Tokoh

Khabib Nurmagomedov, Sang Elang Panutan Petarung Muslim

07 Mar 2021 08:33 WIB
1404
.
Khabib Nurmagomedov, Sang Elang Panutan Petarung Muslim

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Khabib Nurmagomedov? Bagi pecinta MMA (Mixed Martial Art) pasti tidak asing lagi dengan namanya. Apalagi bagi seorang muslim yang gemar menonton seni bela diri campuran itu.

Pria dengan julukan “The Eagle” ini merupakan kelahiran Sildi, sebuah wilayah pedesaan di distrik Tsumandisky Republik Dagestan, Rusia. Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov lahir pada tanggal 20 September 1998.

Ia merupakan seniman bela diri campuran profesional Rusia dari keturunan etnis Avar, sebuah kelompok etnis asal Kaukasia Timur Laut yang umumnya bermukim di Republik Rusia Dagestan.

Khabib Nurmagomedov menjadi juara dunia Combat Sambo dan dua kali juara UFC kelas ringan. Ia menjadi muslim pertama yang memenangkan gelar itu.

Khabib sudah berlatih gulat pada umur 12 tahun dan berlatih judo dari usia 15 tahun. Pada usia 17 tahun, dia berlatih dalam laga sambo di bawah pengawasan dan arahan ayahnya sendiri, Abdulmanap Nurmagomedov. Ayahnya adalah seorang atlet dan veteran Angkatan Darat.

Seperti halnya Khabib, ayahnya juga sudah menekuni gulat sejak usia dini. Bahkan khabib sejak kecil sudah sering dilatih untuk bergulat bersama beruang.

Bulan September 2008, Khabib memulai karir dan debut pertamanya di MMA. Dia mendapatkan empat kemenangan hanya dalam waktu sebulan. Kemudian pada tanggal 11 Oktober, setelah mengalahkan tiga lawannya dalam ajang Moskow ia menjadi juara pada turnamen Piala Atrium perdana.

Karir Khabib The Eagel semakin tokcer. Tiga tahun berikutnya ia tidak terkalahkan. Dia mengalahkan 11 dari 12 lawannya. Salah satunya adalah saat menghadapi Shahbulat Shamhalaev penantang gelar Bellator yang diunggulkan.

Pada tahun 2011 dia melakoni 7 pertarungan untuk mendapatkan promosi ke ProFC. Tujuh pertarungannya tersebut ia menangkan dengan TKO (Technical Knockout). Rekor sempurna 16 kali menang dan tidak pernah kalah di gelanggang regional Rusia dan Ukraina membuat Khabib menjadi sorotan dan perhatian dari kalangan petarung MMA.

Kegemilangannya ini membuat pihak UFC tertarik untuk menawarkan kontrak kepadanya untuk bertanding di liga UFC.

Pada akhir 2011, Khabib menandatangani perjanjian enam pertarungan untuk bersaing di divisi ringan UFC. Enam pertarungan tersebut ia keluar menjadi pemenang. Pertandingan-pertandingan berikutnya pun ia torehkan dengan kemenangan sempurna. Begitu juga saat bertanding melawan Al Laquinta dalam perebutan Juara UFC kelas ringan. Rekor kemenangan sempurna ini terus berlanjut.

Khabib memutuskan untuk pensiun dari UFC setelah mengalahkan Justin Gaetjhe, dikarenakan janjinya terhadap ibunya untuk tidak lagi bertanding setelah ayahnya meninggal akibat virus Covid-19.

Hal ini membuat Khabib memiliki rekor yang fantastis: 29 kali menang. Dan prestasi tidak pernah kalah membuat dia menjadi pemegang rekor tak terkalahkan terpanjang di MMA.

Namun di balik keganasan dan kebrutalan dia dalam menghadapi lawan-lawannya di “The Octagon”, Khabib merupakan sosok seorang muslim yang patuh kepada orang tua dan taat mengikuti ajaran agama.

Dia menjadi panutan bagi petarung-petarung MMA muslim, terlebih lagi bagi petarung-petarung Dagestan.

Beberapa kepribadian dan sifat Khabib Nurmagomedov yang patut dicontoh dan ditiru umat Islam dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

Memulai segala sesuatu dengan berdoa dan mengakhirinya dengan hamdalah.

