di antara isi syairnya:

إن جِئتَ بَدراً فَطِب وَاِنزِل بِذي سَلَمِ * سَلِّم عَلى مَن سَبا بَدراً عَلى عَلَمِ

“Jika datang kepadamu rembulan, kirimkanlah salam kepada sosok yang telah menawan rembulan dari seluruh alam.”

Syair itu tak lain ditujukan kepada Rasulullah Saw. Setelah menyusun itu, lisannya pun tak henti menguntai pujian kepada Nabi. Begitu pula hatinya yang begitu khusyuk mengagumi keagungan pribadi Nabi Muhammad SAW.

Esoknya, pagi-pagi buta Syekh Said Sya’ban dikagetkan dengan kedatangan seorang tamu di rumahnya. Yang ternyata adalah seorang ulama besar di Mekah yang ia kenal dengan baik. Beliau adalah Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Ali yang terkenal dengan julukan Ibnu Anbar Al-Makki.

“Malam ini aku bermimpi hal yang istimewa Wahai Syekh Abu Said.”

“Apa itu?”

“Begini, kemarin ketika aku sedang tidur di rumahku di daerah Suwaiqah. Kala waktu sudah hampir muncul fajar, masjid-masjid juga sudah mengumandangkan tasbih. Aku merasakan seakan-akan diriku sedang berada di kota Mekkah di samping Kakbah.  Aku bisa melihat dengan jelas suasana Kabah yang begitu ramai. Di tengah keramaian itu ternyata saya melihat satu sosok yang tak asing bagiku. Tak lain dia adalah Rasulullah SAW yang sedang berada di serambi Kabah dikelilingi oleh lautan manusia. Sedangkan di sisi sebelah rukun yamani kudapati dirimu sedang duduk beralaskan sajadah hijau yang indah. Rombongan Rasulullah kemudian berjalan dari maqam Ibrahim menuju tempatmu. Tepat setelah Rasulullah melihatmu beliau menunjuk dirimu seraya bersabda:

“Semoga keselamatan tercurahkan padamu, Wahai Sya’ban,” Rasulullah pun mengulangi hal tersebut dua kali.

Syekh Said Sya’ban pun penasaran dengan kelanjutan mimpi Ibnul Anbari tersebut.

“Lantas, bagaimana sikapku kala Rasulullah mengucapkan salam padaku?”

“Nah waktu itu engkau lantas duduk bersimpuh di hadapannya dan membalas salamnya. Sesudah itu Rasulullah keluar dari pintu As-Shofa sedangkan engkau kembali ke tempatmu semula.”

Mendengar kabar yang begitu menggembirakan itu, seketika sakit yang diderita Syekh Abu Said Sya’ban seakan hilang. Kebahagiaan tampak jelas terpancar dari wajahnya. Kebahagiaan bertemu dan mendapatkan salam dari Rasulullah.

“Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan. Demi Allah andai kata ruhku berada di kekuasaanku akan kuberikan ruh itu padamu sebagai balasan atas kabar gembira yang kau sampaikan padaku.” Ucap Syekh Said Sya'ban kepada Ibnul Anbar.

Tak lama kemudian, untuk mensyukuri hal itu, beliau berziarah ke makam Rasulullah di Madinah seraya meneruskan syair yang dibuatnya kemarin. [1]

يا سعد إن جئت لدار السلام # فقف قليلا عن باب السلام

واشكر لما قد نلت من نعمة * وقل انا فى يقظة ومنام


[1]Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, Sa'adat al-Darain hal. 157

Ahmad Yazid Fathoni
Ahmad Yazid Fathoni / 36 Artikel

Santri, Pustakawan Perpustakaan Langitan, suka menggeluti naskah-naskah klasik.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: