Kisah

Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jaelani bertemu seorang pemabuk

03 Jun 2022 03:25 WIB
566
.
Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jaelani bertemu seorang  pemabuk Ampunan Allah mahaluas.

Saat Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dalam perjalanan bersama murid-muridnya, mereka berpapasan dengan seorang pemabuk yang sedang mabuk berat.

Tak disangka, pemabuk tersebut menghentikan langkah rombongan Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dan mengutarakan tiga pertanyaan yang membuat beliau kaget.

“Wahai Syekh, apakah Allah mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli taat?”

Syekh Abdul Qadir Al-Jalani menjawabn, “Tentu mampu, Allah Mahakuasa.”

Kemudian si pemabuk bertanya lagi, “Apakah Allah mampu mengubah ahli maksiat sepertiku menjadi ahli taat setingkat dirimu?”

Dengan penuh kasih sayang Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawabnya, “Sangat Mampu, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Si pemabuk bertanya kembali, “Apakah Allah mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?”

Mendengar pertanyaan ketiga, seketika itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menangis tersungkur dan bersujud kepada Allah.

Murid-murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani pun penasaran dan kebingungan. Lalu mereka memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai Tuan Syekh, apa gerangan yang membuatmu menangis?"

Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawab pertanyaan muridnya dengan penuh perhatian dan hati tergetar, “Betul sekali si pemabuk itu. Pertanyaan terakhir yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah. Kapan saja Allah mampu mengubah nasib seseorang termasuk diriku. Siapa yang bisa menjamin diriku bernasib baik, meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Pertanyaan itu pula yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Mahasuci Dzat yang mampu mengubah seseorang kapan saja dia kehendaki.

Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Demikian kisah pertemuan Syekh Abdul Qadir dengan seorang pemabuk, sekelas beliau saja sangat khawatir dengan dirinya dan tidak pernah bangga dengan maqam kewaliannya. Bagaimana dengan kita yang belum jelas kedudukannya di sisi Allah?!

Semoga bermanfaat.

Wahyudi
Wahyudi / 5 Artikel

Pernah belajar di Lembaga Pendidikan Muhadloroh PP. Al-Anwar Sarang Rembang dan sekarang menjadi pengajar di Muhadloroh PP. Al-Anwar Sarang. 

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: