Apasih pikiran yang pertama kali muncul jika kita mendegar tentang puasa? Panas, haus, lapar, iklan kue nastar, mukbang, atau bukber bareng temen? Setiap orang memiliki first impression tersendiri bukan? Jadi, bukan hanya umat Islam taat yang merasakan kehadiran ramadhan dengan hati berdebar, tapi pendosa seperti kita ternyata juga merasakannya lho!
Bulan penuh berkah adalah julukan bulan Ramadhan. Namun apakah para pendosa juga memiliki pandangan yang sama tentang bulan itu? Seorang manusia tidak luput dari salah dan dosa. Apa yang dimaksud dengan pendosa kita bisa mengukurnya sendiri berdasarkan pengetahuan dan keimanan kita sebagai Muslim.
Nyatanya, bagi pendosa bulan ramadhan terasa seperti bulan pegingat akan dosa yang telah dilakukan. Perasaan bersalah dan kesedihan juga mucul dalam diri mereka. Dosa dan kesalahan yang lalu seakan terbang bebas di atas kepala. Namun, apakah mereka sadar bahwa pada bulan itu adalah kesempatan mereka untuk menebus segala dosa?
Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِنَّمَا نَا وَاحْتِسَابًا عُمِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya “Barang siapa berpuasa pada bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ditekankan dalam hadis tersebut, ramadhan adalah bulan pembakaran dosa. Seseorang yang berlarut dalam kesedihan akan padam hatinya dan akan suram pikirannya. Hal tersebut akan membuat dirinya tergulung dalam perbuatan dosa, misal mendzalimi dirinya sendiri atau merasa tidak berguna dalam hidup.
Adanya momen ini, yaitu bulan ramadhan. Mari kita rubah mindset kita, dari “ramadhan bulan yang sendu” menjadi “ramadhan penuh peluang dan bulan pembersihan diri”. Sebagai umat Islam, tentu sering mendengar bahwa Allah maha pengampun. Namun saat seseorang merasa berdosa dan tenggelam dalam kesedihan, ucapan “Allah maha pengampun” terasa sulit untuk diterima. Wajar saja, dukungan dari sekitar perlu untuk dibangun. Oleh karena itu, mari kita menjadi umat Islam yang saling membantu dan meringankan beban sesama umat Islam, tertama umat Islam yang sedang tejerumus dalam dosa.
Syekh Muhammad Sa’eed Ramadhan | Cara Abu Nawas Meminta Ampunan Allah
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bulan ramadhan menjadi bulan yang benar-benar kita nantikan, yaitu
- Menerima semua hal yang ada dalam diri, baik berupa kebaikan kita maupun keburukan kita.
- Melapangkan dada, dan menerima bahwa diri kita melakukan kesalahan.
- Memyadari bahwa melakukan kesalahan atau dosa adalah hal yang manusiawi.
- Merenungkan dan analisis diri mengapa muncul perasaan yang tidak baik dan mengapa melakukan kesalahan.
- Mendamaikan perasaan-perasaan buruk atau perasaan berlebihan yang muncul.
- Mengingat bahwa Allah maha pengampun dan maha memberi kesempatan.
- Mengingat bahwa ada bulan ramadhan yang mana pada bulan tersebut bulan pembakaran dosa.
- Menjalani bulan ramadhan dengan melaksanakan syariat yang benar dan menjalaninya dengan hati yang tenang dan senang.
Memang betul bahwa tidak semua yang kita inginkan dan rencanakan pasti berhasil. Namun, berusaha adalah tugas manusia sebagai hamba Allah. Dengan melakukan kebaikan kita akan beruntung. Dengan membiarkan kebaikan terjadi kita menjadi manusia yang baik. Pendosa bukan makhluk tercela dan buruk. Melakukan kesalahan juga merupakan sebuah proses dalam kehidupan.
Dengan begitu, mari kita jadikan bulan ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan kebahagiaan bagi semua manusia. Baik umat Islam dalam keadaan apa pun, maupun umat di luar Islam yang hidup berdampingan dengan kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengingatkan kita pada maha baiknya Allah.















Please login to comment