Jadwal Imsak Ramadhan pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad Ali Pasha, seorang tokoh pembaharu Mesir asal Turki, kemudian dikembangkan oleh seorang bisnisman Yahudi bernama Daoud Adas.

Sebelum 1798 M, Mesir tidak menyadari betapa pesatnya perkembangan sains di dunia sampai kedatangan Perancis. Mesir banyak mendapat keuntungan saat dijajah Perancis, salah satunya yaitu berdirinya Scientific Center.

Orang-orang Mesir belajar dari pengetahuan Perancis tentang Batu Rosetta dan peradaban kuno Mesir. Mereka juga belajar tentang seni dan penulisan serta percetakan modern, dan Perancis memulai percetakan pertama untuk mereka.

Di era pemerintahan Muhammad Ali Pasha dan dua tahun usai dia meninggal, jadwal imsakiyah dikenalkan ke Mesir pada Ramadhan tahun 1262 H, atau September 1846 M. Jadwal imsakiyah dicetak di percetakan Bulaq dan dikenal dengan Jadwal Imsakiyah Wali an-Nuam.

Jadwal tersebut dicetak di atas kertas berwarna kuning berukuran 27 cm x 17 cm. Pada bagian atas tertulis hari pertama Ramadhan jatuh pada Senin dan bulan sabit dapat terlihat jelas di selatan selama 35 menit. Jadwal tersebut juga memuat gambar Muhammad Ali Pasha.

Wassim Afifi, kolumnis di Torasiyat menuliskan bahwa jadwal imsakiyah tersebut memuat tabel besar berisi waktu-waktu shalat dan puasa setiap hari di bulan Ramadhan, merujuk pada sistem kalender Arab. Jadwal tersebut didistribusikan ke seluruh kantor pemerintahan saat itu.

Antara tahun 1920 dan 1940 M, jadwal imsakiyah Ramadhan dicetak dalam pelbagai bentuk dan tujuan. Jadwal imsakiyah pertama kali digunakan untuk media iklan dicetak oleh percetakan Egyptian Renaissance Statue milik Mahmoud Khalil pada 1347 H atau Februari 1929 M.

Selain memuat waktu shalat, jadwal tersebut juga berisi iklan tentang mesin cetak yang baru dan siap mencetak segala jenis buku.

Pada 1356 H, bertepatan November 1937 M, jadwal imsakiyah dicetak oleh toko parfum. Di dalamnya memuat informasi mengenai puasa, jadwal shalat, ayat al-Quran, bacaan pagi dan sore, zakat fitrah, dan lembar agenda harian.

Pengusaha Yahudi Daoud Adas turut memanfaatkan jadwal imsakiyah sebagai media iklan untuk tokonya pada 1364 H atau Agustus 1945 M. Jadwal ini berbeda dengan jadwal sebelumnya karena mencantumkan sejumlah pesan kebajikan serta sejumlah barang yang dia jual di tokonya.

Wassim meyakini jadwal imsakiyah yang dicetak Daoud menjadi inspirasi kebanyakan jadwal imsakiyah bagi banyak warga di waktu kemudian.

Dia pun mengatakan rahasia di balik kesuksesan jadwal imsakiyah yang dicetak Daoud adalah karena jadwal tersebut dibagikan kepada orang-orang di jalanan serta kepada jamaah masjid. Wassim menambahkan itu adalah awal evolusi jadwal imsakiyah yang terus berkembang dari tahun ke tahun.