Hal ini sering dilihat sebelum Khabib memulai pertandingan-pertandingannya. Begitu juga ketika selesai bertanding, Khabib selalu melakukan sujud syukur dan awal kata yang ia ucapkan sebelum berterima kasih kepada rekan-rekan setimnya adalah hamdalah.

Sikap Khabib ini menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar selain kekuatan Yang Maha Esa. Kita hanyalah sesosok manusia yang lemah dan tak berdaya tanpa adanya bantuan dari Yang Maha Kuasa.

Menghormati dan Menghargai Wanita

Dalam agama Islam seorang laki-laki dilarang menyentuh perempuan yang bukan mahram. Hal ini pun dilakukan oleh Khabib. Ini terbukti ketika Megan Anderson seorang atlit MMA perempuan asal Australia bertemu dengan Khabib dalam sebuah acara UFC pada tahun 2016.

Pada saat itu Megan ingin bersalaman dengan Khabib, namun Khabib mengabaikan uluran tangannya. Setelah beberapa kemudian, Megan berpapasan kembali dengan Khabib, karena dipenuhi rasa penasaran ia langsung menggenggam tangan Khabib untuk berjabat tangan.

Pada saat itu juga wajah Khabib tampak pucat seperti sudah melakukan kesalahan besar. Beberapa bulan kemudian, Megan akhirnya mengetahui bahwa Khabib adalah seorang muslim.

Menjauhi larangan Allah

Meskipun nama Khabib terus melesat dan terkenal semenjak di liga UFC, hal ini tidak membuat Khabib menjadi orang yang sombong. Dia tetap menjalani semua perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

Ketika konferensi press sebelum bertanding melawan Conor McGregor, Khabib diolok-olok oleh lawannya Conor untuk meminum bir. Namun dia tidak menggubris olokannya dan memilih untuk bersabar.

Begitu juga setelah pertandingan melawan Dustin Porier. Ketika itu ia diwawancarai oleh jurnalis TV Megan Olivi yang menggenakan pakaian yang cukup terbuka. Hal tersebut membuat Khabib memilih diwawancarai dengan menunduk dan menjaga pandangannya.

Khabib pun tidak mau bertanding ketika bulan Ramadhan, karena pada bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam untuk menjalankan puasa.

Menutup aurat.

Dalam agama Islam, aurat seorang laki-laki adalah dari pusar sampai ke lutut. Ketika proses penimbangan berat badan sebelum bertanding melawan Justin Gaetjhe, Khabib meminta sebuah kain untuk menutupi auratnya.

Minum dengan duduk

Sesaat setelah penimbangan berat badan, salah satu dari tim Khabib memberinya minuman. Khabib pun menerima dan meminumnya dengan duduk.

Berbakti kepada Orang Tua

Pada tanggal 3 Juni lalu, ayah Khabib meninggal dunia setelah mengidap virus Covid-19. Kepergiannya meninggalkan bekas yang mendalam bagi keluarganya, terlebih bagi Khabib sendiri. Sang ayah selalu menemaninya di setiap pertarungan yang ia lakoni.

 Ibunya melarang dia untuk bertarung tanpa ayahnya. Ketika UFC memberitahu soal pertandingannya dengan Gaetjhe, ia kemudian menemui ibunya tiga hari setelah ayahnya wafat. Ia berjanji kalau ini (pertarungan melawan Gaetjhe) adalah pertarungan terakhirnya.

Dan Khabib pun menepati janjinya, usai menang melawan Gaetjhe ia mengumumkan untuk pensiun.

Sifat-sifat dan kepribadian Khabib tersebut patut kita teladani sebagai umat Islam. Dalam kondisi apapun, ia tetap menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Kesohoran dan ketenaran Khabib Nurmagomedov di dunia MMA tidak diragukan. Namun itu semua tidak membuat pribadi Khabib menjadi sombong dan abai terhadap perintah Allah swt.

Berikut beberapa kata-kata inspiratif dari khabib Nurmagomedov:

 

“Non-muslim tidak membaca al-Qur’an. Mereka juga tidak membaca hadits.

Mereka membaca (melihat) dirimu. Oleh karena itu jadilah cerminan islam yang baik.”

“Ketika Allah bersamamu, tidak akan ada yang dapat mengalahkanmu. Tidak ada. Kamu hanya perlu meyakininya.”

“Mendekatlah kepada orang tua kalian, karena kamu tidak aka pernah tahu keadaan di masa depan.”


Hafis Husnil Hikam
Hafis Husnil Hikam / 1 Artikel

Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: