Artikel

Ketika dua ulama besar Mazhab Syafi'i berjumpa: Syaikh Abdul Aziz al-Syahawi dari Mesir dan KH. Afifuddin Muhajir dari Indonesia

19 Jul 2022 07:50 WIB
1370
.
Ketika dua ulama besar Mazhab Syafi'i berjumpa: Syaikh Abdul Aziz al-Syahawi dari Mesir dan KH. Afifuddin Muhajir dari Indonesia Syekh Abdul Aziz al-Syahawi dan Kiai Afifuddin Muhajir.

Syaikh Abdul Aziz al-Syahawi adalah mahaguru ulama madzhab Syafi'i di Al-Azhar Mesir. Sementara KH. Afifuddin Muhajir adalah seorang alim besar ushul fikih dan maqashid syari'ah, rujukan fatwa-fatwa keagamaan madzhab Syafi'i kontemporer di Indonesia.

Pada pagi hari Senin (18/07), kedua ulama besar ini berjumpa dalam satu majlis sarapan pagi di Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pesantren Unggulan Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto (Jawa Timur)

Dalam majlis pagi yang santai itu, obrolan yang terjadi antara keduanya adalah taman ilmu (روضة من رياض العلوم) dan juga taman keberkahan. Selain maklumat yang luas dan hal-hal baru terkait fikih madzhab Syafi'i yang kami dapatkan dari obrolan keduanya, kami juga mendapatkan teladan akhlak yang luhur dari mereka.

Syaikh Abdul Aziz menghadiahkan untuk KH. Afif kitab "Bughyah al-Tsawi" yang memuat biografi intelektual beliau, serta "Majmu' al-Ta'lifat" yang merupakan bunga rampai karangan beliau. Sementara itu, KH. Afif menghadiahkan untuk Syaikh Abdul Aziz kitab karangan beliau, yaitu "Fath al-Mujib" yang merupakan syarah atas matan "Taqrib" dalam bidang kajian ilmu fikih madzhab Syafi'i.

Yang membahagiakan, Syaikh Abdul Aziz mengatakan akan membalah dan membacakan kitab karya KH. Afif tersebut di majlis keilmuannya di Al-Azhar Mesir, setelah nanti beliau kembali ke negaranya.

KH. Afif juga menghadiahi kitab "Jumhuriyyah Indunisiya al-Muttahidah fi Mizan al-Syari'ah" (Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Timbangan Syariah). Kitab ini berisi kajian penting terkait fikih tata negara dan politik kebangsaan. Di sana KH. Afif memberikan argumen keagamaan yang menegaskan jika Islam dan nasionalisme-kebangsaan adalah dua hal yang tidak untuk dipertentangkan. NKRI sudah sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.

 * * *

Meskipun pengetahuan ilmu yang mereka sangat mendalam, juga posisi sosial keagamaan mereka sangat tinggi, namun sikap rendah hati (tawadhu) sangat tampak sekali dari mereka.

Syaikh Abdul Aziz al-Syahawi juga banyak mengungkapkan doa dan madah puji untuk KH. Afifuddin Muhajir. Syaikh Abdul Aziz menyebut KH. Afif sebagai sosok "kiyai bertuah dan mberkahi" (رجل مبارك).

Selain dari itu, Syaikh Abdul Aziz juga mengatakan KH. Afif sebagai rujukan penting dalam keilmuan, khususnya ilmu fikih. Beliau berpesan kepada para santri Indonesia agar senantiasa belaku baik terhadap KH. Afif, memuliakannya dan mengikutinya. Beliau mengatakan:

أوصيكم به (أي بالشيخ عفيف الدين مهاجر) خيرا أيها الطلاب، جالسوه واقتدوا به، وبأفعاله وأقواله وأحواله وعاداته.

 * * *

Saat memoderatori acara seminar bersama Syaikh Abdul Aziz dan KH. Afif bertema Maqashid al-Syari'ah, saya benar-benar menyaksikan kepakaran dan kealiman KH. Afif dalam bidang ushul fikih, qawaid fiqhiyyah dan maqashid syari'ah.

Beberapa kawan saya ada yang alumni pesantren Salafiyyah Syafi'iyyah Asembagus, Situbondo (Jawa Timur). Mereka adalah para murid langsung dari KH. Afif yang mengajar di pesantren tersebut. Dikatakan mereka, bahwa kitab "Jam'ul Jawami'" dalam bidang ilmu ushul fikih yang terkenal rumit itu, dapat dijelaskan dengan mudah dan diuraikan dengan gamblang oleh KH. Afif.

KH. Afif membedah konsep maqashid syari'ah mulai dari akar khazanah turots klasik, seperti dalam kitab "al-Burhan" karya Imam al-Juwaini, kitab "al-Mustashfa" karya Imam al-Ghazzali dan kitab "al-Muwafaqat" karya al-Syathibi; konsep "maratib al-maqashid" dan "al-kulliyyaat al-khamsah" yang mencakup "hifzh al-din, al-nafs, al-'aql, al-nasl dan al-mal"; hingga mengaitkan dan mengkontekstualisasikannya dalam realita dan problematika kontemporer saat ini.

Maqashid Syari'ah adalah sebuah manhaj dan ilmu sekaligus, yang dapat mereformulasi hukum-hukum fikih (syariah) agar senantiasa dapat aplikatif dan kontekstual sesuai dengan segala perubahan ruang dan masa (صالح لكل مكان وزمان).

Dalam sebuah diskusi dengan Gus Dr. Anieq Nawawi yang juga alumni Pesantren Asembagus Situbondo, dikatakan bahwa sesungguhnya para ulama Nusantara telah menerapkan dan mempraktikkan ilmu Maqashid Syari'ah ini sejak masa lampau. Misalnya, ketika kita membaca beberapa karya KH. Sahal Mahfuz, maka tidak sedikit akan kita temukan pandangan-pandangan dan keputusan-keputusan hukum fikih di dalamnya yang sarat penerapan ilmu Maqashid al-Syari'ah.

نفعنا الله تعالى بهما وبعلومهما في الدارين آمين

Pacet, 18 Dzulhijjah 1443 Hijri
Alfaqir A. Ginanjar Sya'ban

A. Ginanjar Syaban
A. Ginanjar Syaban / 77 Artikel

Nama lengkapnya Dr. Ahmad Ginanjar Sya'ban, MA. Filolog Muda NU ini adalah pakar naskah Islam Nusantara. Sehari-hari menjadi dosen di UNU Jakarta, dan aktif menulis juga menerjemah buku-buku berbahasa Arab.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: