Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Artikel

Jawab Kebutuhan Warga, Kelompok 10 KKL IIQ Jakarta 2026  Gulirkan Proker Wakaf Al-Qur’an di Sukamanah

Avatar photo
66
×

Jawab Kebutuhan Warga, Kelompok 10 KKL IIQ Jakarta 2026  Gulirkan Proker Wakaf Al-Qur’an di Sukamanah

Share this article
Jawab Kebutuhan Warga, Kelompok 10 KKL IIQ Jakarta 2026  Gulirkan Proker Wakaf Al-Qur'an di Sukamanah
Jawab Kebutuhan Warga, Kelompok 10 KKL IIQ Jakarta 2026  Gulirkan Proker Wakaf Al-Qur'an di Sukamanah

Mahasiswi Kelompok 10 (Velora) Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar Seminar Literasi Wakaf sekaligus menyalurkan paket wakaf Al-Qur’an di Aula Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (16/7/2026). Acara ini merupakan program kerja strategis yang digagas oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IIQ Jakarta sebagai bentuk perwujudan pengabdian masyarakat.

Langkah nyata ini diambil untuk mempermudah akses warga Sukamanah terhadap mushaf yang layak, sekaligus menguatkan kembali pemahaman mereka terhadap hukum bacaan (tajwid). Meski digagas oleh FSEI, program ini sukses diwujudkan berkat kerja kolektif para mahasiswi Kelompok 10 yang berlatar belakang lintas jurusan seperti Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW), serta Pendidikan Agama Islam (PAI).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan warga dari Dusun 1 hingga Dusun 6 ini merupakan respons langsung terhadap kondisi objektif di lapangan. Berdasarkan data Pemerintah Desa Sukamanah, desa ini memiliki geliat keagamaan yang aktif dengan adanya 13 masjid dan 7 majelis pengajian. Namun, tim mahasiswa menemukan bahwa penerapan kaidah tajwid dalam praktik membaca sehari-hari di tengah masyarakat masih memerlukan penguatan yang serius.

Ketua Kelompok 10 (Velora), Helsa Tria Munawaroh, menyampaikan bahwa program gagasan institusional FSEI ini didesain untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadikan wakaf sebagai bagian dari budaya berbagi yang produktif.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa wakaf merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam memakmurkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Dalam sesi seminar, Resti Wahyuni selaku perwakilan dari Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IIQ Jakarta memaparkan bahwa salah satu warisan terbaik adalah meninggalkan amalan yang manfaatnya berkelanjutan bagi umat.

“Wakaf Al-Qur’an merupakan investasi akhirat karena setiap mushaf yang dibaca akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf,” jelas Resti.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Desa Sukamanah. Kepala Desa Sukamanah, Hadi Sutardi, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan kontribusi nyata mahasiswi IIQ Jakarta yang telah menghadirkan program edukatif bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKL IIQ Jakarta di Desa Sukamanah. Semoga seluruh program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa,” ungkap Hadi.

Acara yang berlangsung khidmat ini kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an kepada perwakilan masyarakat dari Dusun 1 hingga Dusun 6, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Aas Hasbullah.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sukamanah ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 31 Juli 2026 di bawah bimbingan langsung Mabda Dzikara, Lc., M.A (Dosen IAT IIQ Jakarta) selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Kelompok 10 (Velora) digerakkan oleh kolaborasi mahasiswi lintas jurusan, meliputi  Helsa Tria Munawaroh (IAT), Annisa Luthfiyah (PAI), Dewi Muyassaroh Munaya Ruwaicha (IAT), Diaratu Syaadah (PAI), Laila Sa’diyah (HES), Mia Nadya Safitri (IAT), Mudrikah Nur Tsuroya (IAT), Muthia Asmatul Aliah (IAT), Nabila Syifa Fauziyah (PAI), Resti Wahyuni (MZW), Roehanah (IAT), Salsabila Shofa’ (PAI), Solehawati (PAI), Syafa Wafi Salsabila (KPI), Wiwin Fitriyani (IAT), dan Zakiyah Nisrina Salsabila (IAT).

Secara meluas, gerakan yang dibawa Kelompok 10 ini sejalan dengan urgensi program wakaf Al-Qur’an di tingkat nasional. Di Indonesia, kebutuhan akan mushaf baru masih sangat tinggi setiap tahunnya untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an.

Meskipun peta penyaluran nasional sering kali berfokus pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), tantangan literasi dan standarisasi hukum bacaan yang benar ternyata juga menjadi kebutuhan mendesak di wilayah penyangga seperti Kabupaten Bogor. Kehadiran program berbasis keilmuan syariah dan ekonomi Islam ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan wakaf sebagai budaya berbagi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemampuan literasi Al-Qur’an warga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kontributor

  • Redaksi

    Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial.