Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Kisah

Nasihat Syekh Sya’rawi kepada Presiden Mesir

Avatar photo
43
×

Nasihat Syekh Sya’rawi kepada Presiden Mesir

Share this article
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1995. Tidak lama sepulang Hosni Mubarak dari Ethiopia, tepat setelah dia selamat dari percobaan pembunuhan di Addis Ababa.
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1995. Tidak lama sepulang Hosni Mubarak dari Ethiopia, tepat setelah dia selamat dari percobaan pembunuhan di Addis Ababa.

“Jika memiliki pemimpin seperti Anda merupakan takdir yang harus kami jalani, aku berdoa semoga Allah memberikan taufik kepadamu. Dan jika mempunyai rakyat seperti kami merupakan takdir yang harus Anda jalani, aku pun berdoa semoga Allah memberimu pertolongan agar Anda mampu menanggungnya.”

Demikian ini kata-kata Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi kepada Presiden Mesir Hosni Mubarok, yang di kemudian hari memimpin Mesir sampai 30 tahun. Layaknya nasihat seorang ulama di muka seorang penguasa. Beliau sampaikan tepat di hadapannya. Sambil berdiri. Ditonton banyak hadirin. Direkam dan disiarkan.

Namun Hosni Mubarok tidak marah. Meskipun Syekh Sya’rawi mengucapkannya sambil menepuk bahu sang presiden. Dan memang, Hosni sangat menghormati ulama besar Al-Azhar itu. “Presiden Mubarok pernah sampai mengirim mobil untuk menjemput Ayah di rumah,” ucap putranya, Syekh Abdur Rahim Sya’rawi, mengenang kedekatan keduanya.

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1995. Tidak lama sepulang Hosni Mubarak dari Ethiopia, tepat setelah dia selamat dari percobaan pembunuhan di Addis Ababa.

Di hadapan Mubarak, Syekh Asy-Sya‘rawi berkata:

Wahai Bapak Presiden, saat ini saya berdiri di ambang kehidupan dunia saya, bersiap menyambut ajal yang telah Allah tetapkan. Saya tidak akan mengakhiri hidup dengan kemunafikan, dan saya juga tidak akan lancang menunjukkan keberanianku ini. Namun, saya ingin menyampaikan sepatah dua patah kata kepada seluruh bangsa ini: pemerintah, partai politik, pihak oposisi, para tokoh, dan rakyat—yang maaf saya katakan—suka bersikap pasif.

Saya ingin mereka semua memahami bahwa seluruh kekuasaan sejatinya berada di tangan Allah. Dia menganugerahkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Karena itu, kekuasaan tidak bisa diperoleh dengan konspirasi ataupun tipu daya.

Karena Allah Swt. ketika menceritakan dialog Nabi Ibrahim as. dengan Namrud, Dia berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖ

“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya kerajaan (kekuasaan)…” (QS. Al-Baqarah: 258)

Orang itu jelas-jelas kafir. Namun Allah tetap menyebutkan bahwa Dia telah memberinya kekuasaan.

Ketika Allah menurunkan ayat tentang kekuasaan, Dia berfirman:

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الۡمُلۡكِ تُؤۡتِى الۡمُلۡكَ مَنۡ تَشَآءُ وَتَنۡزِعُ الۡمُلۡكَ مِمَّنۡ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُ‌ بِيَدِكَ الۡخَيۡرُ‌ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

“Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran: 26)

Karena itu, sejatinya tidak ada yang namanya konspirasi dan tipu daya untuk melawan ketetapan Allah bilamana Dia sudah memberi kekuasaan kepada seseorang atau mencabutnya darinya. Sebab, tidak seorang pun dapat memerintah di dalam kerajaan Allah kecuali sesuai dengan kehendak-Nya.

Jika seseorang memerintah dengan adil, ia akan membawa manfaat melalui keadilannya. Namun, jika ia bertindak sewenang-wenang dan zalim, Allah akan memperlihatkan keburukan dan kehinaan kezaliman itu di mata seluruh manusia. Akibatnya, mereka akan membenci setiap orang yang zalim, sekalipun orang itu bukan seorang penguasa.

Syekh Sya’rawi melanjutkan:

Oleh karena itu, saya ingin mengatakan kepada semua pihak: Alhamdulillah, berbagai peristiwa yang terjadi (barangkali yang dimaksud adalah peristiwa selamatnya Presiden dari percobaan pembunuhan di Addis Ababa) telah semakin meneguhkan keyakinan kita akan kebenaran firman Allah.

Sekarang kita mengerti mengapa Allah berfirman:

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Mereka membuat tipu daya, dan Allah pun membalas tipu daya mereka. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30)

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا وَأَكِيدُ كَيْدًا

“Sesungguhnya mereka merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Aku pun membuat rencana (balasan) yang jitu.” (QS. At-Tariq: 15–16)

Allah hendak menegaskan bahwa Dia senantiasa mengurus dan mengendalikan seluruh makhluk-Nya.

Karena itu, saya menasihati siapa pun yang terlintas dalam pikirannya keinginan untuk menjadi penguasa: janganlah Anda mengejar jabatan kekuasaan. Sebaliknya, hendaknya Anda justru diminta untuk menduduki jabatan itu.

Sebab, Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ طُلبَ لشئ أُعينَ عليه، ومَنْ طَلبَ شيئًا وُكِلَ إليه

“Barang siapa diminta untuk melakukan sesuatu, ia akan diberi pertolongan untuk melaksanakannya. Namun, barang siapa meminta sesuatu, ia akan diserahkan kepada urusannya sendiri.”

Kemudian, ulama yang bergelar Imam ad-Du’at (Imam para dai) itu meletakkan tangannya di pundak PresienMubarak dan berkata:

Wahai Bapak Presiden, inilah hal terakhir yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Barangkali ini juga menjadi pertemuan terakhir saya dengan Anda.

إِذَا كُنْتَ قَدَرَنَا فَلْيُوَفِّقْكَ اللَّهُ، وَإِذَا كُنَّا قَدَرَكَ فَلْيُعِنْكَ اللَّهُ عَلَى أَنْ تَتَحَمَّلَ

“Jika memiliki pemimpin seperti Anda merupakan takdir yang harus kami jalani, aku berdoa semoga Allah memberikan taufik kepadamu. Dan jika mempunyai rakyat seperti kami merupakan takdir yang harus Anda jalani, aku pun berdoa semoga Allah memberimu pertolongan agar Anda mampu memikul amanah kepemimpinan ini.”

Kontributor

  • Abdul Majid

    Penerjemah kitab-kitab Arab Islam. Mengisi waktu luang dengan bertanam dan mengajar kelas privat bahasa Arab. Sekarang tinggal di Majalengka. Dapat dihubungi di IG: @amajid13.