Artikel

Nama-nama mujaddid setiap abad

06 Jul 2022 05:31 WIB
3963
.
Nama-nama mujaddid setiap abad Makam Imam asy-Syafi'i sesudah direnovasi.

Nabi Saw bersabda,

إن الله يبعث لهذه الأمة على رأس كل مئة سنة من يجدد بها أمر دينها

“Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya.” (HR. Abu Daud)

Ketika bid'ah dan kemaksiatan merajalela, Allah akan mengutus para ulama di setiap abad yang akan mengembalikan ummat pada jalan agama yang benar, memberantas bid'ah dan paham-paham sesat, dan menegakkan kembali sunnah yang sudah tergerus dan pudar. Ini di antara keistimewaan ummat Nabi Muhammad Saw.

Predikat mujaddid itu diketahui dari ijtihad para ulama, melihat dari sisi gerakan dakwah dan kebermanfaatan ilmunya dalam menghidupkan kembali agama Islam yang sudah jauh ditinggalkan dan diselewengkan. Pastinya, mereka adalah para alim ulama yang memiliki kedalaman ilmu dzhohir dan batin.

Banyak ulama yang berpendapat bahwa mujaddid di setiap abad itu tidak mesti satu orang, berdalil dengan keumuman hadits di atas dengan lafadz (مَنْ) yang bisa bermakna satu atau lebih. Imam Ibnu Hajar di antara yang berpendapat demikian.

Imam Suyuthi menulis satu kitab khusus yang berbicara tentang para mujaddid setiap abad dengan judul: [التنبئة بمن يبعث الله على رأس كل مئة]

1. Abad Pertama, Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H)

2. Abad kedua, Muhammad bin Idris As-Syafi'i (w. 204 H)

Kedua sosok ini hampir disepakati oleh semua ulama. Bahkan Imam Syafi'i diisyaratkan langsung oleh Nabi Saw.

3. Abad ke-3, Imam Ibnu Suraij (w. 306 H) atau Abul Hasan Al-Asy'ari (w. 324H).

Karena ini adalah hasil ijtihad, maka kita banyak menemukan perbedaan dalam menentukan siapa yang mengisi kursi mujaddid di suatu abad.

Di abad ke tiga ini, Imam Nawawi dan Imam Tajuddin As-Subki lebih memilih Imam Ibnu Suraij, sedangkan Imam Ibnu Asakir lebih merojihkan Imam Asy'ari yang menempati mujaddid di abad ke-3.

4. Abad ke-4, Abu Hamid Al-Isfirayini (406 H) atau Imam Sahl bin Abi Sahl As-Sho'luqi atau Abu Bakar Al-Baqillani (w. 403 H). Imam Ibnu Asakir lebih memilih yang terakhir.

5. Abad ke-5, Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghozali (w. 505 H). Beliau juga termasuk mujaddid yang disepakati oleh para ulama.

Imam Al-Hafidz Al-Iroqi dalam muqoddimah Takhrij Ahaditsil Ihya' menulis,

الغالب على الظن أن الغزالي هو المراد بمن يجدد لهذه الأمة دينها على رأس المائة الخامس

“Dugaan terkuat menyatakan bahwa Imam Ghozali lah yang dimaksud mujaddid di abad ke-5.”

Dan Imam Ghazali mengaku sendiri dalam kitab beliau Al-Munqidz bahwa beliaulah yang diutus sebagai pembaharu agama di abad ke-5.

6. Abad ke-6, Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) atau Imam Rofi'i (w. 623 H).

7. Abad ke-7, Imam Ibnu Daqiq Al-I'ed (w. 702 H). Beliau juga mujaddid yang disepakati.

8. Abad ke-8, Imam Sirojuddin Al-Bulqini (w. 805 H) atau Imam Iroqi (w. 806 H).

9. Abad ke-9, Imam Suyuthi (w. 911 H). Imam Suyuthi menganggap diri beliaulah mujaddid di abad ini.

Imam Suyuthi membuat nadzam mengenai nama-nama mujaddid ini yang beliau beri nama, [تحفة المهتدين بأسماء المجددين]

Setelah menyebutkan sekian nama setiap abad, beliau melanjutkan,

وهذه تاسعة المئين قد

أتت ولا يخلف ما الهادي وعد

وقد رجوت أنني المجدد

فيها ففضل الله ليس يجحد

Syeikh Abdul Hamid Syanuhah yang mentahqiq kitab Imam Suyuthi ini melanjutkan penyebutan mujaddid setiap abad berikutnya, menurut beliau;

10. Abad ke-10, Imam Syamsuddin Ar-Romli (w. 1004 H).

11. Abad ke-11, Ibrahim bin Hasan Al-Kurdi (w. 1101 H).

12. Abad ke-12, Sayyid Murtadho Az-Zabidi (w. 1205 H).

Dan seterusnya sampai hari kiamat, Imam Suyuthi menyebutkan bahwa di akhir abad umur dunia ini, Nabi Isa yang menjadi mujaddid terakhir.

Pemilihan para ulama terhadap beberapa orang ini tentu bukan asal-asalan, tapi ada kriteria yang harus dipenuhi, pastinya bukan ulama biasa.

Jika kita perhatikan, para mujaddid ini wafat di tahun-tahun awal suatu abad baru, misalnya Imam Syafi'i wafat tahun 204 H, awal dari abad ke-3, Ibnu Suraij tahun 306 H, awal dari abad ke-4, dst.

Para ulama menyimpulkan bahwa makna (رأس المائة) waktu “diutusnya” mujaddid dalam hadits tersebut adalah penghujung atau akhir abad. Jadi, Imam Syafi'i menjadi mujaddid di akhir abad ke-2, dan seterusnya. Wallahu a'lam.

Amru Hamdany
Amru Hamdany / 16 Artikel

Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Asal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Suka mengkaji fikih.

Saghara Alam
07 July 2022
Untuk abad ke 13 dan 14 untuk ulama' kontemporer siapa yang termasuk mujaddid ?
kelana syahvez
07 July 2022
Habibi
Faisal perdana
10 January 2023
Asallamualaikum Bang🙏 Saya mau tanya cara nya masuk univ al-azhar kairo mesir. Itu gimana ya cara daftar nya? Saya pengen banget bang. Maaf kalo ada salah ucapan saya yg tidak pantas untuk di katakan

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: