Artikel

Jangan tangisi Ramadan, ini nasihat empat ulama Hadramaut untuk kita

12 Apr 2024 04:56 WIB
1335
.
Jangan tangisi Ramadan, ini nasihat empat ulama Hadramaut untuk kita Habib Umar bin Hafidz dalam rihlah dakwah ke Indonesia tahun 2023 lalu.

Terluap rasa bahagia yang beriringan dengan ucapan syukur atas karunia Allah ta'ala yang telah memberikan kita kesempatan guna menyempurnakan ibadah sebulan penuh di bulan Ramadan. Lantunan takbir pun telah menggema pertanda kedatangan hari Raya Idul Fitri. Dengan berat hati, kita harus berpamitan dengan bulan suci Ramadan.

Berikutnya, apakah yang harus kita lakukan setelah ditinggal oleh bulan Ramadan? Berikut untaian mutiara nasihat dari para ulama terkait hal ini:

Nasihat dari Imam Abdullah bin 'Alawy al-Haddad (Pengarang Ratib al-Haddad)

 لا تسكب الدمعات لرحيل رمضان ، فرمضان سيعود ، ولكن اسكب الدمعات خشية أن يعود رمضان و أنت راحل

 

“Kau tak perlu mengucurkan air mata karena kepergian bulan suci Ramadan, sebab Ramadan pasti akan kembali. Tapi cucurkanlah air mata karena khawatir ketika Ramadan kembali kau telah pergi.”

Nasihat dari Sayyid Abdullah bin Muhammad Ibn Syihab (Permata kota Tarim)

"Puasa tidak akan berakhir, Al-Qur'an tidak akan pergi. Masjid-Masjid tidak akan ditutup, ijabah doa tidak akan terputus. Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang padamu kematian, jadilah orang yang Rabbani, yang setiap saatnya beribadah, bukan menjadi orang yang beribadah hanya di bulan Ramadan.

Lalu beliau melanjutkan,

كن ربنيا ولا تكن رمضانيا

"Jadilah hamba Allah, dan jangan jadi hamba Ramadan (yang hanya beribadah ketika Ramadan saja)."

Nasihat dari Sayyid Muhammad bin Abdillah al Haddar (Guru sekaligus mertua dari Habib Umar ibn Hafidz)

علامة أنك مقبول : أن تكون أحسن مما كنت في كل خير، أعمالك تكون أكثر، وصلواتك تكون أكثر، وعبادتك تكون أكثر.

"Pertanda bahwa amal ibadahmu (selama Ramadan) diterima oleh Allah ialah; Adanya peningkatan amal baikmu sepeninggal Ramadan. Porsi ibadahmu meningkat, jumlah shalat sunnahmu meningkat, ibadahmu meningkat."

Nasihat dari Sayyid Hasan bin Abdullah bin Umar asy-Syatiri (Kakak kandung dari grand syeikh Ribat Tarim Habib Salim asy-Syatiri)

بكی رمضان أقوام فقالوا # مضى شهر العبادة والغنائم

فقلت دعوا البكاء فلو بقيتم # على التقوى بقي رمضان دائم

Sekelompok orang menangis seraya merintih, "Bulan ibadah yang penuh akan karunia dan keuntungan telah pergi (Ramadan)."

Maka aku berpesan pada mereka, "Jangan kau tangisi (kepergian Ramadan)! Bila kau tetap berpegang teguh atas ketakwaan dan amal saleh, maka (karunia) Ramadan akan tetap bersama kalian."

Maka yang harus kita lakukan sepeninggal bulan suci Ramadan adalah meningkatkan semangat kita kembali untuk melakukan kebajikan. Etos kerja, kita kobarkan kembali! Semangat ibadah, kita gaungkan kembali! Dorongan terhadap amal kebajikan, kita hidupkan kembali! Bukankah Allah ta'ala telah berfirman,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain!" (QS. al Insyirah: 7)

Karena titik akhir perjuangan ibadah dan amal kebajikan kita bukanlah sampai bulan Ramadan saja, akan tetapi titik akhir perjuangan kita hingga Allah memanggil setelah habis ajal kita. Allah ta'ala berfirman,

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنتَهَىٰ

"Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)." (QS. an Najm: 42)

Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita pertolongan dan pentunjuk untuk senantiasa melakukan dan meningkatkan amal solih, serta menebarkan kebajikan di setiap momen dan waktu, Amiin Ya Rabb al 'alamin.

Referensi

-Tatsbit al Fuad min Majalis al Haddad, karya Syeikh Ahmad bin Abdul Karim Asy Syajjar

-al-Ghoits al Midrar fi kalam Sayyid Muhammad bin Abdillah al Haddar, Forum kajian santri Ribat al-Haddar lil ulum syar'iyyah, kota Ta'iz, Yaman.

-Majmu' kalam sayyid Hasan asy Syatiri, Forum kajian santri Ribat Tarim, Hadramaut.

Muhammad Fahmi Salim
Muhammad Fahmi Salim / 39 Artikel

Alumni S1 Univ. Imam Syafii, kota Mukalla, Hadramaut, Yaman. Sekarang aktif mengajar di Pesantren Nurul Ulum dan Pesantren Al-Quran As-Sa'idiyah di Malang, Jawa Timur. Penulis bisa dihubungi melalui IG: @muhammadfahmi_salim

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: