Artikel

Shalat Idul Fitri: Hukum, Tata Cara dan Keutamaannya

13 May 2021 01:48 WIB
689
.
Shalat Idul Fitri: Hukum, Tata Cara dan Keutamaannya

Shalat Idul Fitri adalah shalat yang dilaksanakan saat Hari Raya Idul Fitri atau disebut dengan istilah Lebaran.

Shalat Idul Fitri bukan shalat yang biasa kita lakukan rutin, ia hanya dilakukan setelah kita melaksanakan puasa Ramadhan. Apa yang dilakukan untuk shalat Idul Fitri sebagaimana disyariatkan agama Islam memiliki makna serta keutamaan jika kita tunaikan.

Berikut adalah penjelasan mengenai shalat Idul Fitri, agar kita bisa memahami dan mendapatkan keutamaannya dalam melaksanakannya.

Hukum Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Sebelum mengetahui mengenai keutamaannya, hendaknya kita mengetahui tentang hukum pelaksanaan shalat Idul Fitri terlebih dahulu.

Dalam hukum pelaksanaan shalat Idul Fitri, ulama berbeda pendapat. Setidaknya dapat dibagi dalam beberapa pendapat sebagai berikut:

1. Sunnah Muakkad

Sunnah Muakkad adalah sunnah yang sangat dianjurkan atau ditekankan. Pendapat mengenai hukum shalat Idul Fitri adalah Sunnah Muakad adalah pendapat para jumhur (mayoritas) ulama, yaitu menurut mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki. Hal ini dikarenakan shalat Idul Fitri hanya dilaksanakan setahun sekali dan merupakan bagian dari serangkaian ibadah di bulan Ramadhan.

2. Fardhu Kifayah

Fardhu Kifayah adalah hukum yang bersifat wajib bagi umat muslim secara kesatuan. Untuk itu, hukumnya adalah pada kesatuan umat Islam. Karena sifat fardhu kifayah, jika sebagian besar umat Islam sudah melaksanakannya, maka sudah cukup. Pendapat ini dikemukakan oleh imam mazhab Hambali.

3. Fardhu Ain

Fardhu Ain adalah hukum ibadah yang wajib bagi setiap muslim atau muslimah. Untuk itu jika tidak dilakukan maka akan berdosa. Pendapat ini adalah dari imam mazhab Hanafi.

Keutamaan Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dengan hukum sebagaimana yang telah dijelaskan di awal memiliki berbagai keutamaan yang bisa menjadi hikmah dan makna yang bisa kita ambil. Hikmah ini sejalan dengan rukun Islam, rukun iman, dan fungsi agama.

1. Mengagungkan Asma Allah SWT

Dengan melaksanakan shalat Idul Fitri, kita pasti akan mengucapkan asma Allah berkali-kali terutama kalimat takbiratul ihram, atau Memahabesarkan Allah. Dengan begitu kita akan mendapatkan pahala dari mengagungkan dan mengucapkan atau berzikir atas nama Allah.

Bagi kita yang jarang berdzikir dan mengucapkan nama Allah, ini adalah kesempatan besar untuk kita kembali mengingat Allah di hari Raya Besar Umat Islam ini.

2. Shalat Berjamaah

Shalat Idul Fitri sudah pasti dilaksanakan secara berjamaah (mayoritas). Untuk itu, dari pelaksanaan shalat berjamaah ini akan membuat kita mendapatkan pahala shalat berjamaah yang besar dari Allah SWT.

Inilah kesempatan besar bagi umat Islam untuk merapatkan barisan dan mendapatkan kebersamaan lewat shalat berjamaah.

Di saat shalat berjamaah, kita tidak akan memandang bulu, suku, jabatan, rupa, dan hal-hal lainnya. Selagi mereka bersujud kepada Allah dan membesarkan asma Allah, sekaligus melaksanakan shalat, maka mereka adalah saudara semuslim yang harus kita jaga.

Dengan shalat Idul Fitri, kita juga mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi sesama muslim. Mungkin di bulan-bulan atau kesempatan lainnya kita akan jarang melakukan itu. Momen Idul Fitri ini menjadi kesempatan bagi kita bertemu dan saling bermaaf-maafan dengan kerabat terdekat kita atau tetangga.

Saat Idul Fitri inilah semua orang Islam keluar dari rumah dan menyempatkan untuk bisa ikut shalat berjamaah Idul Fitri di masjid atau lapangan lingkungan sekitarnya. Inilah keutamaan shalat Idul Fitri, di mana Allah SWT tidak hanya memasukkan unsur ketauhidan atau hubungan manusia dengan Allah saja, namun juga memiliki dampak terhadap hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Menurut mazhab Syafi’i dan mazhab Maliki, shalat Hari Raya dapat dilakukan secara perorangan (seorang diri) maupun secara berjamaah.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, shalat Hari Raya wajib dilakukan secara berjamaah.

3. Merayakan Bersama Kemenangan Umat Islam

Dengan melaksanakan shalat Idul Fitri kita juga bisa merayakan hari kemenangan bersama dengan umat Islam lainnya. Kita bisa merasakan kebersamaan dan kebahagiaan dari apa yang dilakukan setelah shalat Idul Fitri. Kebersamaan dan merasakan kebahagiaan bersama adalah hal yang mahal dan tidak tertandingi oleh apapun.

4. Menunjukkan Ukhuwah Islamiyah dan Kekuatan Umat Islam

Karena hukumnya yang Sunnah Muakkad atau Fardhu Kifayah atau bahkan Fardhu Ain, maka shalat Idul Fitri membuat orang-orang Islam akan terdorong untuk melaksanakannnya.

Pengertian ukhuwah islamiyah, insaniyah dan wathaniyah tentunya sangat penting untuk dipahami dan dilakukan oleh umat Islam. Dengan berkumpulnya umat Islam, akan membawa efek kepada ukhuwah islamiyah. Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang besar dan padu. Hendaknya juga menjadi motivasi bagi umat Islam agar saling membantu dalam kebaikan dan juga memberikan dorongan agar memajukan Islam bersama.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Karena shalat Idul Fitri tidak sama dengan shalat wajib lainnya, maka ada hal yang berbeda dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan saat ini adalah hari raya besar umat Islam dan juga sebagai perayaan hari kemenangan kaum muslimin sedunia.

1. Jumlah Rakaat Idul Fitri

Jumlah rakaat dalam shalat Idul Fitri ini adalah 2 (dua) rakaat. Hal ini sebagaimana riwayat dari Sayidina Umar ra. Pelaksanaannya dilakukan secara sempurna tanpa qashar.

2. Waktu Pelaksanaannya

Waktu pelaksanaan shalat Idul Fitri adalah saat matahari seukuran satu tombak hingga tergelincir. Selain itu, hal ini juga merupakan ijmak para ulama dan pertimbangan dari hadits-hadits Nabi SAW.

Syekh Abu Bakar Al-Jazairi mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengawalkan waktu Shalat Idul Adha sedangkan untuk Shalat Idul Fitri diakhirkan waktunya.

3. Pelaksanaan Khotbah Idul Fitri Setelah Shalat

Setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri, maka dilakukan penyampaian khotbah dari khatib.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa beliau melakukan shalat Id bersama Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya seperti Sayyidina Umar, Abu Bakar, dan Utsman.

Pelaksanaan Shalat Id mereka adalah sebelum khotbah berlangsung.

4 (Empat) Imam mazhab sepakat bahwa Shalat Id dimulai dengan takbiratul ihram. Mereka berbeda pendapat tentang jumlah takbir sesudahnya.

Mazhab Hanafi: 3 (tiga) kali takbir dalam rakaat pertama dan 3 (tiga) kali dalam rakaat kedua.

Mazhab Maliki dan mazhab Hanbali: 6 (enam) kali takbir pada rakaat pertama dan 5 (lima) kali takbir pada rakaat kedua.

Mazhab Syafi'i : 7 (tujuh) kali takbir pada rakaat pertama dan 5 (lima) kali takbir pada rakaat kedua.

Shalat Id di Masjid atau Tanah Lapang

Dalam masalah ini, Imam Syafi'i berpendapat apabila masjid di sebuah daerah dapat menampung banyaknya jamaah, maka tidak perlu melaksanakan Shalat Id di tanah lapang.

Lain halnya apabila masjid yang ada tidak cukup menampung banyaknya jamaah, maka shalat Id di masjid tidak disarankan.

أَنَّهُ إِذَا كاَنَ مَسْجِدُ البَلَدِ وَاسِعاً صَلُّوْا فِيْهِ وَلاَ يَخْرُجُوْنَ…. فَإِذَا حَصَلَ ذٰلِكَ فَالمَسْجِدُ أَفْضَلُ

“Jika masjid di suatu daerah luas (dapat menampung jamaah) maka sebaiknya shalat di masjid dan tidak perlu keluar…. karena shalat di masjid lebih utama.”

Dari fatwa Imam Syafi’i tersebut, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani ra. dalam Fathul Bari menarik kesimpulan bahwa tempat pelaksanaan Shalat Id adalah bergantung pada luas dan sempitnya suatu daerah untuk melaksanakan Shalat Id.

Maka, demi kemuliaan masjid, melaksanakan Shalat Id di masjid adalah lebih utama dibanding melaksanakannya di tanah lapang.

Sedangkan menurut kalangan Malikiyah, shalat Id di tanah lapang adalah Mandub atau Sunnah. Sedangkan di masjid adalah Makruh kecuali di Masjidil Haram.

Berbeda pula dengan kalangan Hanbaliyah dan Hanafiyah yang berpendapat bahwa Shalat Id di tanah lapang adalah Sunnah sedangkan di Masjid adalah Makruh termasuk Masjidil Haram.

Demikian penjelasan singkat terkait keutamaan shalat Idul Fitri yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, bagi mereka yang melaksanakan Shalat Id pada 1 Syawwal akan mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah SWT dan berguna sebagai penolongnya kelak di akhirat nanti. Wallahu a’lam.


Zainul Arifin Zhen
Zainul Arifin Zhen / 2 Artikel

Asal dari Surabaya, pernah belajar di Institut Teknologi Sepuluh November. Aktif mengisi pengajian di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: