Scroll untuk baca artikel
Ramadhan kilatan
Pendaftaran Kampus Sanad
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Ujian Pemimpin saat Negeri Dilanda Bencana

Avatar photo
45
×

Khutbah Jumat: Ujian Pemimpin saat Negeri Dilanda Bencana

Share this article
Ujian Pemimpin saat Negeri Dilanda Bencana.
Ujian Pemimpin saat Negeri Dilanda Bencana.

Khutbah Jumat ini mengingatkan kita bahwa bencana dan musibah yang melanda negeri sesungguhnya juga merupakan ujian bagi para pemimpin. Siapa saja yang menjadi pemimpin negara, wajib hukumnya melindungi rakyat dan menyelamatkan mereka dari kesusahan dan mengentaskan penderitaan mereka. Tema khutbah ini adalah Ujian Pemimpin saat Negeri Dilanda Bencana.

Khutbah pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَحَرَّمَ الظُّلْمَ وَالْخِيَانَةَ، وَجَعَلَ الْمَسْؤُولِيَّةَ أَمَانَةً يُسْأَلُ عَنْهَا الْعِبَادُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dalam bentuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan di antara bentuk ketakwaan seorang mukmin adalah kepedulian terhadap sesama apabila sedang ditimpa kesulitan dan musibah, terlebih jadi dia diamanahi sebagai pemimpin dan pejabat.

Jamaah yang dimuliakan Allah, kita saksikan berbulan-bulan saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh begitu menderita, di mana mereka terdampak langsung akibat kebakaran hutan yang sampai saat ini belum juga tuntas dipadamkan. Kita berdoa semoga Allah Swt. menguatkan hati mereka, mempertebal keimanan mereka dan mengentaskan kesulitan-kesulitan yang tengah mereka hadapi saat ini.

Semua yang terjadi ini, kita perlu ingat bahwa ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Bencana seperti kebakaran hutan saat ini boleh jadi menjadi ujian bagi para pemimpin bangsa kita.

Ketika rakyat menderita, tanggung jawab seorang pemimpin justru semakin besar. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, pemimpin tidak boleh sibuk menyelamatkan kepentingan pribadi. Sebab, kekuasaan dalam Islam bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Allah Swt. berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)

Karena itu, dalam konteks bencana, amanah di pundak seorang pemimpin harus terlihat melalui tindakan nyata: menyiapkan peringatan dini, mengevakuasi masyarakat jika diperlukan, menyediakan makanan dan air bersih, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Kita sebagai makhluk lemah, memang tidak bisa mengelakkan diri dari bencana. Namun, dampak kerusakannya setidaknya dapat dikurangi jika orang-orang yang diamanahi urusan ini melakukan pencegahan-pencegahan sebagaimana mestinya dan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang terbukti menyebabkan terjadinya bencana tersebut.

Rasulullah saw. bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak berhenti ketika keadaan sulit. Justru pada saat rakyat menghadapi musibah, kualitas kepemimpinannya diuji.

Saat kekeringan melanda, masyarakat membutuhkan air bersih dan dukungan untuk mempertahankan kehidupan. Saat kebakaran hutan terjadi, rakyat membutuhkan perlindungan dari asap, pemadaman, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Dengan kata lain, pemimpin wajib bersungguh-sungguh melindungi rakyat dari dampak yang dapat dicegah dan meringankan penderitaan yang dapat ditolong.

Jamaah Jumat rahimakumullah, Islam memberikan peringatan yang sangat keras kepada pemimpin yang menipu dan mengkhianati rakyatnya.

Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Tidaklah seorang hamba yang Allah beri tanggung jawab untuk mengurus rakyat, lalu ia meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Muslim)

Sungguh ini adalah ancaman yang sangat berat bagi orang yang menyalahgunakan amanah kepemimpinannya.

Bayangkan, ketika korban bencana membutuhkan bantuan, tetapi dana yang seharusnya mereka terima justru dikorupsi. Ketika rakyat kehilangan tempat tinggal, tetapi pejabat mengambil keuntungan dari anggaran darurat. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, tetapi bantuan diselewengkan.

Mari kita berdoa untuk para pemimpin kita agar diberikan taufik dan kekuatan sehingga mampu menunaikan amanah kepemimpinannya dengan sebenar-benarnya. Semoga Allah kuatkan saudara-saudara kita di mana pun yang saat ini tengah berjuang menghadapi musibah, dan semoga Allah berikan yang terbaik bagi mereka.

Marilah kita memohon kepada Allah agar negeri ini dianugerahi pemimpin yang jujur, adil, dan sungguh-sungguh melindungi rakyatnya. Semoga Allah menolong saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan menggerakkan hati kita untuk meringankan penderitaan mereka.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَأَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita bertakwa kepada Allah dan menjadikan setiap musibah sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan memperbaiki diri.

Kepada para pemimpin, tunaikanlah amanah dengan adil dan jujur. Lindungilah rakyat yang lemah, pastikan bantuan sampai kepada korban, dan jangan menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Kepada kita semua, marilah membantu saudara-saudara yang tertimpa bencana, menjaga persaudaraan, dan mengawasi amanah publik dengan cara yang benar.

Mari kita berdoa kepada Allah Swt.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْكَوَارِثِ، وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

اللَّهُمَّ كُنْ لِلْمُتَضَرِّرِينَ مِنَ الْفَيَضَانَاتِ وَالزَّلَازِلِ وَالْجَفَافِ وَحَرَائِقِ الْغَابَاتِ عَوْنًا وَنَصِيرًا

اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ وَاجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَأَطْعِمْ جَائِعَهُمْ، وَاسْقِ ظَمْآنَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَارْحَمْ مَوْتَاهُمْ، وَعَوِّضْهُمْ خَيْرًا عَمَّا فَقَدُوا

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْحَقِّ وَالْأَمَانَةِ، وَأَعِنْهُمْ عَلَى خِدْمَةِ عِبَادِكَ، وَجَنِّبْهُمُ الظُّلْمَ وَالْفَسَادَ وَخِيَانَةَ الْأَمَانَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Kontributor

  • Redaksi

    Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial.