Fatwa

Ketahui Tiga Tingkatan Puasa Asyura dan Hikmahnya

18 Aug 2021 07:07 WIB
280
.
Ketahui Tiga Tingkatan Puasa Asyura dan Hikmahnya

Pusat Fatwa Al-Azhar mengatakan bahwa pada bulan Muharram dianjurkan (mustahab) untuk mengerjakan puasa Tasu’a yakni pada hari ke-9 dan puasa Asyura. Tasu’a adalah hari kesembilan Muharram dan Asyura adalah hari kesepuluhnya.

Rasulullah saw. menganjurkan kita untuk melaksanakan puasa Asyura karena di hari kesepuuh bulan pertama hijriah itu terdapat keutamaan yang besar, yakni dapat melebur dosa-dosa dan menambah pahala kebaikan.

Fadilah puasa Asyura di atas sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

صَوْمُ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَة

“Puasa Asyura melebur dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. An-Nasa’i)

Begitu pula dianjurkan untuk mengerjakan puasa Tasu’a beserta puasa Asyura. Hal ini  sebagaimana sabda Nabi:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tahun depan datang, Insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram.” (HR. Muslim)

Pusat Fatwa Al-Azhar menerangkan bahwa dari keterangan yang telah diuraikan di atas, terdapat 3 tingkatan dalam puasa Asyura:

Pertama: Berpuasa pada hari ke-10 Muharram saja.

Kedua: Berpuasa Asyura beserta hari sebelumnya atau hari setelahnya.

Ketiga: Berpuasa Asyura beserta hari sebelumnya dan hari setelahnya.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Darul Ifta Mesir yang mengatakan bahwa diperbolehkan berpuasa hari Asyura saja tanpa dibarengi dengan berpuasa pada hari sebelum atau setelahnya.

Lembaga Fatwa Mesir itu mengisyaratkan bahwa baik puasa Tasu’a maupun puasa Asyura, hukumnya sunnah (mustahab), bukan fardhu atau wajib. Pihaknya mengingatkan bahwa secara hukum tidak ada larangan dalam syara’ untuk berpuasa Asyura pada tanggal 10 Muharram saja.

Pernyataan Darul Ifta Mesir mengenai puasa Tasu’a dan Asyura ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukahri dari Ibnu Abbas ra.

Sahabat Nabi itu meriwayatkan:

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟» قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Rasulullah saw. tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari kesepuluh. Beliau bertanya, “Hari apa ini?”

Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik, hari ketika Allah menyelamatkan Bani Israel dari musuhnya, maka Nabi Musa as. berpuasa pada hari ini.

Lalu Nabi bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Lalu beliau pun berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa.” (HR. Al-Bukhari)

Meskipun diperbolehkan berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, Darul Ifta melanjutkan bahwa sesungguhnya mendahului puasa Asyura dengan terlebih dahulu berpuasa pada hari kesembilan memiliki hikmah-hikmah yang telah disebutkan oleh para ulama terdahulu. Di antaranya:

Pertama: maksud dari pensyariatan puasa Tasu’a ini adalah menyelisihi orang Yahudi yang mencukupkan diri hanya dengan berpuasa hari kesepuluh (Asyura).

Kedua: menyambung hari Asyura dengan berpuasa di hari lain entah sebelum atau sesudahnya.

Ketiga: sebagai kehati-hatian saat berpuasa pada hari kesepuluh karena adanya kekhawatiran kurang jelasnya hilal dan terjadi kekeliruan sehingga hari kesembilan dalam hitungan hilal ternyata adalah hari kesepuluh.

Sebagai informasi, di Indonesia tanggal 1 Muharram 1443 H jatuh pada Selasa 10 Agustus 2021 sehingga puasa Asyura di sini jatuh pada hari Kamis, 19 Agustus. Sedangkan di Mesir, tanggal 1 Muharram  1443 H jatuh pada Senin 9 Agustus 2021 sehingga puasa Asyura di sana jatuh pada hari Rabu, 18 Agustus.Wallahu a’lam.


Arif Khoiruddin
Arif Khoiruddin / 71 Artikel

Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir. Tinggal di Pati. Pecinta kopi. Penggila Real Madrid.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: