Doa adalah ibadah yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabbnya. Doa adalah pengakuan bahwa kita lemah dan Allah Maha Kuasa.
Doa adalah senjata orang beriman, cahaya di tengah kesulitan, dan jalan keluar dari segala sempitnya kehidupan. Oleh sebab itu, khutbah Jumat kali ini adalah. Khutbah Jumat: Sepuluh Adab Berdoa Agar Mudah Diterima
Khutbah Pertama:
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Setiap manusia memiliki harapan, impian, kebutuhan, dan kesedihan yang tak selalu dapat dibagi kepada orang lain. Namun kepada Allah, segala isi hati itu dapat dicurahkan tanpa batas. Ia Maha Mendengar keluh kesah hamba-hamba-Nya, bahkan sebelum kata-kata itu diucapkan. Meski demikian, agar doa mudah dikabulkan, para ulama menjelaskan bahwa ada adab-adab yang perlu dijaga adab yang bukan hanya memperindah doa, tetapi juga menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam bermunajat kepada Sang Pemberi Segala Kebaikan.
Adab-adab tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan doa dengan harapan terkabulnya permintaan. Dengan menjaga adab ketika berdoa, seorang hamba tidak hanya meminta, tetapi juga menghadirkan hati, memperkuat keyakinan, serta menunjukkan rasa hormat kepada Allah SWT. Maka memahami sepuluh adab ini bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan sebagai bekal agar doa-doa yang kita panjatkan menjadi lebih bermakna dan lebih dekat pada penerimaan. Semoga dengan memperbaiki adab dalam berdoa, setiap harapan yang kita bisikkan menjadi jalan terdekat menuju rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Pada dasarnya berdoa bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Namun, ada waktu dan momen tertentu yang sangat baik digunakan untuk berdoa. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin bahwa ada sepuluh Adab berdoa yang harus dilakukan oleh seorang hamba, agar doa mudah untuk dikabulkan
Pertama: Hendaknya seseorang memilih waktu-waktu mulia untuk berdoa, seperti hari Arafah dalam setahun, bulan Ramadhan, hari Jumat dalam setiap pekan, dan waktu sahur pada akhir malam. Allah Swt berfirman:
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: Dan pada waktu-waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah). (QS. Adz-Dzariyat. Ayat 18)
Rasulullah ﷺ bersabda:
ﻳﻨﺰﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺎء اﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻠﺚ اﻟﻠﻴﻞ اﻷﺧﻴﺮ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻣﻦ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ ﻓﺄﺳﺘﺠﻴﺐ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻳﺴﺄﻟﻨﻲ ﻓﺄﻋﻄﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﻐﻔﺮﻧﻲ ﻓﺄﻏﻔﺮ ﻟﻪ
Artinya: Allah Ta‘ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya, Barang siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya dan barang siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.
Kedua: Hendaklah mempergunakan kesempatan berdoa pada keadaan-keadaan yang mulia. Berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah:
ﺇﻥ ﺃﺑﻮاﺏ اﻟﺴﻤﺎء ﺗﻔﺘﺢ ﻋﻨﺪ ﺯﺣﻒ اﻟﺼﻔﻮﻑ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻋﻨﺪ ﻧﺰﻭﻝ اﻟﻐﻴﺚ ﻭﻋﻨﺪ ﺇﻗﺎﻣﺔ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺔ ﻓﺎﻏﺘﻨﻤﻮا اﻟﺪﻋﺎء ﻓﻴﻬﺎ
Artinya: Sesungguhnya pintu-pintu langit dibuka ketika perang fi sabilillah berkecamuk, turunnya hujan, ketika sholat wajib, maka perbanyaklah berdoa pada waktu itu.
Ketiga: Berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya hingga tampak putih ketiaknya.
Adapun dalil berdoa dengan menghadap kiblat sebagai sabda Rasulullah ﷺ:
ﺁﺗﻲ اﻟﻤﻮﻗﻒ ﺑﻌﺮﻓﺔ ﻭاﺳﺘﻘﺒﻞ اﻟﻘﺒﻠﺔ ﻭﻟﻢ ﻳﺰﻝ ﻳﺪﻋﻮ ﺣﺘﻰ ﻏﺮﺑﺖ اﻟﺸﻤﺲ
Artinya: Beliau (Rasulullah ) mendatangi tempat wukuf di Arafah, kemudian menghadap kiblat, dan terus berdoa tanpa henti sampai matahari terbenam.
Sedangkan dalil berdoa dengan mengangkat kedua tangannya adalah sebagaimana Rasulullah ﷺ:
ﺇﻥ ﺭﺑﻜﻢ ﺣﻴﻲ ﻛﺮﻳﻢ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﻋﺒﻴﺪﻩ ﺇﺫا ﺭﻓﻌﻮا ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﺩﻫﺎ ﺻﻔﺮا
Artinya: Sesungguhnya Rabb kalian Maha Pemalu dan Mulia. Ia merasa malu dari hamba-Nya jika ia (berdo’a) mengangkat tangan kepada-Nya dengan mengembalikannya dalam keadaan kosong.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Keempat: Merendahkan suara (saat berdoa), di antara lirih dan keras. Rasulullah ﷺ bersabda:
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﻋﻮﻥ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﺻﻢ ﻭﻻ ﻏﺎﺋﺐ ﺇﻥ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﻋﻮﻥ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺃﻋﻨﺎﻕ ﺭﻛﺎﺑﻜﻢ
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya dzat yang kalian berdoa (kepadanya) tidaklah tuli dan tidak pula yang ghaib. Sesungguhnya dzat yang kalian berdo’a (kepadanya) itu ada diantara kalian dan leher tunggangan kalian.
Kelima: Jangan memaksakan diri membuat doa yang berirama (bersajak), karena seharusnya keadaan orang yang berdoa adalah merendahkan diri dan memohon dengan penuh ketundukan. Allah SWT berfirman:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS al-A’raf: 55).
Keenam: Berdoa dengan penuh ketundukan, kekhusyukan, rasa berharap, dan rasa takut. Allah SWT berfirman:
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا
Artinya: Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ﺇﺫا ﺃﺣﺐ اﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪا اﺑﺘﻼﻩ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﻤﻊ ﺗﻀﺮﻋﻪ
Artinya: Sesungguhnya Allah saat mencintai hambanya maka ia akan memberinya cobaan sampai Allah mendengar suara kerendahan hatinya.
Ketujuh: Hendaknya ia berdoa dengan mantap, meyakini bahwa doanya akan dikabulkan, dan membenarkan harapannya kepada-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda:
اﺩﻋﻮا اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻣﻮﻗﻨﻮﻥ ﺑﺎﻹﺟﺎﺑﺔ ﻭاﻋﻠﻤﻮا ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻻ ﻳﺴﺘﺠﻴﺐ ﺩﻋﺎء ﻣﻦ ﻗﻠﺐ ﻏﺎﻓﻞ
Artinya: Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.
Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:
ﻻ ﻳﻘﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺇﺫا ﺩﻋﺎ اﻟﻠﻬﻢ اﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ اﻟﻠﻬﻢ اﺭﺣﻤﻨﻲ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﻟﻴﻌﺰﻡ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻣﻜﺮﻩ ﻟﻪ
Artinya: Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah mengatakan, Ya Allah, ampunilah aku, jika engkau kehendaki, tetapi hendaklah berteguh hati dalam meminta karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa-Nya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Delapan: Bersungguh-sungguh dalam berdoa dan mengulanginya tiga kali. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, apabila Rasulullah berdoa beliau mengulanginya tiga kali.
قال ابن مسعود ﻛﺎﻥ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺫا ﺩﻋﺎ ﺩﻋﺎ ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺇﺫا ﺳﺎﻝ ﺳﺄﻝ ﺛﻼﺛﺎ
Artinya: Ibnu Mas‘ud berkata: “Apabila Rasulullah ﷺ berdoa, beliau mengulanginya tiga kali, dan apabila beliau meminta sesuatu, beliau memintanya tiga kali.
Bahkan sebagian ulama berkata, aku telah meminta sesuatu hajat kepada Allah selama dua puluh tahun. Namun, Allah belum mengabulkannya, sementara aku tetap berharap akan dikabulkan. Aku meminta kepada Allah SWT agar Dia memberiku taufik untuk meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagiku.
Sembilan: Hendaknya berdoa dengan menyebebut (mengingat) Allah azza wa jalla, dan tidak langsung memulai dengan meminta. Salamah bin al-Akwa‘ berkata: Aku tidak pernah mendengar Rasulullah ﷺ membuka doanya melainkan beliau membukanya dengan ucapan,
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺭﺑﻲ اﻟﻌﻠﻲ اﻷﻋﻠﻰ اﻟﻮﻫﺎﺏ
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang maha tinggi, lagi Maha Pemberi.
Sepuluh: yaitu adab batin, yang merupakan pokok dalam terkabulnya doa, bertaubat, mengembalikan hak-hak yang pernah dizalimi, dan menghadap kepada Allah azza wa jalla dengan kesungguhan hati. Itulah sebab yang paling dekat dalam meraih terkabulnya doa.
Diriwayatkan dari Ka‘b al-Aḥbār beliau berkata: “Bahwa manusia pernah tertimpa kekeringan yang sangat parah pada masa nabi Musa AS, Maka nabi musa keluar bersama Bani Israil untuk memohon hujan. Namun, mereka tidak juga diberi hujan, sampai mereka keluar tiga kali tetapi tetap tidak memperoleh hujan. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada nabi Musa As, aku tidak akan mengabulkan doa untukmu dan tidak pula bagi orang-orang yang bersamamu, karena di antara kalian ada seorang tukang namimah (adu domba).
Nabi Musa as berkata: Wahai Rabb, siapakah dia, agar kami bisa mengeluarkannya dari tengah-tengah kami?
Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada nabi Musa, Wahai Musa, Aku melarang kalian dari namimah, apakah Aku menjadi tukang namimah?
Maka nabi Musa berkata kepada kaum Bani Israil: Bertaubatlah kalian semua kepada Rabb kalian dari perbuatan namimah.
Mereka pun bertaubat, lalu Allah SWT menurunkan hujan kepada mereka.
Semoga dengan adanya penjelasan adab-adab berdoa tersebut kita semua bisa semakin dekat kepada Allah SWT, serta terus menerus menjaga adab kita kepada Allah SWT baik dalam ibadah, berdoa atau lainya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ










Please login to comment