Definisi Lailatul Qadar

Lailatul Qadar, dalam pandangan I'lam-al Anam bi Fadhoil al Ayyam didefinisikan sebagi berikut:

Pertama, Al-Qadar diartikan sebagai at-ta'dzim, yaitu pengagungan. Maknanya malam ini merupakan malam yang diagungkan. Ada beberapa alasan malam ini diagungkan dalam pandangan agama, yaitu:

● Al-Qur'an diturunkan di dalamnya,

● Banyak malaikat yang turun ke bumi,

● Keberkahan dan ampunan Allah yang dibuka di malam ini,

● Orang yang mengisi malam ini akan mendapatkan keagungan.

Kedua, Al-Qadar diartikan sebaga at-tadhyi', yaitu penyempitan. Maknanya malam ini bumi seakan jadi sangat sempit karena banyaknya malaikat yang ada di bumi.

Ketiga, Al-Qadar diartikan sebagai malam penentuan, yaitu kejadian-kejadian setahun ke depan ditetapkan di malam ini.

Turunnya Lailatul Qadar

Untuk mengetahui turunnya malam ini banyak keterangan yang diberikan oleh para ulama. Di antaranya adalah Mbah Dalhar Watucongol. Dalam karya beliau yang berjudul Tanwir al Ma'aly tentang Manaqib Imam Asy-Syadzili beliau memberi rumus sebagai berikut:

a. Jika awal puasa adalah hari Ahad maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan.

b. Jika awal puasa adalah Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.

c. Jika awal puasa adalah hari Selasa maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.

d. Jika awal puasa adalah hari Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 19 Ramadhan.

e. Jika awal puasa adalah hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.

f. Jika awal puasa adalah hari Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 17 Ramadhan.

g. Jika awal puasa adalah hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.

Namun ini semua adalah tajribah (pengalaman) dari masing-masing ulama. Secara garis besar kepastian turunnya malam ini adalah rahasia Allah sehingga kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya di setiap malam bulan Ramadhan.

Mengisi Malam Lailatul Qadar

Mengisi malam Lailatul Qadar tentulah dengan melakukan banyak ibadah. Namun karena keterbatasan waktu yang ada maka seyogyanya kita memperhatikan prioritas ibadah guna mengisi malam ini dengan ibadah-ibadah kelas atas.

Hadhrotusy Syeikh KH. M. Hasyim Asy'ari dalam Jami'atul Maqoshid menuliskan:

وأفضل العبادات بعد الإيمان الصلاة وأفضل الأذكار بعد القرآن لا إله إلا الله

Ibadah terhebat setelah iman adalah shalat dan dzikir terhebat setelah membaca al-Qur'an adalah la ilaha illallah.

Dari sini marilah kita mengisi malam ini dengan shalat; shalat Isya’ disambung shalat Tarawih dan disambung dengan shalat malam lainnya. Di samping itu membaca al-Qur'an sebagai dzikir terbaik kita lalu disambung dengan dzikir-dzikir lainnya.

Semoga kita mendapatkan Lailatul Qadar. Amin.