Seseorang mengirim kertas. Ternyata dia minta uang pada Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah setiap datang dari jauh.

Syekh Yusri berkata kepadanya, “Nanti temui aku saat aku keluar masjid. Semoga kamu dikayakan dan tidak datang lagi meminta.”

Lalu beliau berkata, “Secara umum, barang siapa berusaha untuk iffah (menjaga kehormatan dan tidak meminta) maka Allah swt. akan menjaganya. Dan barang siapa meminta-minta pada manusia, maka dia akan terus fakir sepanjang hidupnya.”

Kefakiran yang sesungguhnya adalah meminta-minta, bukan karena butuh.

Jadi, jangan sampai kamu meminta selain kepada Tuhanmu. Kalau ada keperluan, maka memohonlah pada Tuhanmu!

Bersabarlah sedikit, tidak ada anugerah yang diberikan pada manusia menyerupai sabar. Itulah gudang terbesar.

Tapi masalahnya, kamu ingin sekarang juga, harus sekarang, maka kamu pun akhirnya meminta pada orang.

Kenapa mesti sekarang?! Hai saudaraku, apa salahnya setelah 10 tahun, 20 tahun?

Aku ceritakan sesuatu yang terjadi pada diriku pribadi. Aku ingin membeli jas musim panas sejak 30 tahun lalu, akhirnya aku beli di Alexandria kemarin lusa. Baru tercapai setelah 30 tahun.

Tidak mesti semua yang kamu inginkan, langsung kamu pergi untuk langsung membelinya sekarang juga.

Didiklah dirimu wahai anakku.

Meminta-minta itu adalah kefakiran, bukan karena butuh atau memerlukan.

Semua kita memerlukan, semua kita adalah orang-orang faqir, tetapi faqir (memerlukan) kepada Allah swt., sehingga kita menjadi kaya.

Jangan sampai kamu menjadi orang faqir pada para makhluk!

Makanya orang yang biasa meminta-minta kepada manusia, akan hidup selamanya menjadi pengemis dan mati pun dalam keadaan mengemis.

Semestinya masing-masing orang belajar untuk menunda sedikit keperluannya, sedikit-sedikit.

Aku dahulu tidak punya klinik, anakku 5, kadang berbulan mobilku rusak. Aku biarkan tidak dipakai karena aku tidak punya uang untuk memperbaikinya. padahal aku mempunyai surat tawkil milik saudari-saudariku yang bekerja di Saudi dan uang mereka begitu banyak di bank.

Aku tidak pernah berpikir menggunakan surat tawkil itu untuk meminjam uang dan nanti dikembalikan.

Jadi jangan pernah melihat apa yang dimiliki orang lain, meskipun kamu punya surat tawkil, meskipun kamu sangat memerlukan! Allah yang akan mengayakanmu.

Biasakanlah berlaku seperti itu. Kefakiran adalah terlalu berkeinginan pada sesuatu sehingga kamu meminta-minta pada orang lain. Itulah kefakiran. Sementara orang kaya adalah orang yang merasa tidak butuh.

Sayyiduna Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada anugerah yang diberikan pada manusia menyerupai sabar.”

“Sabar itu indah.”

Jadi ketika kamu tidak bisa menggapai sesuatu saat kamu menginginkan, maka derajat dirimu menaik.

Sementara jika kamu tidak bisa menggapai sesuatu lalu kamu mendapatkannya saat itu juga maka dirimu makin makin rendah. Kenapa? Karena kamu mengikuti hawa nafsumu. yang mengikuti nafsu membuat diri makin rendah, sementara yang menyalahi nafsu, dirinya makin tinggi.

Makanya Sayyiduna Umar bin Al-Khaththab berkata, “Apakah setiap kali kamu menginginkan sesuatu maka kamu membelinya?!” Mestikah setiap kamu ingin  makan sesuatu maka kamu langsung pergi membelinya?

Tidak, tundalah sedikit.

 

Kalau kamu selalu membeli semua yang kamu mau, berarti kamu menguatkan nafsu amarah.

Sementara kalau kamu melawan nafsu dan mengatakan, “Nanti saja, ada yang lebih penting, kalau sudah selesai ini, ini dst,” maka tenangkan nafsumu, suruh dia diam, pukullah dengan ujung pulpen, daripada memukul istrimu.

Maka kamu akan kaya, hidup kaya, mati kaya, kaya dengan Allah swt.

Tapi kalau kamu terus meminta padaku, maka kamu akan terus fakir, hidup mengemis dan mati mengemis.

Serahkan pada Allah, niscaya Dia menggerakkan hati orang-orang untuk membantumu di saat keperluanmu ditakdirkan untuk terwujud. Bisa jadi saat kamu jalan, tiba-tiba ada yang mendatangi dan memberimu uang yang diperlukan.

Yang datang padamu tanpa kamu meminta itu merupakan rezeki yang didatangkan Allah swt. padamu. Begitu banyak orang diberi uang tanpa pernah meminta.

Allah swt. mengajarkan padamu agar tidak mempercepat rezekimu. Kalau sampai waktunya, akan datang yang mengetuk pintumu. Tapi kamu ingin mempercepat kedatangan rezeki itu, makanya kamu mengemis.

Dulu, aku pernah memberikan pelajaran pada para pengemis di Masjid Qaitbay. Aku kumpulkan mereka dalam jumlah yang begitu banyak. Aku ambil mikrofon menjelaskan tentang hukum dan adab mengemis. Tampak mereka paham. Pekan depannya aku melihat mereka semua mengemis lagi. Tidak berguna apa yang aku ajarkan karena mereka tidak mau mengambil faedah.

Semoga Allah menyelamatkan kita, membuat kita kaya dengan-Nya. Amin.

~ Faedah dars jum'at siang bersama Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah, 21 Mei 2021M