Artikel

Memahami Al-wala’ wal Bara’ dalam konteks interaksi Nabi Muhammad dengan nonmuslim

06 Oct 2022 11:44 WIB
1104
.
Memahami Al-wala’ wal Bara’ dalam konteks interaksi Nabi Muhammad dengan nonmuslim Imam Besar al-Azhar dan Paus Fransiskus Vatikan.

Mencari pembahasan khusus tentang al-wala’ wal bara’ menurut pandangan ulama Ahlusunnah wal Jamaah (ASWAJA) sangatlah sulit. Sebab, para ulama ASWAJA tidak memasukkan al-wala’ wal bara’ ke dalam bangunan konsep aqidahnya. Konsep al-wala’ wal bara’ ini bersumber dari surah al-Maidah ayat 51 dan ayat 57, surah al-Mujadalah ayat 22, dan surah at-Taubah ayat 23-24. Jika dilihat dalam segi konteks turunnya ayat ini, yaitu dalam situasi perang melawan musuh Islam.

Al-wala’ wal bara’ menurut Sayyid Sa’id Abdul Ghani di dalam karyanya Haqiqatul Wala wal Bara Fi Mu’taqadi Ahlissunnah wal Jamaah mengatakan bahwa konsep ini dicetuskan pertama kali oleh Ibnu Taimiyah. Menurut dia, al-wala’ wal bara’ menjadi syarat sah keimanan yang sempurna bagi setiap umat Islam. Artinya menjadi muslim yang beriman secara sempurna harus bersikap al-wala’ (loyal) hanya terhadap sesama muslim, serta bersikap al-bara’ (melepas atau membebaskan) diri terhadap nonmuslim.

Konsep ini kemudian diikuti oleh Muhammad bin Abdul Wahab, lalu dilanjutkan oleh kelompok Wahabi yang membuat tafsiran ekstrim mengenai al-wala’ wal bara’. Mereka menggunakan konsep ini secara berlebihan yaitu tidak berkenan menjalin hubangan dengan nonmuslim dalam bentuk maupun kondisi apapun.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga bergaul terhadap nonmuslim. Akhlak beliau terhadap nonmuslim tidak semuanya bersikap seperti al-wala’ wal bara’, bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau memiliki hubungan yang baik dengan umat nonmuslim.

Contoh hubungan baiknya dengan nonmuslim yaitu seperti kisah Waraqah bin Naufal, seorang nonmuslim yang hanif. Pada saat jiwa Nabi Muhammad SAW tergoncang setelah bertemu dengan Malaikat Jibril. Istrinya, Sayidah Khadijah membawanya menemui Waraqah. Setelah mendengar cerita dari beliau beserta lima ayat yang diterimanya, Waraqah berkata, “Inilah orang yang sama membawa wahyu seperti yang sudah diterima oleh Nabi Musa AS.” Pernyataan Waraqah ini membuat hatinya menjadi tenang.

 Berikutnya cerita mengenai hijrahnya Nabi Muhammad SAW, awal mula terjadinya hijrah yaitu karena kondisi umat Islam terancam oleh kafir jahiliyah Makkah, waktu itu Nabi memerintahkan kepada para sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah yaitu negeri Kristen, di sana para sahabat mendapatkan perlindungan dari Raja Habasyah yang nonmuslim.

Selanjutnya ketika Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar Ash-Shidiq hijrah ke Yatsrib (Madinah) dibantu oleh Abdullah bin Arqat, seorang nonmuslim. Abdullah bin Arqat ini yang telah memandu perjalanan Nabi Muhamamd SAW bersama Abu Bakar Ash-Shidiq melewati jalan yang aman agar bisa terhindar dari kejaran kafir jahiliyah.

Terakhir, nonmuslim yang berjasa terhadap Nabi Muhammad SAW yaitu Mukhayriq seorang Yahudi yang sangat sayang kepadanya. Ia merupakan orang kaya raya yang memutuskan untuk ikut Perang Uhud membela Nabi. Ia berwasiat jika terbunuh maka semua kekayaannya akan diserahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peperangan terjadi pada hari sabtu, sebagai seorang Yahudi seharusnya ia berdiam diri di dalam rumah. Namun ia memutuskan untuk mengikuti Perang Uhud, dan akhirnya gugur di medan perang. Setelah Nabi Muhammad SAW mendapatkan kabar atas keguguran Mukharyiq, Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Dia Yahudi terbaik.” Wallahu’alam

 

Sumber Rujukan:

- Nadirsyah Hosen, “Saring Sebelum Sharing”, Bentang, Yogyakarta, 2019.

Ni’amul Qohar
Ni’amul Qohar / 3 Artikel

Ni’amul Qohar, atau yang biasa disapa Ni’am merupakan santri Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, asuhan Dr. KH. Aguk Irawan, MA. Ia di sana belajar tentang kepenulisan, terjemah dan ngaji kitab-kitab turost. Ia juga menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Selain beraktifitas ngaji, menulis dan kuliah, ia juga menjadi salah satu tim redaksi di media ulamanusantaracenter.com yang didirikan oleh Kiai Amirul Ulum. Kepada Kiai Amirul Ulum, ia mengaji ala pesantren salaf dengan kosentrasi kitab-kitab turost karya para ulama, khususnya ulama Nusantara.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: