Pentas seni biasanya diidentikkan dengan hura-hura atau sekadar hiburan pemungkas acara. Namun, di Bundaran Perumahan TNI Angkatan Laut, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, panggung pertunjukan justru disulap menjadi ruang artikulasi nilai-nilai Al-Qur’an dan penguat tali silaturahmi warga.
Melalui tajuk “Merajut Harmoni, Menebar Inspirasi, Mewujudkan Generasi Qur’ani”, mahasiswi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kelompok 10 (Velora) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar Pentas Seni pada Sabtu, 25/07/2026. Acara ini sekaligus menjadi puncak penutup dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang telah berlangsung selama sebulan penuh di desa tersebut.
Sentuhan Inklusif dan Ungkapan Harapan
Suasana khidmat langsung terasa sejak awal acara. Berbeda dari pembukaan kegiatan pada umumnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an di panggung ini dibawakan dengan menggunakan Qur’an Isyarat. Kehadiran bentuk pembacaan ini menegaskan pesan inklusivitas bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat dijangkau dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ketua Kelompok KKL IIQ Jakarta, Helsa Tria Munawaroh, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program yang dijalankan selama masa pengabdian diharapkan mampu membawa kebaikan bagi warga Sukamanah.
“Kami berharap program-program yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat. Semoga apa yang telah kita bangun bersama menjadi awal dari silaturahmi yang terus terjaga antara mahasiswa IIQ dengan warga Desa Sukamanah,” ungkap Helsa
Sambutan hangat juga datang dari perwakilan Majelis Ta’lim setempat, Ibu Kusiati. Ia mengaku kehadiran para mahasiswi memberi suntikan semangat baru bagi para ibu rumah tangga dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Menurutnya, proses belajar bersama mahasiswi KKL membuat warga menyadari masih banyak hukum bacaan yang perlu disempurnakan.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Pertunjukan Anak-Anak
Apresiasi tinggi turut dilayangkan oleh Kepala Desa Sukamanah, Hadi Sutardi. Dalam sambutannya, ia menyoroti rekam jejak kontribusi para mahasiswi yang dinilai sangat menyentuh berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari pengajaran di majelis ta’lim dan TPQ, aksi penghijauan lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat. Hadi bahkan menyebut kelompok ini sebagai salah satu tim KKL paling ramah dan paling banyak memberikan kontribusi nyata selama dua periode kepemimpinannya.
Rangkaian acara formal kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Mujahidin dari DKM Masjid Ar-Rohmah Perum TNI AL.
Kemeriahan panggung berlanjut saat anak-anak TPQ dari Dusun 2 dan Dusun 6 Desa Sukamanah unjuk kebolehan. Panggung pentas seni diisi beragam penampilan kreatif, mulai dari pembacaan doa-doa wudu, tarian, pantomim, pembacaan puisi, lantunan nasyid, hingga seni bela diri pencak silat. Antusiasme warga terlihat memenuhi lokasi acara hingga akhir, memberikan tepuk tangan meriah untuk setiap aksi panggung anak-anak mereka.
Penutup Pengabdian yang Berkesan
Pentas seni ini menjadi simpulan manis bagi masa pengabdian mahasiswi IIQ Jakarta di Kecamatan Jonggol. Lebih dari sekadar malam perpisahan, kegiatan ini berhasil memadukan apresiasi budaya, potensi anak-anak desa, serta penguatan nilai keagamaan dalam satu panggung kebersamaan yang hangat. (Syafa Wafi Salsabila)








