Ulama besar Al-Azhar Mesir, Syekh Ali Jumah menyatakan bahwa Rasulullah saw telah meninggalkan kita di atas jalan yang putih bersih. Malamnya terang seterang siangnya. Tidak akan menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.
Mantan Mufti Republik Arab Mesir itu menjelaskan, “Setiap jalan yang dapat mengantarkan kita kepada rida dan surga-Nya, telah ditunjukkan oleh-Nya dan Rasulullah pun membimbing kita untuk menapakinya. Begitu juga, setiap jalan yang menyeret kita ke neraka, juga telah diperingatkan oleh-Nya dan dijelaskan oleh Nabi.”
Karena itu, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar itu mengingatkan bahwa kerusakan dan fitnah akan merajalela di tengah umat manusia jika mereka sudah menyimpang dari jalan Allah. Siapa pun yang menjauh darinya akan terjatuh dalam kebingungan dan kesesatan.
Fitnah ini, imbuh beliau, seperti digambarkan oleh Rasulullah saw dalam hadis berikut:
يخرج في آخر الزمان رجالٌ يختلون –أي يطلبون في خِداع– الدنيا بالدين، يلبسون للناس جلود الضأن من اللين، ألسنتهم أحلى من السكر، وقلوبهم قلوب الذئاب.
“Akan muncul pada akhir zaman orang-orang yang menipu dunia dengan agama. Mereka menampakkan kelembutan kepada manusia seperti kulit domba, lidah mereka lebih manis daripada gula, tetapi hati mereka adalah hati serigala.
يقول الله عز وجل: أبي يُغترّون؟ أم عليّ يَجترئون؟ فبي حلفتُ لأبعثنّ على أولئك منهم فتنةً تدع الحليم منهم حيران
“Allah berfirman, ‘Apakah terhadap-Ku mereka berani menipu? Ataukah terhadap-Ku mereka berani lancang?’ Maka demi Aku, sungguh Aku akan menimpakan kepada mereka suatu fitnah yang membuat orang yang paling santun di antara mereka menjadi bingung.” (HR. Tirmidzi)
Fitnah ini dibuktikan dengan firman Allah yang memerintahkan kita untuk menjaga diri dan keluarga. Allah swt. memperingatkan:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ العِقَابِ
“Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.” (Al-Anfal: 25)
Syekh Ali Jumah menjelaskan bahwa dalam situasi yang diselimuti fitnah tersebut, orang yang santun dan berakal pun tidak mampu membedakan mana pangkal dan mana ujung fitnah. Ia berusaha memahami posisinya, tetapi justru mendapati dirinya seakan berada dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk, seperti gelombang laut.
Hal ini sebagaimana digambarkan dalam firman Allah:
ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ، إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا، وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
“(Keadaan mereka) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang, di atasnya gelombang lagi, di atasnya awan; gelap gulita yang bertumpuk-tumpuk. Apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir tidak dapat melihatnya. Dan barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
Menurut Syekh Ali Jumah, itulah fitnah-fitnah yang membuat seseorang di pagi hari beriman, namun di sore hari menjadi kafir. Oleh sebab itu, satu-satunya cara untuk selamat adalah berpegang teguh pada tali Allah.
Ulama pakar Usul Fikih itu menekankan pentingnya berusaha memahami sebab-sebab yang melatarbelakangi apa yang terjadi di sekitar kita. Zaman ini ditandai oleh pencapaian dan keberhasilan yang mendahului nilai-nilai moral dan akhlak. Kepentingan sering dimenangkan atas syariat, kenikmatan duniawi diprioritas atas ibadah kepada Allah. Akibatnya, manusia pada zaman ini terbagi menjadi tiga golongan: orang fasik yang kuat, orang bertakwa yang lemah, dan orang mukmin yang sempurna dan setia.
Orang fasik yang kuat, menurut beliau adalah mereka yang mengusung prinsip mendahulukan prestasi dan pencapaian di atas nilai dan akhlak. Ia menjadi sosok yang ditakuti karena kekuatannya, meskipun keburukan moral dan skandalnya tampak jelas. Baginya, hal itu bukan masalah selama ia mampu berprestasi dan sukses dalam pekerjaannya.
Inilah tipe orang yang harus kita waspadai, karena mereka mengajarkan bahwa ukuran kesuksesan hidup itu adalah kekuatan dan pencapaian, meskipun disertai kefasikan.
Sebaliknya, kita mendapati bahwa pendidikan Allah dan Rasul-Nya berjalan di jalur yang berbeda. Rasulullah mendidik kita agar menjadi orang-orang yang kuat, sekaligus mengulurkan tangan kepada yang lemah untuk mengantarkannya menuju kekuatan. Lemah itu tercela, terutama jika kelemahan itu terjadi dalam urusan beribadah kepada Allah, memakmurkan bumi, dan menyucikan jiwa.
Namun demikian, seorang mukmin yang lemah lebih baik di sisi Allah daripada orang fasik yang kuat. Dan seharusnya demikian pula di mata manusia. Sebab seorang mukmin selalu berpegangan pada nilai Islam dan akhlak mulia.
“Islah (perbaikan) adalah fondasi yang menjadi pijakan berdirinya peradaban manusia yang sejati,” terang Syekh Ali Jumah.
Selain itu, agar terhindar dari kebingungan dan perpecahan akibat menyimpang dari jalan Allah, Syekh Ali Jumah mengingatkan kita agar merenungkan ayat al-Quran berikut:
وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Dan dirikanlah salat serta bertakwalah kepada-Nya, dan Dialah yang kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.” (Al-An‘am: 72)
Langkah pertama adalah salat. “Dan dirikanlah salat.”
Salat adalah kunci jalan menuju Allah dan titik awal arah yang benar. Karena itu Rasulullah bersabda, “Salat adalah tiang agama.” Kedudukan salat sangat agung. Meninggalkannya akan menyeret seseorang ke dalam kebingungan dan kesesatan.
Langkah kedua dalam menapaki jalan Allah adalah firman-Nya, “Dan bertakwalah kepada-Nya.”
Takwa adalah sebuah kondisi batin yang melahirkan rasa takut kepada Allah, sehingga rasa takut itu mencegah seorang hamba dari perbuatan maksiat, dari membuat kerusakan di muka bumi, dan dari berbuat zalim terhadap sesama manusia. Takwa akan terwujud jika kita merasa selalu diawasi oleh Allah.
Langkah ketiga adalah bertaut dengan hari akhir. “Dan Dialah yang kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.”
Iman kepada hari akhir bisa mengendalikan perilaku manusia. Seandainya hari itu tidak ada, niscaya manusia akan berbuat sewenang-wenang dan merajalela dalam kerusakan.















Please login to comment