Artikel

Sebuah Renungan sebelum Ramadhan Pergi

09 May 2021 02:42 WIB
413
.
Sebuah Renungan sebelum Ramadhan Pergi

Dalam berpuasa, manusia terbagi menjadi tiga macam. Pertama, mereka yang merugikan dirinya sendiri. Perutnya menahan lapar dan haus, tapi matanya tidak ditahan dari pandangan haram, lisannya tidak dijaga dari berbohong dan ghibah. Golongan ini, ganjarannya hanya lapar dan haus.

Kedua, mereka yang menjaga diri. Tidak hanya perut yang lapar dan tenggorokan yang haus, anggota badan mereka juga ikut berpuasa dari kegiatan yang membuat Tuhan murka.

Ketiga, mereka yang berlomba dalam memperindah puasanya. Golongan ini adalah para manusia yang sudah ke derajat al-ihsan. Beribadah dengan ibadah yang sebenarnya, dan diri mereka merasa setiap saat selalu dipantau oleh Allah.

Puasa golongan terakhir ini, tidak hanya sebatas menahan perut, dan menjaga anggota badan dari hal yang dimurkai Tuhan, tapi hati mereka juga terjaga dari kebencian, bersih dari dendam dan penuh dengan ketentraman.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS. Fathir [35]: 32)

Berada di golongan mana kita pada Ramadhan kali ini?

Di balik itu semua, kesalahan terbesar dan penyesalan yang sesungguhnya adalah setelah Ramadhan ini berlalu dengan segala kemudahan ibadah yang Allah berikan, khatam al-Quran berkali-kali, shalat tarawih, sedekah, menangis dalam berdoa, diri kita kembali seperti semula sebagaimana sebelum Ramadhan datang.

Kemunduran ini menunjukkan hati yang belum hidup seutuhnya, cahaya al-Quran belum meresap hingga celah yang terdalam, jiwa juga belum merasakan manisnya ibadah dan munajat.

Ibnu Athoillah dalam Al-Hikam berkata:

من وجد ثمرة عمله عاجلا فهو دليل على وجود القبول آجلا

Barang siapa mendapati hasil amal shalehnya di dunia, maka itu merupakan sebuah tanda bahwa amalnya diterima di akhirat.

Ibnu Ajibah mengomentari kalimat di atas dengan berkata:

Buah hasil dari amal shaleh adalah ada candu dalam ibadah, nikmat dalam bermunajat, dan keadaan hati yang merasa terus diawasi oleh Tuhan (muraqabah).

Dan tanda adanya hasil ini adalah rasa semangat yang tinggi dalam beribadah, dan berusaha agar terus konsisten dalam menjalankannya.”

Imam Al-Bushiri dalam Qasidah Al-Hamziyah berkata:

وإذا حلّت الهداية قلبا *** نشطت للعبادة الأعضاء

Jika hidayah sudah masuk ke dalam relung hati

Maka anggota badan akan semangat beribadah

Kemunduran yang ada setelah Ramadhan, patut membuat curiga amal ibadah kita pada Ramadhan, apakah ia layak diterima di hadapan sang Maha Raja, atau akan dibuang begitu saja.

Jangan sampai—semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut—masuk kepada golongan yang mendapati Ramadhan namun belum juga diampuni dosanya, sebagaimana yang telah disabdakan Nabi Muhammad saw.

Oleh karena itu, beberapa hari pada bulan Ramadhan yang tersisa ini, setidaknya kita akhiri dengan ibadah yang terbaik, dan berdoa agar amal puasa kita diterima oleh Allah.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif hal 323 berkata:

بعض السلف كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم شهر رمضان ثم يدعون الله ستة أشهر أن يتقبله منهم

Sebagian salaf itu berdoa kepada Allah selama 6 bulan lamanya agar mereka diberikan kesempatan untuk sampai ke bulan Ramadhan. Setelah mereka merasakan bulan Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah selama 6 bulan berikutnya agar ibadah di bulan Ramadhan mereka diterima.

Darrasah, Kairo, 27 Ramadhan 1442 Hijri


Fahrizal Fadil
Fahrizal Fadil / 38 Artikel

Mahasiswa Indonesia di Mesir, asal dari Aceh. Saat ini menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Fakultas Bahasa dan Sastra Arab. Aktif menulis di Pena Azhary. Suka kopi dan diskusi kitab-kitab turats.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: