Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Ibadah

Berikut Ini Hikmah di Balik Basuhan Anggota Wudhu

Avatar photo
126
×

Berikut Ini Hikmah di Balik Basuhan Anggota Wudhu

Share this article
Wudhu adalah ibadah yang mengandung ketundukan kepada Allah.
Wudhu adalah ibadah yang mengandung ketundukan kepada Allah.

Wudhu merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. wudhu bukan hanya sekadar kegiatan membasuh beberapa anggota tubuh dengan air sebelum melaksanakan shalat, tetapi merupakan bentuk persiapan lahir dan batin seorang hamba untuk menghadap Allah.

Ketika seseorang hendak melaksanakan shalat, ia tidak langsung berdiri dan melakukan takbiratul ihram. Ada persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu, salah satunya adalah bersuci dengan wudhu. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesucian dan kebersihan, baik kesucian lahir maupun kesucian batin.

Namun, terkadang muncul sebuah pertanyaan yang menarik: mengapa anggota tubuh yang dibasuh atau diusap ketika berwudhu adalah wajah, kedua tangan, sebagian kepala, dan kedua kaki? Padahal, di antara sebab yang sering menyebabkan seseorang batal wudhu adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan, yaitu qubul dan dubur. Kalau demikian, mengapa kedua anggota tersebut tidak termasuk anggota yang harus dibasuh dalam wudhu? Mengapa justru wajah, tangan, kepala, dan kaki yang menjadi anggota wudhu?

Jawabannya adalah bahwa tata cara wudhu bukan ditentukan berdasarkan perkiraan manusia semata, tetapi merupakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah sendiri menjelaskan anggota-anggota wudhu dalam Al-Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki.

Ayat tersebut menjadi dasar bahwa anggota wudhu telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, seorang Muslim tidak perlu mempertanyakan ketentuan syariat dengan ukuran apakah anggota tersebut secara lahiriah tampak lebih kotor atau lebih bersih. Syariat memiliki ketentuan dan hikmah tersendiri.

Hikmah Di Balik Basuhan Anggota Wudhu

Walaupun ketentuan wudhu merupakan perintah Allah yang harus ditaati, para ulama juga menjelaskan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya.

Syaikh Ibrahim Al-Bajuri dalam Hasyiyah Al-Bajuri menyebutkan adanya faidah dan hikmah yang berkaitan dengan anggota-anggota wudhu. Beliau menuliskan:

{فائدة} الحكمة في ندب غسل الكفين والمضمضة والإستنشاق معرفة أوصاف الماء من لون وطعم وريح هل تغيرت أو لا وقال بعضهم شرع غسل الكفين للأكل من موائد الجنة والمضمضة لكلام رب العالمين والإستنشاق لشم روائح الجنة وغسل الوجه للنظر إلى وجه الله الكريم وغسل اليدين للبس للسوار في الجنة ومسح الرأس للبس التاج والإكليل فيها ومسح الأذنين لسماع كلام الله تعالى وغسل الرجلين للمشى في الجنة إنتهى.

Artinya: (Faidah) Hikmah di sunnahkannya membasuh telapak tangan, berkumur dan menghirup air ke dalam hidup yaitu untuk mengetahui sifat-sifat air seperti warnanya, rasanya dan baunya. Bahkan ada sebagian ulama’ yang berpendapat bahwa hikmah di syariatkannya membasuh telapak tangan adalah untuk memakan hidangan-hidangan surga, berkumur untuk berkomunikasi dengan Allah, menghirup air ke hidung untuk mencium aroma surga, membasuh wajah untuk melihat zatnya Allah di surga, membasuh kedua tangan untuk memakai perhiasan surga, membasuh kepala untuk memakai mahkota surga, mengusap kedua telinga untuk mendengarkan Kalam Allah, membasuh kedua kaki untuk berjalan-jalan di surga. (Al-Bajuri Ala Ibnu Qosim Juz 1, Hal 55).

Keterangan tersebut memberikan gambaran yang sangat indah bahwa anggota tubuh yang digunakan dalam wudhu memiliki hubungan dengan kehidupan manusia dan bahkan dikaitkan dengan kenikmatan yang akan diperoleh di akhirat.

Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ketentuan-ketentuan anggota wudhu itu, sebab:

  1. Memang sudah ada ketentuan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagaimana ayat di atas.
  2. Dalam melakukan wudhu dengan membasuh anggota-anggota tersebut memang terdapat faidah-faidah tersendiri.

Dengan demikian, wudhu bukan sekadar membasahi wajah, tangan, kepala, dan kaki dengan air. Wudhu adalah ibadah yang mengandung ketundukan kepada Allah, kebersihan lahir, pendidikan batin, dan pengingat terhadap kehidupan akhirat.

Kontributor

  • Ibrahim

    Santri Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam, Tepa'nah Barat, Durjan, Kokop, Bangkalan & pegiat Bahtsul Masail.