Pada pengajian Jumat Syeh Yusri awal bulan ini, kami yang mengikuti pengajian pertama kitab al-Nafhah al-Dzakiyah karya Syeikh Abdullah Shiddiq al-Ghumari, takjub betul dengan kisah keislaman sahabat Umair bin Wahab ra. terutama saya pribadi.

Umair bin Wahab adalah "preman" besar di Mekah. Beliau terkenal ringan tangan dalam membunuh orang, dan tidak segan tipu-tipu kalau mau bunuh orang.

Beliau ikut perang Badar bersama kaum musyrikin, dan kesal sekali dengan kekalahan kaumnya. Sepulang perang, dia bertemu Shafwan bin Umayyah.

Mereka berdua bersepakat, Umair datang ke Madinah pura-pura ingin menebus putranya yg ditawan. Dan jika sudah dekat dengan Nabi, akan dibunuh seketika. Adapun Shafwan, dia berjanji akan membayarkan semua hutang Umair, dan membiayai kehidupan keluarganya (jika dia mati di tangan kaum muslimin).

Sampai di Madinah, Umair mulai menjalankan misinya. Semua sesuai rencana. Tapi Nabi mendapat wahyu tentang niat busuk mereka. Saat bertemu, Rasulullah mengungkap rencana itu persis dan detail di depan Umair. Sontak dia bersyahadat, Asyhadu an La ilaha Illallah, wa asyhadu annaka Rasulullah!

Demi Allah, wahai Nabi. Rencana ini hanya saya dan Shofwan yang tahu. Dan engkau, pasti tahu hal ini melalui wahyu!

Akhirnya kaum muslimin bergembira, Islam diperkuat lagi dengan sosok yang kuat fisiknya. Anaknya pun langsung dibebaskan.