Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Artikel

Krisis Kesehatan? Islam Sudah Kasih Panduan Sejak 14 Abad Lalu

Avatar photo
1276
×

Krisis Kesehatan? Islam Sudah Kasih Panduan Sejak 14 Abad Lalu

Share this article
Menjaga tubuh bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga bagian dari menjaga amanah yang Allah titipkan.
Menjaga tubuh bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga bagian dari menjaga amanah yang Allah titipkan.

Kesehatan adalah salah satu anugerah terbesar yang dimiliki manusia, yang keberadaannya sering kali baru disadari ketika hilang. Dalam kehidupan seorang Muslim, menjaga pola hidup sehat bukanlah sekadar pilihan, tetapi kewajiban yang harus dijalankan. Tubuh yang sehat menjadi modal utama untuk beraktivitas, berkarya, dan menjalani berbagai peran dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang terjaga, produktivitas menurun, semangat beribadah melemah, dan potensi diri sulit berkembang secara optimal.

Menjalani pola hidup sehat berarti memperhatikan asupan makanan, menjaga kebersihan, berolahraga secara teratur, dan beristirahat cukup. Semua itu bukan hanya demi kenyamanan pribadi, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap aktivitas baik duniawi maupun spiritual dapat dilakukan dengan maksimal. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan harus ditanamkan sejak dini, terutama di kalangan anak muda, agar mereka mampu menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa mengorbankan kesejahteraan tubuhnya.

Krisis Kesehatan Anak Muda di Indonesia

Hasil survei Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas di kalangan remaja usia 13–15 tahun meningkat dari 2,5 % di tahun 2010–2013 menjadi 4,8 % pada 2018, dengan angka obesitas di DKI Jakarta mencapai hingga 10 %, yang merupakan tertinggi di Indonesia E-Journal Universitas Airlangga. Sementara itu, data lebih terbaru dari BRIN menunjukkan bahwa prevalensi kelebihan berat badan (gemuk dan obesitas) pada anak dan remaja di Indonesia telah mencapai 19,7 % BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kondisi ini mencerminkan krisis nyata penyakit tidak menular (PTM) kini mengancam generasi muda, padahal dulu dianggap sebagai masalah orang dewasa.

Indonesia dipenuhi karunia alam yang luar biasa dengan garis pantai terpanjang dan keragaman hayati laut terbesar dunia, negeri ini kaya akan ikan dan hasil laut bergizi. Data menyebut bahwa konsumsi ikan per kapita di Indonesia meningkat dari sekitar 19 kg/tahun pada 2010 menjadi 54,5 kg/tahun pada 2019 PMC. Sayangnya, potensi ini tidak dimanfaatkan sepenuhnya secara ideal. Banyak masyarakat lebih memilih mengonsumsi makanan instan ketimbang menyantap ikan secara sehat. Padahal, kuliner tradisional seperti pepes seperti pepes ikan, pepes tahu, atau botok adalah metode memasak yang menutrisi dan secara alami menjaga nilai gizi bahan, berbeda dengan cara pengolahan modern yang sering menurunkan kandungan nutrisi. Makanan seperti ini bukan hanya kuliner sederhana, tetapi bagian dari warisan yang justru dicari dan dihargai oleh banyak orang di luar negeri Wikipedia.

Beberapa faktor penyebab utama krisis kesehatan di kalangan anak muda Indonesia meliputi konsumsi makanan instan yang tinggi gula, garam, dan lemak seperti mie instan, gorengan, dan minuman manis serta kebiasaan menerapkan gaya hidup sedentari (mager), di mana banyak anak muda menghabiskan waktunya di depan gadget tanpa aktivitas fisik. Data menunjukkan bahwa 33,5 % masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik dan 31 % mengalami obesitas sentral, dua faktor risiko utama PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, kurangnya konsumsi air putih turut memperburuk metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko penyakit lainnya.

Fenomena ini sangat mengkhawatirkan karena anak muda adalah generasi produktif dan punya peran penting di masa depan umat dan bangsa. Jika bukan sekarang mereka membenahi pola hidup, risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular dapat menghantui mereka di usia produktif. Untuk itu, krisis kesehatan ini bukan sekadar urusan medis, tetapi juga menjadi tantangan moral dan spiritual bagaimana membuat generasi muda menyadari pentingnya menjaga tubuh agar tetap menjadi amanah dan sarana beribadah yang optimal.

Pandangan Islam tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan sejak awal jauh lebih utama daripada mengobatinya setelah sakit. Oleh karena itu, upaya untuk mempertahankan tubuh tetap sehat perlu dilakukan sedini mungkin. Kesehatan adalah salah satu nikmat paling berharga yang dimiliki manusia, sehingga seorang hamba seharusnya senantiasa bersyukur atas karunia ini dan tidak menyia-nyiakannya dengan sikap lalai atau kufur. Nabi saw. Bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya: ”Ada dua kenikmatan di mana banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” [HR Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas]

مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Artinya: “Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya.” (HR Tirmidzi)

Sejalan dengan penekanan Nabi saw. tersebut, Al-Qur’an pun memberikan pandangan yang mendalam tentang kesehatan, meskipun tidak secara eksplisit mendefinisikannya. Al-Qur’an menggambarkan kesehatan sebagai kondisi yang diidamkan dan seharusnya dijaga oleh manusia. Beberapa ayat bahkan menyinggung pentingnya menjaga tubuh, jiwa, dan lingkungan agar tetap seimbang dan bermanfaat bagi kehidupan.

Dalam surah al-A’rāf ayat 31, Allah berfirman,

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Dalam surah al-Baqarah ayat 195, Allah berfirman,

وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Dalam ayat-ayat tersebut, Al-Qur’an menekankan pentingnya merawat kesehatan fisik sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam beragama. Al-Qur’an memberikan petunjuk terkait pola hidup sehat, termasuk kebiasaan makan yang baik dan menjaga kebersihan diri. Misalnya, Al-Qur’an melarang mengonsumsi makanan yang haram atau berpotensi merusak tubuh, sekaligus mendorong untuk mengonsumsi makanan yang halal dan bermanfaat. Perawatan tubuh ini juga tercermin dalam praktik ibadah, seperti puasa, yang selain memberi dampak spiritual, juga membawa manfaat bagi kesehatan fisik.

Islam Sudah Memberikan Panduan Hidup Sehat, Tinggal Kita Jalankan

Sejak berabad-abad lalu, Islam telah mengajarkan panduan hidup sehat yang mencakup pola makan, menjaga kebersihan, berolahraga, hingga menyeimbangkan aktivitas dan istirahat. Semua itu bertujuan menjaga kesehatan fisik dan rohani agar ibadah dapat dilakukan dengan optimal. Di tengah gaya hidup modern yang serba instan, tinggal bagaimana kita mau menjalankan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • Pembiasaan Gaya Hidup Makan dan Minum yang Tepat

Dalam ilmu kesehatan dan gizi, makanan disebut sebagai unsur paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Para ahli kedokteran Islam menekankan konsep makanan yang halalan dan thayyiban yakni makanan yang halal, baik, dan bermanfaat bagi tubuh. Al-Qur’an pun berpesan agar manusia senantiasa memperhatikan apa yang dikonsumsi. seperti ditegaskan dalam ayat:

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”

Karena itu, penting bagi kita menjaga asupan makanan dan minuman agar tubuh tetap sehat dan mampu beribadah dengan baik.

Di era serba instan, selektiflah dalam memilih makanan, hindari yang tinggi gula, garam, dan lemak yang menjadi penyebab banyaknya penyakit pada anak muda saat ini.

  • Pentingnya Memelihara Kebersihan

Islam menempatkan kebersihan sebagai hal penting, baik untuk kesehatan maupun ibadah. Dalam istilah fikih disebut al-thaharah, yaitu upaya menjaga kesucian lahir dan batin sebagai bentuk ibadah. Kebersihan lahir mencakup tubuh, pakaian, tempat, dan lingkungan, sedangkan kebersihan batin meliputi hati, akidah, akhlak, dan pikiran. Karena itu, banyak kitab fikih dan hadits memulai pembahasannya dari thaharah, menandakan betapa pentingnya kesucian sebagai kunci ibadah.

  • Menjaga Vitalitas Tubuh melalui Olahraga

Olahraga adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain membuat fisik bugar, olahraga juga membantu meningkatkan daya tahan, kekuatan otot, keseimbangan emosi, dan fungsi organ tubuh. Jika dilakukan secara rutin dan teratur, tubuh akan lebih siap menjalani aktivitas harian dengan maksimal.

Dalam pandangan Islam, olahraga (al-riyādhah) hukumnya mubah, bahkan bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga kesehatan demi kelancaran ibadah. Islam memang tidak menentukan bentuk dan teknik olahraga tertentu, namun memberikan prinsip umum agar tetap sesuai dengan nilai-nilai syariat.

Al-Qur’an mendorong umat Islam untuk memiliki kekuatan fisik, seperti yang disebut dalam QS. al-Anfāl ayat 60.:

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Pesan ini menunjukkan pentingnya melatih tubuh agar kuat, sehat, dan siap menghadapi berbagai tantangan hidup.

  • Aktivitas dan Istirahat yang Selaras

Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan menghindari kebiasaan yang merusak tubuh, seperti merokok, serta mengatur keseimbangan antara aktivitas dan istirahat agar hak tubuh tetap terjaga.

Islam juga mengingatkan agar manusia tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan fisik. Rasulullah ﷺ pernah menasihati sekelompok sahabat yang berniat beribadah secara berlebihan, seperti berpuasa terus-menerus tanpa berbuka atau begadang sepanjang malam untuk shalat tanpa tidur. Beliau bersabda: “Berpuasalah dan berbukalah, bangunlah di malam hari dan tidurlah, karena tubuhmu memiliki hak, dan perutmu pun memiliki hak” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pesan ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bagian dari ibadah, karena dengan tubuh yang sehat, ibadah pun dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Tubuh Sehat, Ibadah Lebih Kuat

Menjaga tubuh bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga bagian dari menjaga amanah yang Allah titipkan. Tubuh adalah sarana untuk beribadah dan menjalankan tugas sebagai hamba-Nya. Ketika kita merawatnya dengan pola makan yang baik, kebersihan, olahraga, dan istirahat cukup, kita sebenarnya sedang mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh-Nya.

Jika semua itu dilakukan dengan niat yang benar, menjaga kesehatan akan bernilai ibadah dan mendatangkan pahala. Dengan tubuh yang sehat, ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk dan aktivitas bermanfaat dapat dijalani dengan optimal. Maka, marilah kita menjaga tubuh ini sebaik mungkin, bukan hanya demi hidup yang lebih panjang, tetapi juga agar perjalanan kita menuju Allah penuh dengan amal kebaikan.

Kontributor