Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani hafidzahullah menjelaskan dalam khotbah Jumat bahwa keluarga merupakan awal dari sebuah masyarakat. Kehancuran masyarakat berawal dari rusaknya tatanan undang-undang usrah (keluarga).
Di antara sebab kerusakan keluarga, menurut Syekh Yusri, adalah dengan cara mempermainkan nasab (garis keturunan).
Bentuknya antara lain dengan diperbolehkannya hubungan bebas antara laki-laki dan peremputan tanpa ikatan pernikahan dan penyimpangan-penyimpangan yang menjadi penyakit masyarakat. Semua ini adalah merupakan dampak dari modernisasi barat yang sangat membahayakan umat Islam.
Sebagaimana telah disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bahwa hari kiamat akan terjadi pada suatu masa, d imana keadaan manusia sudah sangat rusak akhlaknya dan hancur moralnya.
Baginda Nabi SAW mengungkapkannya dalam sabdanya:
وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
“Dan yang tersisa adalah mereka orang-orang yang paling buruk (akhlak dan moralnya), mereka berhungan badan di dunia ini seperti keledai-keledai, lalu terjadilah kiamat itu pada diri mereka.”(HR. Muslim)
Baginda Nabi SAW melihat mereka dengan mata ruhaniyah, karena segala hal di mata ruhaniyah beliau adalah sama, tidak madhi (masa lampau) dan tidak pula mustaqbal (masa yang akan datang).
Seperti Baginda Nabi menceritakan umat-umat terdahulu, kisah para nabi, serta apa saja yang akan terjadi sebelum hari kiamat itu datang. Mereka mencukupkan diri dengan sejenisnya, munculnya penyimpangan-penyimpangan fitrah manusia dan hilangnya rasa malu pada diri mereka. Banyak sekali orang-orang dari Barat yang tidak mengenal siapa bapak mereka, dikarenakan hubungan bebas yang tidak terikat dengan peraturan pernikahan yang sah.
Baginda Nabi SAW selalu mengawali khotbahnya dengan awal surat An-Nisa’:
يَأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu (Nabi Adam AS), dan Dia ciptakan darinya pasangannya, dan Dia menyebarkan dari keduanya itu laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah Dzat yang denganNya kalian saling meminta (hak antara yang satu dengan yang lainnya), dan bertakwalah kalian akan hubungan rahim (untuk tidak memutusnya), karena sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha mengetahui dan Maha mengawasi atas kalian.” (QS. An Nisa: 1)
Hal ini menunjukkan pentingnya keluarga dalam tatanan kehidupan bermasyarakat sebagai khalifah Allah di muka bumi untuk memakmurkannya.
Kemakmuran keluarga adalah benih dari kemakmuran masyarakat, karena kelurga merupakan batu bata dari sebuah bangunan yang tertata rapih. Maka dari itu, Islam mengajarkan untuk menjaga nasab, dengan mengatur hubungan pernikahan, kewajiban mengasuh dan mentarbiah anak, serta hak dan kewajiban dari masing-masing pasangannya. Wallahu a’lam.
Baca tulisan menarik lainnya tentang Syekh Yusri di sini.











Please login to comment