Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Artikel

Pentingnya Menghadap Kiblat dalam Berdoa

Avatar photo
1030
×

Pentingnya Menghadap Kiblat dalam Berdoa

Share this article

Salah satu etika memohon kepada Allah SWT adalah berdoa menghadap kiblat. Karena kiblat adalah arah tujuan mulia dimana Allah memerintahkan orang-orang Islam agar menghadap ke arah itu dalam beribadah.

Sebagaimana Ka’bah adalah kiblat shalat umat Islam, maka ia juga kiblat dalam setiap doa mereka.

Setiap kali perintah memiliki kedudukan yang tinggi, maka nilai kesunahan darinya menjadi sangat jelas. Hal itu ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. pada banyak kejadian. Seperti pada saat Perang Badar ketika beliau melihat kaum musyrik Makkah sebanyak 1000 orang sedangkan jumlah sahabatnya hanya 319 orang, beliau langsung menghadap kiblat kemudian mengulurkan tangan ke atas lalu segera berdoa pada Tuhannya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : اِسْتَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَعْبَةَ فَدَعَا عَلَى نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ

Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas’ud ra. bahwa dia berkata: Nabi Muhammad saw. menghadap Ka’bah lalu berdoa memohon pertolongan atas golongan kafir Quraisy.

Baca juga: Doa Penangkal Pandangan Jahat, Terbebas dari Iri dan Dengki

Etika berdoa saat menghadap kiblat ini merupakan akhlak paling sempurna dan utama bagi seorang pendoa. Bahkan dalam banyak hadits disebutkan sebuah doa tidak dikabulkan hanya lantaran tidak menghadap kiblat.

Oleh sebab itu, Imam al-Bukhari sendiri dalam Shahih al-Bukhari menyusun bab tersendiri tentang doa yang tidak menghadap kiblat.

Imam al-Qurthubi berkata, “Doa adalah perbuatan baik dalam keadaan apapun dimungkinkan melakukannya. Doa merupakan tuntutan setiap orang lantaran memperlihatkan keadaan fakir dan butuhnya pada Allah sekaligus ketundukan dan kepatuhan kepada-Nya. Jika dia ingin menghadapat kiblat dan mengangkat keduanya tangannya, maka hal itu merupakan perbuatan yang baik dan jika tidak, maka berlaku sebaliknya. Nabi saw. sendiri melakukannya (menghadap kiblat) sebagaimana tercatat dalam banyak hadits.”

Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, Rasulullah mengangkat tangan berdoa sembari menghadap kiblat pada saat melempar jumrah.

كَانَ ( النبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) إِذَا رَمَى الْجَمْرَةَ الَّتِي تَلِي مَسْجِدَ مِنًى يَرْمِيهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ، يُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ، ثُمَّ تَقَدَّمَ أَمَامَهَا فَوَقَفَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو، وَكَانَ يُطِيْلُ الْوُقُوْفَ، ثُمَّ يَأْتِي الْجَمْرَةَ الثَّانِيَةَ، فَيَرْمِيْهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ، ثُمَّ يَنْحَدِرُ ذَاتَ الْيَسَارِ مِمَّا يَلِي الْوَادِيَ، فَيَقِفُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو، ثُمَّ يَأْتِي الْجَمْرَةَ الَّتِي عِنْدَ الْعَقَبَةِ فَيَرْمِيْهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ، يُكَبِّرُ عِنْدَ كُلِّ حَصَاةٍ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ وَلَا يَقِفُ عِنْدَهَا

Nabi Muhammad saw. ketika melempar jumrah pertama yang letaknya di samping masjid Mina, beliau melempar sebanyak tujuh kali sambil membaca takbir pada setiap lemparan batu kerikil. Kemudian beliau berdiri di depannya sembari menghadap kiblat, mengangkat keduanya dan berdoa. Beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau melempar jumrah yang kedua dengan tujuh batu kerikil sambil bertakbir pada setiap lemparan. Kemudian bergerak ke arah kiri menuju tempat dekat bukit, lalu berdiri sembari menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan dan berdoa. Kemudian belilau berjalan mendatangi tempat pelemparan jumrah aqabah, lalu beliau melempar tujuh batu kerikil, sambil bertakbir pada setiap lemparan kemudian beliau pergi meninggalkannya dan tidak berhenti lagi.

Baca juga: Kiat Menghindari Bisikan Setan dari Imam asy-Syadzili

Sudah sepatutnya setiap muslim memperhatikan etika dan tata karma dalam melaksanakan ibadah. Dalam kapasitas doa sebagai inti ibadah, etika berdoa menghadap kiblat sebaiknya diperhatikan dan diamalkan.

Kontributor

  • Redaksi Sanad Media

    Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial.