Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Ibadah

Shalat Tahajud, Cara Terbaik Mendekat Ke Allah

Avatar photo
13
×

Shalat Tahajud, Cara Terbaik Mendekat Ke Allah

Share this article
Tahajud bukan hanya ibadah malam biasa. Ia adalah cermin dari iman, ketulusan hati, dan kekhusyukan ruhani.
Tahajud bukan hanya ibadah malam biasa. Ia adalah cermin dari iman, ketulusan hati, dan kekhusyukan ruhani.

Shalat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang memiliki tempat istimewa dalam ajaran Islam. Shalat ini dikerjakan pada waktu malam, khususnya setelah tidur, dan menjadi salah satu bentuk pendekatan diri yang paling kuat antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Kata “tahajud” berasal dari akar kata الهُجُود, yang berarti tidur, kemudian terbangun. Maka tahajud adalah bangun dari tidur untuk melakukan shalat di malam hari, sebuah amalan yang menunjukkan kesungguhan, keikhlasan, dan kecintaan seorang mukmin dalam bermunajat kepada Allah ﷻ ketika mayoritas manusia sedang lelap tertidur.

Tahajud bukan hanya ibadah malam biasa. Ia adalah cermin dari iman, ketulusan hati, dan kekhusyukan ruhani. Dalam kesunyian malam yang hening, seorang hamba berdiri, bersujud, dan menangis memohon ampun serta petunjuk kepada Sang Pencipta. Itulah sebabnya Allah menyebut para pelaku tahajud sebagai hamba-hamba yang istimewa, yang memperoleh kedudukan terpuji di sisi-Nya.

Shalat Tahajud telah menjadi kebiasaan para Nabi, orang-orang shalih, dan pencinta akhirat. Dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi ﷺ, ibadah ini disebutkan berkali-kali dengan penuh pujian, dan dijanjikan balasan besar berupa pengampunan, rahmat, hingga maqām maḥmūd (kedudukan mulia di akhirat).

Di tengah kesibukan dan kehidupan dunia yang serba cepat, Tahajud hadir sebagai ketenangan dan kekuatan spiritual. Ia adalah benteng hati dari kelalaian, penghapus dosa, dan jalan menuju ketakwaan yang hakiki.

Keutamaan shalat tahajud

Penyebab tingginya derajat di sisi Allah 

Salah satu keutamaan terbesar shalat tahajud adalah bahwa ia menjadi sebab dinaikkannya derajat seorang hamba di sisi Allah ﷻ. Derajat ini bukan hanya berupa kedudukan di dunia, tetapi yang lebih utama adalah maqām yang tinggi di akhirat, yaitu kemuliaan, kedekatan, dan keridhaan dari Allah. Allah ﷻ berfirman:

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ ۚ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya: Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra: 79)

Adapun maksud dari “maqām maḥmūd” adalah maqām asy-syafā‘ah, kedudukan agung yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ di hari kiamat, di mana beliau memberikan syafaat kubra untuk seluruh umat manusia, sehingga mereka memuji beliau, baik dari generasi awal maupun akhir. (Tafsir Al-jalalaini, Halaman 375).

Rasulullah Saw juga bersabda:

«اَلْمَقَامُ الْمَحْمُودُ هُوَ الْمَقَامُ الَّذِي أَشْفَعُ فِيهِ لِأُمَّتِي»

Artinya: Al-Maqām al-Maḥmūd adalah kedudukan di mana aku akan memberi syafaat untuk umatku.

2. Menjadi sebab dihapusnya dosa

Shalat Tahajud merupakan sebab di hapusnya dosa-dosa seorang hamba. Dalam keheningan malam, seorang mukmin berdiri, bersujud, dan bermunajat kepada Allah. Ibadah itu, sebagaimana disebutkan dalam banyak dalil, menghapuskan kesalahan-kesalahan masa lalu dan mencegah dari dosa-dosa di masa depan. Rasulullah ﷺ bersabda:

 عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَىٰ رَبِّكُمْ، وَمَكْفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

Artinya: Lakukanlah shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, pendekat diri kepada Tuhan kalian, penghapus dosa, dan pencegah dari dosa.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan Rasulullah ﷺ menjanjikan kepada orang yang shalat malam dengan surga yang sangat indah, beliau bersabda:

إنَّ في الجنة لغرفًا يُرَى ظُهُورُهَا من بطونها، وبُطُونُهَا من ظُهُورِهَا». فقال أعرابي: لِمَنْ هي يا رسول الله؟ قال: «لِمَنْ أطابَ الكلام، وأطعمَ الطعام، وصلى بالليلِ والناسُ نيام

Artinya: Sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang dapat dilihat luarnya dari dalamnya, dan dalamnya dari luarnya.” Maka seorang arab badui berkata, “Untuk siapa itu, wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Untuk orang yang baik perkataannya, memberi makan bagi orang lain dan shalat di malam hari sedangkan manusia sedang tidur nyenyak.

3. Penyebab terkabulnya doa 

Shalat tahajud merupakan salah satu waktu terbaik dan paling mustajab untuk berdoa. Pada saat malam hening, terutama sepertiga malam terakhir, Allah ﷻ membuka pintu langit dan mengundang hamba-Nya untuk bermunajat. Dalam suasana sunyi dan penuh keikhlasan itulah, doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَىٰ ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun (menurunkan Rahmat dan kasih sayang) setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni. (HR Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan: Shalat Tahajud bukan sekadar ibadah sunnah biasa, melainkan wasilah (perantara) untuk meraih maqam tinggi, penghapus dosa-dosa masa lalu dan terkabulnya sebuah doa. Tahajud adalah pembersih hati, pelindung dari maksiat, dan sarana bertaubat secara pribadi kepada Allah. Dan Orang yang membiasakannya akan diangkat derajatnya, baik di dunia melalui cahaya wajah dan keshalihan hidupnya, maupun di akhirat melalui maqām maḥmūd.

Kontributor

  • Ibrahim

    Santri Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam, Tepa'nah Barat, Durjan, Kokop, Bangkalan & pegiat Bahtsul Masail.