Fatwa

Hukum Shalat Sunnah Setelah Asar

23 Mar 2021 12:44 WIB
5616
.
Hukum Shalat Sunnah Setelah Asar


Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah shalat. Jika shalatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika shalatnya buruk maka dia merugi. Adapun shalat rowatib dan shalat sunnah lainnya melengkapi kekurangan dalam shalat fardhlu

Shalat rowatib yang biasa kita kenal sebagai shalat ba’dliyah dan qabliyah memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dibuatkannya sebuah rumah di surga [HR. Muslim]

Saat tiba waktu Asar, Islam tetap mensyariatkan shalat sunnah rawatib sebelum shalat ashar. Saking cintanya Rasulullah SAW dengan shalat sunnah rawatib Asar, Rasullullah SAW sama sekali tidak pernah meninnggalkannya.

Seperti dilansir dari laman resmi Masrawy, Syekh Ramadlan Abdul Razak, anggota Dewan Tertinggi Dakwah Islamiyah Masyikhah Al-Azhar, menjawab pertanyaan terkait, apakah ada shalat sunnah rowatib setelah shalat Asar?

Syekh menjawab, ada shalat sunnah yang dilakukan sebelum kita melaksanakan shalat ashar, berjumlah 4 rakaat. Kita diperbolehkan langsung menunaikan 4 rokaat dalam sekali shalat, boleh juga dalam 2 kali shalat.

Hal ini selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Allah SWT. merahmati orang yang mendirikan shalat 4 rakaat sebelum shalat ashar”

Begitu juga dalam hadits dari Ummu Salamah ra.,

صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ بَعْدَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ، وَقَالَ: شَغَلَنِي نَاسٌ مِنْ عبد القَيْسِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ

Hadits di atas menjelaskan bahwa pernah suatu kali Rasulullah SAW sedang sibuk oleh suatu hal sehingga tidak sempat mengerjakan shalat dua raka’at sebelum ‘Asar. Beliau lantas mengerjakannya setelah ‘Ashar [HR. An-Nasa’I, dalam Al-Mujtabaa’, no. 580; hasan shahih].

Dalam hadits lain juga sama,

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عبدالوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ، قَالَتْ: وَالَّذِي ذَهَبَ بِهِ مَا تَرَكَهُمَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ، وَمَا لَقِيَ اللَّهَ تَعَالَى حَتَّى ثَقُلَ عَنِ الصَّلاَةِ، وَكَانَ يُصَلِّي كَثِيرًا مِنْ صَلاَتِهِ قَاعِدًا -تَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ- وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّيهِمَا، وَلاَ يُصَلِّيهِمَا فِي المَسْجِدِ، مَخَافَةَ أَنْ يُثَقِّلَ عَلَى أُمَّتِهِ، وَكَانَ يُحِبُّ مَا يُخَفِّفُ عَنْهُمْ

“Abu Nu’aim mendengar Abdul Wahid bin Ayman berkata bahwa dia mendengar ayahnya mengutip Sayyidah A’isyah ra., “Demi Allah, Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat dua raka’at sehingga beliau SAW bertemu dengan Allah.

Dan Nabi SAW tidak bertemu dengan Allah ta’ala hingga beliau merasa berat melakukan shalat dan beliau sering melakukan shalatnya dengan duduk, yaitu shalat (sunnah) dua raka’at setelah ‘Ashar.

Nabi SAW biasa mengerjakan shalat (sunnah) dua raka’at setelah ‘Ashar tidak di dalam masjid karena takut akan memberatkan umatnya, dan beliau senang terhadap sesuatu yang membuat ringan bagi umatnya.” (HR. Al-Bukhari, 565)

Syekh juga menjelaskan dalam siaran langsung di laman resmi akun pribadinya, shalat setelah shalat Ashar hukumnya boleh selagi shalatnya mempunyai alasan, seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat sunnah setelah wudlu, shalat jenazah dan lainnya.

Sultan Nurfadel
Sultan Nurfadel / 22 Artikel

Seorang mahasiswa Al-Azhar jurusan Akidah dan Filsafat. Warga Sunda yang mengaku sebagai calon presiden 2029.

Junaidah
21 June 2023
Terimakasih sharingnya. Ada sedikit koreksi: Shalat jenazah bukan shalat sunnah tapi shalat wajib kifayah

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: