Beberapa waktu lalu, tepat ketika saya mengunyah kurma selagi azan Maghrib baru berkumandang, ponsel saya menerima sebuah gambar berikut keterangannya tentang ihwal ceramah ustaz yang mengeluh kepada penyelenggara acara yang mendatangkannya, keluhan tersebut lantaran kursi yang dipakai kabarnya milik gereja. Si ustaz bergelar doktor itu berujar tegas: “Ganti kursi Islam!”

Sembari menertawakan gambar tersebut saya teringat dua hal. Pertama pada ujaran seorang kawan: “Kepandaian seseorang itu ada batasnya, yang tidak memiliki batasan adalah kebodohannya.” Kedua, sekejap saya membatin kurma yang masih terkunyah mulut saya agamanya apa, ya? Islam? Kristen? Yahudi? Atau mungkin penganut ateisme? Pertanyaan-pertanyaan yang semakin membuktikan bahwa kebodohan manusia tidak terbatas.

Untuh menutupi kebodohan-kebodohan serupa itu saya memutuskan menulis artikel ini. Bukan tentang ustaz yang maunya hanya duduk di kursi yang beragama Islam di atas, namun tentang buah kurma berikut apa saja yang berkaitan dengannya kecuali satu hal; apakah kurma sudah baca syahadat atau belum.


Selain memakan buahnya, orang-orang Mesir kuno membudidayakan kurma untuk dijadikan tuak memabukkan.

Dalam Bahasa Inggris kurma disebut “date”, penamaan ini berasal dari Bahasa Latin yang berakar dari Bahasa Yunani, daktylos, yang selain “tanggal” juga berarti “jari”, karena bentuk buahnya yang memanjang serupa jari jemari. Dalam Bahasa Indonesia ia disebut kurma kemungkinan karena kulit keringnya menyerupai kulit Kurma, nama awatara (penjelmaan) dewa Wisnu dalam wujud kura-kura raksasa. Hal ini sangat memungkinkan lantaran ketika para saudagar Arab mulai mengangkut kurma ke tanah air saat itu mayoritas penduduk Nusantara masih beragama Hindu.

Orang-orang Mesir kuno menggunakan kurma untuk membuat tuak, seperti halnya mereka memproduksi hal yang sama dari anggur. Orang-orang Ibrani kuno juga gemar membuat tuak dari kurma di samping mengolahnya menjadi cuka, roti, dan kue-kuean. Konon mereka juga memanfaatkan bijinya untuk penggemukan binatang ternak selain mengolah kayunya sebagai perkakas rumah.

Bagi masyarakat Romawi Kuno, daun palem kurma digunakan dalam prosesi Pawai Kemenangan (Roman Triumphus) untuk melambangkan adidaya imperium Romawi. Buah ini merupakan tanaman kebun yang populer di peristilium Romawi, meskipun di daerah beriklim sedang seperti Italia sana kurma tidak sanggup berbuah.

Pelepah kurma juga terkenal digunakan sebagai Minggu Palma dalam agama Kristen, sebuah hari peringatan dalam liturgi Kristen yang jatuh di hari Minggu sebelum Paskah. Cabang pohon tersebut diyakini berserakan di hadapan Yesus saat dia memasuki Yerusalem pada Minggu Palem.

Sekali lagi kurma tidak hanya identik dengan agama Islam, ia identik dengan sistem kebudayaan yang berlaku di daratan Timur Tengah selama ribuan tahun, tentu semua agama yang berkembang di sana memiliki kedekatan dengan kurma. Dalam kitab Injil kata yang merujuk pada kurma disebutkan sebanyak 51 kali, mengalahkan Al-Qur’an yang menyebutnya tidak lebih dari 20 kali. Banyak sarjana Yahudi meyakini bahwa "madu" dalam Alkitab pada ayat "tanah yang mengalir dengan susu dan madu" (Exodus pasal 3) mengacu pada madu kurma, bukan madu dari lebah.

Jauh sebelum risalah Islam diperkenalkan Rasulullah, pohon kurma sudah membersamai bahkan memiliki peran penting dalam agama-agama Abrahamik lain. Kurma juga banyak dibudidayakan sebagai sumber makanan di Israel kuno di mana Yudaisme dan Kristen berkembang. Meskipun demikian tetap tidak tepat menyebut kurma beragama Yahudi atau Kristen.

Dalam Al-Qur'an misalnya, antara lain Allah memerintahkan Siti Maryam untuk makan kurma selama sakit persalinan akibat melahirkan Nabi Isa (kisah selengkapnya baca QS Maryam: 22-26), oleh karenanya sampai hari ini masih dianjurkan bagi wanita hamil untuk melakukan hal serupa. Bukan lantas kurma itu tiba-tiba mualaf begitu Al-Qur’an diturunkan, namun lantaran eksistensinya sebagai karya Allah memiliki banyak manfaat bagi manusia.

Dalam Taurat, pohon kurma dijadikan sebagai simbol kemakmuran dan kemenangan. Dalam kitab Mazmur 92:12 "Orang yang benar akan tumbuh berkembang seperti pohon kurma". Batang pohon kurma muncul sebagai ikonografi pada patung yang menghiasi Bait Suci Kedua di Yerusalem, pada koin Yahudi, pada ukiran-ukiran setiap sinagoge, juga digunakan sebagai ornamen dalam Pesta Pondok Daun. Pohon kurma juga termasuk salah satu dari tujuh tanaman Israel yang dihormati dalam Yudaisme yang tertera dalam Alkitab, selebihnya adalah gandum, jelai, anggur, ara, delima, dan zaitun.



Orang-orang Afrika Utara tidak hanya terampil menggunakan pelepah-pelepah kurma sebagai gubuk untuk berteduh dan bertempat tinggal, namun daun-daun tuanya juga sanggup mereka sulap menjadi tikar, sekat, keranjang dan lain sebagainya.

Buah kurma, baik yang masih segar maupun yang sudah dikeringkan, sarat akan vitamin, mineral, dan serat-serat penting. Selain itu kurma juga tinggi antioksidannya yang siap melumpuhkan beberapa penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia. Buah kurma merupakan salah satu buah yang telah terbukti sangat potensial dalam mengobati diabetes, hal ini lantaran kandungan polifenolnya dalam memberikan kerja antioksidan yang cukup kuat.

Kurma juga mengandung bermacam nutrisi penting, di samping itu juga sebagai sumber kalium yang sangat kaya. Kandungan gula pada kurma yang sudah matang sekitar 80%, selebihnya terdiri dari protein dan serat di samping unsur-unsur lain. Mengingat tingkat fruktosa yang tinggi, gula alami yang terdapat dalam buah kurma menjadi sumber energi yang besar, sehingga dengan cepat memulihkan energi tubuh dari lemas karena lapar dan  dahaga. Oleh karenanya menjadi pilihan tepat setelah seharian penuh berpuasa.


Di antara beberapa jenis kurma yang populer

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization) PBB melaporkan bahwa kisaran sembilan juta metrik ton kurma diproduksi setiap tahunnya. Buah yang terkesan ‘islami’ ini cenderung tumbuh subur di negara-negara dengan musim panas yang panjang seperti di Timur Tengah.

Dalam hal produksi, Mesir masih juara dunia, negeri Nabi Musa tersebut mampu memproduksi kisaran 18 persen kurma di seluruh dunia, atau katakanlah jika di meja berbuka anda terdapat lima kilogram kurma yang berasal dari seluruh dunia, maka jika dipukul rata hampir sekilonya berasal dari Mesir.

Berbeda tipis dengan juara kedua, Arab Saudi, sampai tahun ini hanya mampu memproduksi 17 persen, adapun Iran berada di nomor urut ketiga dengan jumlah berkisar 15 persen. Dari segi harga, kurma Ajwa yang tumbuh subur di Madinah, atau yang sering disebut sebagai kurma nabi sampai hari ini masih sebagai kurma termahal dan favorit bagi mayoritas orang.

Catatan fosil menunjukkan bahwa pohon kurma telah ada setidaknya selama 50 juta tahun. Meski demikian, pembudidayaan pohon Kurma baru berlangsung selama beberapa ribu tahun belakang. Ditemukan bukti arkeologi akan budidaya pohon ini di dataran Arab dari milenium ke-6 SM, dan selama itu kurma telah menjadi salah satu makanan pokok di Timur Tengah dan daratan Lembah Indus.

Secara alami tanaman kurma diserbuki oleh bantuan angin, namun baik di oasis hortikultura tradisional maupun kebun komersial modern, seluruh penyerbukannya dilakukan secara manual. Kurma bisa dilihat jenis jantan atau betinanya, karena hanya kurma betina yang mampu menghasilkan buah. Penyerbukan alami terjadi dengan jumlah tanaman jantan dan betina yang kira-kira sama, atau sebut saja monogami. Namun lewat kawin bantu, satu pohon kurma jantan dapat menyerbuki hingga 100 pohon betina. Beberapa petani bahkan tidak membudidayakan kurma jantan, karena serbuk bunga jantan saat ini sudah terjual bebas di pasaran.

Pada masa suburnya, pohon kurma dapat menghasilkan lebih dari 100 kg di setiap musim panen, yaitu sekitar 10.000 biji kurma.

Kurma kering yang lunak dapat disantap begitu saja, atau dapat diisi dengan almond, buah kenari, krim keju, dan lain-lain. Kurma juga dapat dipotong-potong dan digunakan dalam berbagai hidangan manis dan gurih, dari tajine (tagines) di Maroko hingga puding dan sejumlah kue-kuean khas Arab. Roti kacang kurma (date walnut bread) justru malah menjadi salah satu jenis kue yang sangat populer di Amerika Serikat, terutama di hari-hari libur. Adapun cuka yang terbuat dari kurma merupakan produk tradisional Timur Tengah yang tidak begitu diminati daerah-daerah lain.

Roti kacang kurma (date walnut bread) menjadi salah satu kue yang sangat populer di Amerika Serikat pada hari-hari libur

Inovasi terbaru yang berbahan dasar kurma seperti kurma berlapis coklat serta jus kurma bersoda hari ini sangat populer di beberapa negara sebagai semacam sampanye non-alkohol, khususnya untuk acara dan waktu-waktu keagamaan layaknya Ramadhan.

Sirup kurma bernama silan cukup terkenal di Israel, selain sebagai pengganti madu, ia dibutuhkan ketika memasak ayam dan disajikan sebagai manisan dan santapan penutup. Berbeda dengan silan, ketika anda berkunjung ke Timur Tengah kemudian berjumpa dengan sirup tradisional bernama jallab, juga berbahan dasar kurma.

Daun kurma muda dimasak dan dimakan sebagai sayuran, begitu juga dengan pucuk atau jantungnya meskipun akan membunuh pohonnya jika diambil. Biji yang digiling halus dicampur dengan tepung untuk membuat roti pada masa-masa kritis. Bunga kurma juga bisa dimakan, kuncupnya digunakan sebagai bahan salad atau digiling dengan ikan kering untuk dijadikan bumbu roti.

Begitu matahari tenggelam, beduk mulai digebuk, dan azan siap dilantunkan, tidak sedikit umat muslim langsung memungut kurma mendahului makanan lain untuk mengakhiri puasa, dibalut rasa syukur yang mendalam atas rizki-Nya tanpa mempertanyakan apakah status buah tersebut sudah muslim atau masih kafir.

***

Glosarium:

1.   Metrik: n sistem desimal yang menggunakan meter sebagai ukuran panjang dan gram sebagai ukuran berat

2.   Peristilium: n teras bersambung yang membentuk jajaran kolom yang mengelilingi perimeter bangunan atau pelataran dalam arsitektur Yunani dan Romawi Kuno

3.   Roman Triumphus: upacara adat masyarakat Romawi Kuno dalam merayakan keberhasilan seorang panglima memimpin bala tentara Romawi

4.   Agama Abrahamik: disebut juga Agama Samawi, yakni agama-agama yang muncul dalam tradisi Semit kuno yang memiliki keterkaitan dengan Nabi Ibrahim sebagai sosok leluhurnya

5.   Ikonografi: n ilmu tentang seni dan teknik membuat arca

6.   Bait Suci Kedua: rekonstruksi bait (rumah) Allah yang berdiri antara tahun 516 SM sampai 70 M di Yerusalem dalam tradisi Yudaisme

7.   Pesta Pondok Daun: atau Hari Raya Pondok Daun, disebut juga Tabernakel, adalah perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober