Berita

Pesan Cinta dari Grand Syeikh Al-Azhar Hadapi Corona

30 Mar 2020 06:25 WIB
1486
.
Pesan Cinta dari Grand Syeikh Al-Azhar Hadapi Corona

Imam Besar Prof. DR. Ahmed Ath-Thayeb, Minggu (29/3) mengirim pesan televisi ke seluruh dunia mengenai virus Corona.

Dalam pesan tersebut, dia menyatakan perlunya semua orang untuk memikul tanggung jawab bersama dalam memerangi pandemi Corona.

Dirinya meminta kepada seluruh warga dunia untuk terus melindungi umat manusia dari bahaya yang ditimbulkan dari virus ini, serta mematuhi anjuran medis dan arahan orgaisasi-organisasi kesehatan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa secara syariat, semua itu wajib ditaati, sehingga orang yang meninggalkannya dihukumi berdosa, dikutip dari Sabq.org, Senin, 30 Maret 2020.

Selanjutnya, menciptakan dan menyebarluaskan hoaks terkait Corona serta membuat banyak orang tidak percaya pada kerja keras pemerintah merupakan perbuatan haram.

Syekh Al-Azhar menekankan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh para dokter, perawat, dan tim medis, wajib untuk dibanggakan dan mengapresiasinya.

Dirinya juga mengajak umat Islam seluruh dunia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengeluarkan sedekah, dan mematuhi arahan-arahan pencegahan untuk menghilangkan pandemi Corona.

Selanjutnya, dirinya mengajak semua pihak agar mengulurkan bantuan kepada setiap orang yang terkena dampak dan menjadi korban pandemi Corona.

Tak lupa, Grand Syekh juga menyampaikan rasa solidaritasnya kepada setiap negara dan bangsa yang saat ini berjuang melawan wabah global ini.

Berikut pesan lengkap Imam Besar Syeikh Al-Azhar, Prof. DR. Ahmad Ath-Thayeb:

Bismillâhirrahmânirrahîm

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Assalâmu'alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh

Anda sekalian mengetahui bahwa dunia kita saat ini hidup dalam ketakutan besar dan tekanan hebat, akibat dari cepatnya penyebaran pandemi Corona, yang menyebabkan ratusan ribu orang terinfeksi dan ribuan orang meninggal dunia, serta mengganggu kehidupan normal setelah terputusnya ragam interaksi fisik di seluruh dunia.

Dalam kondisi yang berat ini, kita sebagai negara, bangsa, individu, institusi, dan lembaga, harus memikul tanggung jawab untuk memainkan peran kita dalam memerangi pandemi ini, mengendalikan penyebarannya, dan melindungi umat manusia dari bahaya-bahayanya.

Kita juga wajib mengingat, dengan penuh kebanggaan dan apresiasi, akan pengorbanan besar yang telah dikerahkan oleh para dokter, perawat, dan semua tenaga medis yang mempertaruhkan nyawa mereka sendiri, untuk menghadapi pandemi yang tidak pandang bulu mengintai setiap manusia.

Kerja keras dan kegigihan para pejabat pemerintah dalam mengendalikan virus ini, memberikan cercah harapan bahwa kita mampu mengalahkan dan selamat dari wabah ini. Akan tetapi kesuksesan kita dalam pertempuran ini amat bergantung pada tekad serius kita untuk terus memikul tanggung jawab tanpa mengenal henti dan kendor.

Berangkat dari kaidah, "Mencegah bahaya harus didahulukan daripada mendatangkan maslahat," dan kaidah, "Bahaya yang lebih besar dampaknya harus dihilangkan meskipun dengan melakukan bahaya yang lebih kecil," serta sebagai wujud tanggung jawabku di Al-Azhar.

Saya menegaskan bahwa mematuhi anjuran medis dan maklumat yang dikeluarkan organisasi-organisasi resmi terkait, yang salah satu isinya adalah memperhatikan kebersihan pribadi, membatasi interaksi dengan social distancing.

Serta patuh berdiam di rumah, menunda sholat Jumat dan shalat berjamaah baik yang berjumlah sedikit maupun banyak, disertai komitmen untuk menunaikan shalat pada waktunya di rumah-rumah tanpa berkumpul.

Semua anjuran ini dan yang lainnya—baik di Mesir atau di negara-negara lain yang ibadah shalat didirikan di sana—bersifat darurat dan keharusan sehingga wajib dipatuhi yang berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya.

Melanggar arahan-arahan dia tas sama seperti melanggar firman Allah, "Dan janganlah  kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. al-Baqarah [2] 195)

Dalam kondisi-kondisi seperti ini, diharamkan pula menciptakan dan menyebarkan hoaks, membuat publik panik dan ketakutan, serta membuat mereka kehilangan kepercayaan terhadap upaya-upaya yang telah diambil pemerintah untuk melindungi bangsa dan masyarakat.

Pesan saya kepada saudara-saudara kami yang terinfeksi virus Corona di Mesir dan di seluruh penjuru dunia, bahwa kami senantiasa bersama kalian lewat hati dan doa kami.

Kami selalu berdoa kepada Allah SWT agar menganugerahkan kesembuhan yang segera kepada semua yang terinfeksi, dan merahmati setiap korban yang meninggal dunia oleh sebab virus ini, dan memberikan kesabaran dan penghiburan kepada keluarga serta kerabat yang ditinggalkan.

Tidak pula di sini, saya menyampaikan solidaritas Al-Azhar kepada semua negara dan bangsa yang berjuang memerangi penyebaran pandemi ini.

Dan saya menegaskan bahwa pemberian pertolongan dan bantuan dari orang-orang yang mampu kepada setiap orang yang terkena dampak dan menjadi korban virus ini di bagian dunia manapun adalah wajib di mata agama dan kemanusiaan.

Bahkan praktik nyata dari persaudaraan kemanusiaan yang sekarang betul-betul diuji dengan munculnya wabah ini, yang akan membuktikan sejauh mana ketulusan dan komitmen kita untuk menjaga persaudaraan ini.

Nasehat saya dalam upaya menghilangkan kesedihan ini adalah kita mengambil langkah-langkah preventif dan anjuran-anjuran medis dan ilmiah yang syariat memerintahkan kita untuk mematuhi, kemudian kita memperbanyak sedekah.

Dan bagi orang-orang yang beriman agar berlindung kepada Allah SWT dengan shalat dan berdoa memohon supaya Allah SWT melenyapkan kesusahan dan menghilangkan kesedihan akibat wabah ini dari hamba-hamba-Nya.

Serta supaya Allah SWT mengilhamkan kepada para ilmuwan dan mempercepat penemuan obat lewat kemampuan mereka dari virus berbahaya ini, karena sesungguhnya Allah SWT Maha Mengatur lagi Mahakuasa atas semua itu.

Ya Allah, janganlah Engkau menguasakan atas kami karena dosa-dosa kami, seorang pemimpin yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.

Ya Allah, Maha Berbelas kasih, Maha Pelimpah anugerah, Maha Pemberi kebaikan, Maha Pengasih dunia akhirat dan Maha Penyayang di akhirat, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang, wahai Pelindung bagi mereka yang mencari perlindungan, wahai Penyelamat bagi mereka yang mencari keselamatan, wahai Pemberi keamanan bagi mereka yang takut.

Wahai Penolong bagi mereka yang memohon pertolongan, wahai Engkau Maha Penghilang mara bahaya, wahai Engkau Maha Penolak malapetaka, kami memohon kepada-Mu agar Engkau menghilangkan dari kami petaka dan musibah baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, serta yang Engkau lebih mengetahui.

Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Maha Pemurah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat beliau.

Wassalâmu'alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh

Sheikh Al-Azhar, Imam Besar Prof. DR. Ahmad Ath-Thayeb.


7 Poin Pesan Grand Syeikh Al-Azhar Al-Imam Ahmad Thayib Terkait Covid-19

1. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk memerangi virus Corona dan melindungi umat manusia dari bahaya-bahayanya.

2. Kami menyampaikan dengan bangga dan penghormatan atas pengorbanan para tenaga medis dalam menanggapi pandemi Corona.

3. Mematuhi anjuran medis dan arahan orgaisasi-organisasi kesehatan, hukumnya wajib dan akan berdosa siapapun yang mengabaikan dan meninggalkannya.

4. Menciptakan dan menyebarluaskan hoaks terkait Corona serta membuat banyak orang tidak percaya pada kerja keras pemerintah, hukumnya haram.

5. Imam Besar menyampaikan solidaritasnya kepada setiap negara dan bangsa yang saat ini berjuang melawan pandemi Corona.

6. Sheikh Al-Azhar mengajak semua pihak agar mengulurkan bantuan kepada setiap orang yang terkena dampak dan menjadi korban pandemi Corona.

7. Sheikh Al-Azhar mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengeluarkan sedekah, dan mematuhi arahan-arahan pencegahan untuk menghilangkan pandemi Corona.

Redaksi
Redaksi / 440 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: