Berita

Mufti Damaskus Mohammad Adnan Al-Afyuni Meninggal Akibat Ledakan Bom

23 Oct 2020 07:41 WIB
1142
.
Mufti Damaskus Mohammad Adnan Al-Afyuni Meninggal Akibat Ledakan Bom

Innalillah wa inna ilaihi rojiun, Mufti Damaskus Mohammad Adnan Al-Afyuni meninggal dunia pada Kamis sore, 22 Oktober 2020, di Kota Qudsaya, Damakus, Suriah akibat ledakan yang terjadi pada mobil yang ia tumpangi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi siapa yang bertanggungjawab atas ledakan tersebut.

Atas kejadian itu, Syekh Mohammad Adnan Al-Afyuni mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia tak lama usai ledakan tersebut, dikutip dari SANA News Agency, Kamis (22/10/2020).

Kementerian Wakaf Suriah menyebut, serangan bom itu merupakan tindakan terorisme.

“Sebagian besar Kota Damaskus dan wilayah sekitar telah bebas dari aktivitas kekerasan karena pemerintah telah memperketat pengawasan dan mengusir pemberontak,” kata perwakilan Kementerian Wakaf Suriah.

Syekh Mohammad Adnan merupakan tokoh kunci dalam upaya rekonsiliasi antara pemerintah dan kelompok pemberontak serta wilayah yang dikuasai oposisi, WTOP News melaporkan.

Dia merupakan tokoh penting dalam kesepakatan tahun 2016 antara pemerintah dan pemberontak di Daraya, kawasan pinggiran Damaskus. Kelompok pemberontak tersebut akhirnya menyerah setelah empat tahun terjadi gejolak.

Usai kejadian itu, pemberontak dan penduduk yang masih tersisa di Daraya dievakuasi ke Idlib.

Setelah proses evakuasi berlangsung, Syekh Mohammad Adnan memimpin doa di kota tersebut. Dalam acara itu, Presiden Suriah Bashar Al Assad turut hadir.

Sebelumnya, Daraya adalah salah satu kota pertama yang menggelar protes terhadap pemerintahan Assad pada 2011 yang memicu konflik tak berkesudahan di Suriah.

Assad menyebut peristiwa Daraya sebagai gerakan terorisme. Upaya persuasif Assad selanjutnya yaitu menggandeng Kementerian Wakaf dan pemuka agama setempat untuk memerangi gerakan tersebut.

Assad menunjuk Syekh Mohammad Adnan sebagai pimpinan Islamic asl-Sham Center sebagai upaya konter-terorisme pada 2019.

Dirinya berencana mendidik para ulama dan sarjana dari berbagai bidang untuk terus berperan dalam reformasi gagasan ekstrimisme yang menyebabkan konflik panjang di Suriah.

Redaksi
Redaksi / 440 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: