Ketua umum lembaga riset Islam, Dr. Nadzir ‘Ayyad bersama duta Indonesia telah berbincang mengenai orientasi pelayanan akademik dan peningkatan dukungan besar yang telah diajukan oleh Al-Azhar, baik kepada beberapa instansi akademik luar yang mematuhi protokolnya maupun instansi yang diberi bantuan oleh Al-Azhar berupa pengajar, buku-buku pembelajaran yang bermetodologikan Al-Azhar. Buku-buku tersebut biasanya berisikan ajaran toleransi Islam dan pendalaman moderatisme berasaskan Al-Azhar.
Dirilis dari shorouksnews (2/9/2020), Sepanjang rapat, ketua umum lembaga riset Islam tersebut mengemukakan usaha Mesir bersama Al-Azhar di bawah naungan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Thayyib dalam memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada mahasiswa asing dalam proses belajar. Hal ini bertujuan agar mereka dapat membawa dan menyebarkan paham moderatisme ke seluruh dunia.
Ketua umum lembaga riset tersebut menegaskan betapa pentingnya usaha yang telah dicurahkan oleh para Duta Azhar di seluruh penjuru dunia. Melalui kemampuan intelektual dan pendidikan, mereka mampu membawa ajaran moderatisme Al-Azhar yang telah mengedepankan prinsip i’tidal (keseimbangan), tasamuh (toleransi), hiwar (dialog), menerima yang berberda, menghormati keragaman, dan melawan batasan-batasan kontemporer yang bertentangan dengan sosial masyarakat, bangsa, dan kebudayaan.
Pada satu sisi, para duta Indonesia menceritakan tentang kapabilitasnya dalam melaksanakan tugas penting yang diemban oleh Al-Azhar untuk dunia. Hal ini diperkuat dengan butuhnya seluruh bangsa terhadap para Ulama dan tokoh-tokoh Al-Azhar untuk membenarkan beberapa pemahaman yang salah, menyebarkan kedamaian Islam, dan toleransi kepada sesama manusia melalui manhaj wasathiyyahnya (ajaran moderatisme) yang jauh dari hal-hal yang sifatnya melampaui batas.
Selain itu, mereka juga memiliki tugas untuk menjelaskan hakikat ajaran Islam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti tolong menolong, kasih sayang, menjunjung tinggi kemanusiaan yang berada dalam bayang-bayang batasan modernisme seluruh bangsa dan negara.









Please login to comment