Di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al-Azhar, Imam Ahmad Ath-Thayyib, lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia ini telah memainkan peran utama dalam mempertahankan pesan moderasi Islam, terutama dalam menghadapi tantangan ekstremisme dan Islamofobia.
Syekh Ahmad Ath-Thayyib menunjukkan komitmennya terhadap prinsip Islam yang moderat dengan memimpin sejumlah inisiatif yang bertujuan untuk melawan penyimpangan pemahaman agama yang dapat menciptakan kekerasan dan ketakutan terhadap Islam.
Untuk memperingati kelahiran beliau yang ke-80, berikut kami rangkuman peran dan kontribusi Syekh Ahmad ath-Thayyib dalam melawan radikalisasi yang mencatut nama Islam dan Islamofobia yang dikampanyekan Barat.
- Mendirikan Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ekstremisme (The Al-Azhar Observatory for Combating Extremism (AOCE)
Syekh Ahmad Ath-Thayyib memprakarsai pendirian The Al-Azhar Observatory for Combating Extremism (AOCE) yang berfungsi sebagai pengamat global terhadap penyebaran ideologi radikal. Hasil kajian observatorium ini diterjemahkan ke dalam 12 bahasa, memungkinkan Al-Azhar untuk secara langsung memantau dan merespons ancaman ekstremisme di berbagai belahan dunia. Dengan begitu, Al-Azhar berfungsi sebagai penjaga moderasi, memberikan informasi yang benar dan sesuai ajaran Islam yang penuh kasih sayang.
Syekh Ahmad Ath-Thayyib memimpin pendirian lembaga ini untuk melawan penyebaran fatwa-fatwa yang menyimpang dan ekstremis. Lembaga ini beroperasi dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab, Inggris, Perancis, dan Jerman. Pusat ini bertugas untuk memberikan jawaban yang cepat dan akurat terhadap fatwa yang salah, memastikan bahwa umat Islam mendapatkan panduan yang sahih berdasarkan ajaran Islam yang moderat dan sesuai dengan prinsip perdamaian.
- Pusat Terjemah Al-Azhar (Al-Azhar Center for Translation)
Sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan Islam yang sebenarnya ke dunia, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mendirikan Al-Azhar Center for Translation. Pusat ini bertugas untuk menerjemahkan buku-buku yang menggambarkan Islam dengan benar ke dalam sebelas bahasa. Buku-buku ini kemudian disebarkan ke kedutaan besar negara-negara asing dan organisasi internasional, dengan tujuan untuk memerangi citra negatif tentang Islam yang sering disebarkan oleh kelompok-kelompok ekstremis.
- Pusat Al-Azhar untuk Dialog Antaragama (Al-Azhar Center for Interreligious Dialogue)
Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga berkomitmen untuk mempromosikan dialog antaragama sebagai cara terbaik untuk menciptakan pemahaman dan kerukunan antara umat beragama. Dengan mendirikan Al-Azhar Center for Interreligious Dialogue, beliau memperkenalkan platform untuk dialog pemikiran dan agama antara Al-Azhar dan berbagai agama serta budaya lainnya. Melalui dialog ini, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa tidak ada cara untuk menciptakan perdamaian dan saling pengertian kecuali dengan membuka saluran komunikasi dan bekerja sama dengan masyarakat internasional.
- Kampanye Global: Kafilah Perdamaian dan Delegasi Al-Azhar
Dalam rangka memperkenalkan wajah Islam yang moderat, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengirimkan Kafilah Perdamaian Internasional ke berbagai negara di dunia bersama dengan Majelis Hukama Muslimin untuk memperkenalkan pesan perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan secara harmonis. Selain itu, Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga mengirimkan Delegasi Al-Azhar ke lebih dari 80 negara, yang bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan Islam yang moderat dan penuh kasih sayang kepada umat Muslim di seluruh dunia.
- Inisiatif Dialog antara Timur dan Barat
Salah satu langkah penting yang dipimpin oleh Syekh Ahmad Ath-Thayyib adalah peluncuran Proyek Dialog Timur-Barat, yang bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih baik antara dunia Timur dan Barat. Salah satu acara terpenting dalam proyek ini adalah Pertemuan Pertama Pemuda Muslim dan Kristen, yang dihadiri oleh 50 pemuda dari berbagai negara pada tahun 2016. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan saling pengertian dan membuka jalan menuju kerjasama yang lebih baik antara dua peradaban besar dunia.
- Akademi Pelatihan Imam dan Penceramah (The Al-Azhar International Academy for the Training of Imams and Preachers)
Untuk memperluas jangkauan moderasi Islam, Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga mendirikan The Al-Azhar International Academy for the Training of Imams and Preachers. Akademi ini bertujuan untuk melatih para imam dan penceramah dalam mengajarkan ajaran Islam yang moderat dan mendorong mereka untuk menjadi duta-duta Islam yang damai, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Dengan cara ini, Syekh Ahmad Ath-Thayyib berharap para imam dapat menyebarkan Islam yang damai dan menanggulangi radikalisasi di seluruh dunia.






Please login to comment