Artikel

Tingkatan Bucin ala Abi Quraish Shihab

23 Aug 2021 08:32 WIB
768
.
Tingkatan Bucin ala Abi Quraish Shihab

Sungguh tak terasa bahwa kita sudah mengenyam pendidikan dari sejak dini, mulai dari tingkat TK, SD, MTS, MA sampai memasuki jenjang perkuliahan. Pastinya ada banyak sekali pengalaman dan pelajaran juga nasihat dari pada guru-guru kita. Entah dari tamatan umum sampai basis pesantren, pasti mempunyai cerita yang unik.

Saya jadi teringat waktu masih zaman-zaman pesantren dulu. Belajar bersama dengan sahabat-sahabat, makan satu nampan, mau mandi saja juga giliran, ngantri makan sampai senang dan sedihpun kami rasakan bersama. Sampai pada titik asmara.

Saya ingin bercerita, waktu itu masih duduk di bangku 3 (tiga) MTS bersama sahabat-sahabat yang lain. Ada salah satu sahabat saya yang ternyata menyimpan rasa sejak lama di hatinya untuk disampaikan kepada pujaan hatinya tapi belum ada kesiapan mental. “Cinta yang terhalang oleh dinding pesantren,” demikian biasanya kita sering menemukan guyonan ala santri. Kalau begini kira-kira sudah bucin, nggak ya?

Karena kita sering sekali menemukan sahabat-sahabat yang terkadang sering membuat kita tertawa, ada yang kalau cerita bawaannya sedih saja, ada yang serius, bahkan ada yang sampai taraf bucin alias budak cinta. Mungkin kalau saya bisa katakan panggilan akrabnya seperti perkataan tentang cinta tapi agak lebay.

Sampai saat ini pun kita masih menemukan sahabat-sahabat kita yang terkadang di Whatsapp grup masih saja ada yang bucin. Minimal dalam satu almamater bisa dipastikan ada salah satu atau beberapa orang yang berbucin ria supaya enggak sepi-sepi amat. Bucin yang kita pahami itu ternyata berbeda loh dengan bucin Ala Abi Quraish Shihab.

Dalam laman youtube Channel Mata Najwa yang saya ikuti, Mbak Najwa Shihab pernah menyajikan konten video, mungkin bisa dikatakan seperti Q & A. Isinya berbincang santai ala Shihab and Shihab, kolaborasi sang ayah dan anak.

Video itu berisi tema-tema tentang  pesan kehidupan sehari-hari, mulai dari jodoh pasti bertemu, berbisnis dengan Allah, memuliakan perempuan dan termasuk budak cinta ini yang berdurasi sekitar 43.45 menit.

Nah menurut saya ini adalah konten video yang sangat reccomended bagi para kaum al-buciniyyah di manapun berada. Because that is not about chatting, but there are many advices so important for us.

Setelah saya coba menonton video ini sampai tuntas, akhirnya ada oleh-oleh yang bisa kubawa pulang dari bincang-bincang Mba Najwa Shihab dan Abi Quraish Shihab yang dihadiri juga Mas Hanung Bramantyo dan Mbak Zazkiya Mecca.

Dari video itu, Abi Quraish menjelaskan dengan sangat gamblang tahapan cinta seseorang. Ada empat poin yang diklasifikasikan tingkatannya oleh Abi Quraish Shihab:

Pertama: shabâbah. Artinya, seseorang yang berusaha menuangkan rasa cintanya kepada orang yang dituju namun belum tentu terbalas.

Kedua: syaghaf. Artinya, cintanya sudah melekat pada dirinya sehingga sering kali dia memikirkannya. Kisah asmara cinta Siti Zulaikha kepada Nabi Yusuf as. masuk dalam kategori ini.

Ketiga: gharam atau hawâ. Artinya, cintanya melekat hingga tersungkur jatuh.

Keempat: tatayyum. Artinya, cinta dia sudah sampai pada taraf memperhamba diri hingga menyingkirkan segala sesuatu demi orang yang dicintainya, alias budak Cinta.

Inilah yang bisa saya rangkum setelah menonton video Shihab & Shihab. Ternyata pemaparan bucin ala Abi Quraish, bisa kita jadikan nasihat untuk diri kita masing-masing dalam kehidupan self reminder. Seseorang past pernah merasakan pada tahap ini. Ketika rasa cinta sudah mulai tumbuh untuk disampaikan kepada orang yang dicintainya, maka sebaiknya kita memahami apa yang disampaikan oleh Abi Quraish ini. Karena cinta itu butuh perjuangan dan pengorbanan, bung.

Pada akhirnya, tingkatan-tingkatan cinta di atas seyogianya mengingatkan kita bahwa  selain kecintaan kepada sesama makhluk, ada Allah swt. selalu ada untuk kita.

Pada salah satu pepatah Arab mengatakan :

 إذا أَحبَّ الله عبداً ابتلاه ، فإن صبر اجتباه ، وإن رضي اصطفاه

“Jika Allah swt. mencintai seseorang maka ia akan mengujinya. Kalau orang itu sabar, maka Dia akan menjadikannya mulia. Dan jika ia ridha (rela) maka Dia akan menjadikannya sebagai orang pilihan yang istimewa.”

Begitupun kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. yang selalu kita rindukan di setiap pujian-pujian kasidah yang kita lantunkan dengan syahdu di malam Jum’at. Semoga kita selalu dalam naungan Allah swt. Amin.

Muhamad Reja Najib
Muhamad Reja Najib / 4 Artikel

Mahasiswa di Universitas Hassan II Ain Chock Casablanca Maroko, Jurusan Ilmu Akidah dan perbandingan Agama.

Mas Al
17 November 2021
Dahsyatnya Cinta

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: