Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme menolak dan mengecam keras Charlie Hebdo. Majalah satir mingguan Perancis itu menerbitkan ulang gambar kartun yang menghina Rasulullah Muhammad SAW pada Rabu kemarin (2/9). Hari itu bertepatan dengan dimulainya sidang terdakwa serangan terhadap kantor majalah itu pada 2015 lalu.

Lembaga Al-Azhar yang memantau ekstremisme dan terorisme itu mengingatkan bahwa tindakan Charlie Hebdo justru memperuncing kebencian dan menggerogoti upaya dialog antar umat beragama.

Dalam pernyataan yang diunggah pada laman resmi Facebooknya Rabu kemarin, Observatorium Al-Azhar menyampaikan bahwa publikasi ulang gambar kartun tersebut menyulut api ujaran kebencian di antara para penganut agama dan menghalangi upaya untuk menciptakan suasana yang sehat di mana setiap orang, terlepas dari agama dan kepercayaannya, dapat hidup damai.

"Apa yang dilakukan Charlie Hebdo, akan memprovokasi perasaan sekitar dua miliar Muslim seluruh dunia," demikian bunyi pernyataannya.

Baca juga: Al-Azhar Kecam Pembakaran Masjid di Perancis

Tindakan buruk itu dapat menghambat upaya yang dilakukan oleh dua lembaga agama tertinggi di dunia dalam dialog antaragama yang mencapai puncaknya dengan penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Grand Syekh Al-Azhar dan Paus Vatikan pada Februari tahun lalu.

Observatirum Al-Azhar juga menegaskan kembali kecaman kerasnya atas serangan kriminal yang menyerang kantor Charlie Hebdo pada awal 2015. "Islam sama sekali menolak dan mencela semua bentuk kekerasan dan menyerukan kepada majalah tersebut untuk menghormati agama orang lain." imbuhnya.

Observatorium Al-Azhar menyerukan kepada dunia internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap penodaan kehormatan figur-figur yang dihormati umat Islam. "Penerapan standar ganda dan menutup mata dari kejahatan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan, hanya akan menyuburkan kebencian, ekstremisme dan terorisme." tegasnya.

Baca juga: Tanda Seseorang Keluar dari Manhaj Al-Azhar

Majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo mengatakan pada Selasa (1/9) bahwa mereka telah mencetak ulang kartun kontroversial Nabi Muhammad SAW untuk menandai dimulainya persidangan para pelaku serangan terhadap kantor mereka.

"Kami tidak akan mundur. Kami tidak akan pernah menyerah. Kebencian yang menimpa kami masih ada," tulis Direktur Laurent Reyes Sorriso dalam pembukaan edisi terbaru.

Rabu kemarin persidangan terdakwa serangan Paris yang terjadi pada awal 2015 dimulai. Para teroris melancarkan tiga serangan yang menewaskan staf majalah Charlie Hebdo, petugas polisi dan pelanggan toko.