Al-Azhar Asy-Syarif, lembaga keagamaan Islam terbesar di dunia yang dipimpin oleh Imam Akbar Grand Syekh Ahmad at-Tayeb mengecam penampilan pada pembukaan Olimpiade Paris, yang memicu kemarahan global. Penampilan tersebut menggambarkan Isa Almasih dengan cara yang menghina pribadi dan kedudukan kenabian beliau.
“Penggambaran dengan cara barbar dan sembrono itu tidak menghormati perasaan penganut agama, serta nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang luhur,” demikian bunyi pernyataan Al-Azhar dalam keterangan resminya yang diunggah di akun Facebooknya pada Ahad (28/7/2024).
- Al-Azhar: Menghina Isa Almasih atau nabi-nabi Allah adalah tindakan ekstremisme dan barbarisme
- Al-Azhar memperingatkan bahaya pemanfaatan acara-acara internasional untuk menormalkan penghinaan terhadap agama dan mempromosikan perilaku menyimpang serta perubahan jenis kelamin
Al-Azhar menegaskan penolakannya yang kuat terhadap semua upaya untuk merendahkan Nabi-nabi Allah. Nabi dan Rasul adalah orang-orang pilihan yang dipilih oleh Allah dan diberi keutamaan di atas makhluk-Nya untuk membawa pesan kebaikan kepada seluruh umat manusia.
Al-Azhar dan hampir dua miliar Muslim meyakini bahwa Isa adalah Rasul Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:
وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ
“Dan [dia] adalah kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan roh dari-Nya.” (An-Nisa: 171)
Bahkan Allah dalam Al-Quran menyebutnya sebagai:
وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
“Seorang yang terhormat di dunia dan akhirat, serta termasuk orang-orang yang dekat.” (Ali Imran: 45).
Al-Azhar menambahkan bahwa Isa (SAW) termasuk di antara Ulul Azmi dari para Rasul. Umat Islam meyakini bahwa penghinaan terhadap sosoknya atau nabi-nabi lainnya adalah aib bagi para pelakunya dan bagi mereka yang menerimanya.
Tidak kalah penting, Al-Azhar juga memperingatkan dunia tentang bahaya pemanfaatan acara-acara internasional untuk menormalkan penghinaan agama dan mempromosikan perilaku menyimpang yang merusak dan memalukan, seperti homoseksualitas dan perubahan jenis kelamin (LGBT).
Al-Azhar menyerukan perlunya bersatu untuk menghadapi arus penyimpangan yang merendahkan ini, yang bertujuan untuk mengecualikan agama dan menjadikan nafsu seksual sebagai idola, yang menyebarkan penyakit kesehatan dan moral, serta menerapkan gaya hidup yang bertentangan dengan fitrah manusia yang sehat, dan berupaya untuk menormalkan serta memaksakannya pada masyarakat dengan segala macam cara.
Dalam pembukaan ajang olahraga internasional yang digelar di Paris, Prancis itu, ditampilkan pertunjukan drag queen yang memparodikan The Last Supper atau Perjamuan Terakhir, sebuah peristiwa sakral bagi pemeluk agama Kristen.
Penampilan tersebut dianggap sebagai pertunjukan yang melecehkan keyakinan kaum Kristiani, sementara penyelenggara dan orang-orang yang terlibat di dalamnya memandangnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi di negara itu.















Please login to comment