Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Artikel

Bagaimana Nabi Mengajarkan Jadi Pemimpin di Tengah Krisis

Avatar photo
1078
×

Bagaimana Nabi Mengajarkan Jadi Pemimpin di Tengah Krisis

Share this article

Jika seorang disuruh memilih antara naik Suzuki Carry dan Toyoya Alphard, hampir pasti dia akan memilih naik Alphard. Tapi, bagaimana jika di dalam Carry itu ada istri mempesona yang sangat dia cintai, apakah dia masih tetap memilih Alphard? Sangat mungkin dia akan memilih mengendarai Carry, karena kenyamanan sering kali ditentukan oleh bersama siapa, bukan dengan apa.

Nabi Muhammad Saw. datang ke Madinah punya konsekuensi penduduk Madinah harus banyak berkorban. Beliau datang ke Madinah dengan status DPO, Daftar Pencarian Orang. Beliau adalah orang pertama yang dicari pembesar-pembesar Makkah.

Terjadilah perang Badar, Uhud dan Khandaq dengan target utama Muhammad. Penduduk Madinah bergeming, tidak riuh meski dengan segala kesulitan yang dihadapi. Nabi Muhammad dengan segala suri tauladannya merupakan jaminan kenyamanan.

Saat keluar dari Madinah untuk menghadapi Kuffar Quraish, jumlah tentara Islam 300 lebih sedikit, dengan 70 unta dan 2 kuda. Jumlah kendaraan tidak berimbang dengan jumlah tentara. Mereka bergiliran menaikinya, satu kendaraan untuk dua, tiga, atau empat orang. Termasuk Rasulullah Saw. Beliau bergiliran dengan Ali bin Abi Thalib dan Martsad al-Ghanawi ra.

Baca juga: Bahagianya Nabi Hidup Bersama Orang-orang Kecil

Kedua sahabat ini mengatakan kepada Rasulullah Saw., “Wahai, Rasulullah, Kami berdua saja yang jalan menggantikan engkau.”

Rasulullah menjawab, “Kamu berdua tidak lebih kuat dari saya, dan saya tidak kalah butuhnya pada pahala daripada kamu berdua.”

Perjalanan ke Badar yang amat berat itu serasa ringan karena bersama Rasulullah Saw. yang penuh dengan tauladan.

Salah satu situasi paling berat di Madinah adalah saat Perang Khandaq, Perang Parit. Nama lain adalah Perang Aḥzāb, berbagai kabilah atau kelompok masyarakat yang bersepakat untuk memerangi Madinah. Terjadilah pengurungan atau blokade terhadap Madinah selama tiga pekan. Kehidupan di Madinah benar-benar sulit. Sebuah surat Al-Quran turun kepada Nabi Saw. berkenaan dengan situasi ini, yakni Surat Al-Aḥzāb. Uniknya, ada ayat yang sering kita baca diletakkan di tengah-tengah Surat ini.

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

Hal ini seperti memberi isyarat, bahwa kesulitan apapun yang dihadapi umat Islam Madinah akan dilalui dengan baik selama masih ada Nabi Muhammad Saw. di tengah mereka dan selama mereka tetap iman kepada Allah dan Nabinya. Keberadaan pemimpin yang merakyat di tengah-tengah masyarakat merupakan salah satu kunci utama menghadapi krisis.

Indonesia dalam menghadapi krisis Covid-19 membutuhkan pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh yang mampu menjadikan diri sebagai bagian dari mereka.

Baca juga: Begini Cara Nabi Muhammad Tertawa, Sangat Manusiawi

Kontributor

  • Abdul Ghofur Maimoen

    Nama lengkapnya Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, Lc., MA. Setelah menyelesaikan studi doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, kini beliau menjadi pengasuh PP. Al-Anwar 3 Sarang-Rembang, Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Anwar, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.