Fatwa

Darul Ifta: Hukum Vaksin di bulan Ramadlan

25 Mar 2021 02:11 WIB
315
.
Darul Ifta: Hukum Vaksin di bulan Ramadlan

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, namun pandemi CV-19 belum kunjung mereda. Dalam rangka penanggulangan pandemi, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Kemenkes Nomor 84 Tahun 2020 mengadakan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Kegiatan vaksinasi mulai dilaksanakan sejak awal tahun ini. Sebagian masyarakat telah divaksin, sisanya masih menunggu giliran bahkan beberapa di antara mereka mendapat jatah vaksin ketika bulan Ramadhan. Lantas bagaimana hukum vaksinasi di tengah puasa Ramadhan?

Dilansir dari elwatannews, Duktur Majdi ‘Asyura, Aminul Fatwa Darul Ifta Mesir mengatakan bahwa melakukan vaksinasi di tengah puasa tidak membatalkan puasa. Vaksin bukanlah makanan atau minuman yang masuk ke perut (lambung) sehingga membatalkan, vaksin juga bukan sesuatu yang dimasukkan melalui mulut ataupun hidung, melainkan melalui pembuluh darah atau otot.

Duktur Majdi menegaskan bahwa pembatal puasa secara umum adalah ketika masuknya sesuatu ke dalam perut melalui lubang atau saluran alami manusia yang secara dzahir terbuka.

Dalam hal ini, pori-pori kulit ataupun urat nadi yang menjadi jalan masuk vaksin bukan termasuk tempat-tempat yang menjadi alasan batalnya puasa seseorang.

Senada dengan Darul Ifta, Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 menjelaskan hukum sekaligus panduan bagi Umat Islam Indonesia terkait vaksinasi pada bulan Ramadhan.

Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 adalah jenis vaksin yang disuntikkan melalui otot, atau dikenal dengan istilah injeksi intramuskular, sehingga tidak membatalkan puasa.

“Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan dharar (bahaya),” pungkas KH. Asrorun Niam.

Meski begitu, baik Darul Ifta maupun MUI tetap menyarankan agar pemerintah setempat juga mengadakan kegiatan vaksinasi di malam hari ketika bulan Ramadhan.

Pada waktu siang hari Umat Islam menjalani ibadah puasa, dikhawatirkan mempengaruhi kebugaran fisik dengan kondisi perut kosong sehingga membahayakan.

 

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Penderita Corona

Duktur Majdi ‘Asyura menegaskan, kewajiban puasa dibebankan kepada mereka yang memenuhi syarat, salah satunya ia dalam kondisi sehat dan tidak memiliki uzur apapun. Maka ketika seseorang menderita sakit, Corona misalnya, alangkah lebih baiknya ia membatalkan puasanya demi kemaslahatan diri dan kesehatannya, serta untuk mencegah dhoror (bahaya) dengan segala kemungkinan yang ada.

Beliau juga menjelaskan, yang perlu digaris bawahi adalah, ketentuan seseorang boleh membatalkan puasanya atau tidak dengan alasan dlarar adalah dokter, karena dokter yang paling arif di bidang yang dia kuasai alias jalur masuknya sesuatu ke dalam tubuh. Wallahu a’lam bis shawab.

Rosti Hanifa Salsabila
Rosti Hanifa Salsabila / 18 Artikel

Akrab dipanggil Elsa. Gadis asal Demak penikmat soto, alumni Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta dan kini sedang nyantri di Al-Azhar Kairo. Cinta sejarah dan lumayan terpikat dengan astronomi.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: